SUARA USU
Film

Adagium, Experience Baru Perfilman Indonesia

Oleh: Hanna Letare

Suara USU, Medan. Adagium adalah film bergenre action drama yang bercerita tentang tiga sahabat, yaitu Arga (Angga Asyafriena), Bian (Pangeran Lantang), dan Alenda (Jihan Elmira). Masing-masing dari mereka memiliki skill yang berbeda-beda, Bian yang mahir melukis, Arga yang mempunyai keahlian dalam menembak dan Alenda yang memiliki keahlian dalam bidang IT. Awalnya persahabatan mereka harmonis, sampai terjadilah cinta segitiga diantara meereka yang membuat persahabatan mereka menjadi hancur. 

Arga yang mendapatkan ancaman dari pinjaman online ilegal membuat Alenda berinisiatif untuk membantu Arga dengan keahliannya. Tetapi setelah masalah itu selesai, muncul masalah baru yang lebih besar. Dimana Alenda dimanfaatkan oleh sebuah organisasi X untuk menghancurkan Indonesia. Suatu hari, Alenda disekap teroris yang juga mengancam keselamatan negara. Jihan dipaksa menggunakan kemampuan IT-nya untuk menjatuhkan presiden. Sementara itu, Arga dan Bian berusaha menyelamatkan sahabatnya itu dari aksi penculikan tersebut. Di film ini karakter Arga bergabung dalam militer dan menjalani pelatihan sebagai tentara.  Disaat itu juga Arga yang telah menjadi bagian dari TNI harus ikut berperan untuk melindungi negara Indonesia.

Proses syuting Adagium melibatkan langsung Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai pendamping. TNI membantu dalam proses riset sehingga tim produksi film Adagium bisa mempersiapkan dengan matang, mulai dari cara salute (memberi hormat), baris-berbaris, menyambut atasan, dan lain-lainnya. Film ini juga diperankan oleh aktor-aktor yang berbakat yang kualitas aktingnya tidak diragukan lagi. Aspek pendukung yang digunakan dalam film ini seperti: properti latar tempat dan aspek pendukung lainnya juga sangat proper. Film Adagium yang lebih dominan ke arah action daripada romance ini memiliki alur cerita yang cukup menarik dan tidak mudah ditebak serta menampilkan experience baru dalam perfilman Indonesia.

Adagium tak sebatas film yang membawa patriotisme dalam ceritanya, namun menyelipkan misi untuk memberikan informasi ke publik perihal kemampuan dan kemajuan militer Indonesia. Termasuk dalam isi filmnya yang memperlihatkan kinerja dari garda terdepan pembela bangsa yaitu TNI. Hal ini sangat menarik karena kita sedikit banyak dapat mengetahui kinerja di dalam formula melindungi presiden hingga melawan para teroris yang mencoba mengusik ketentraman NKRI.

Banyak pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari film Adagium, salah satunya adalah memberikan arti bagi kita dari sebuah perjuangan dan pantang menyerah dalam mewujudkan sesuatu. Bela negara itu bukan hanya sekedar mengangkat senjata, tapi dengan mengejar cita-cita, mencintai diri sendiri, mencintai orang sekitar, dan mencintai bangsa kita itu sudah termasuk ke dalam bela negara. So, film action Indonesia ini sangat menarik dan sangat direkomendasikan serta layak untuk diberikan apresiasi.

Redaktur: Anna Fauziah Pane


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Keistimewaan Dimensi Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children

redaksi

Green Book: Sindiran Keras Terhadap Rasisme

redaksi

Menapaki Keindahan Budaya Dan Pesan Kemanusiaan Dalam Film “Raya and The Last Dragon”

redaksi