SUARA USU
Entertaiment

Ajak Seniman Wanita Kota Medan, Sukku Coffee & Space Sukses Adakan Pameran Seni

Reporter: Salsabila Rania Balqis dan Anggie Syahdina Fitri

Suara USU, Medan. Pameran seni merupakan hal yang tidak sering kita temui di sekitar kita. Biasanya kegiatan seperti ini hanya dilakukan oleh seniman-seniman yang sudah terkenal dan hanya terdapat di kota-kota tertentu seperti Ibukota Jakarta dan Jogjakarta.

Sukku Coffee & Space sukses mengadakan Sukku Artmosphere Project pada tanggal 25 sampai 27 Maret kemarin. Membawakan tema Artmosphere, yang merupakan gabungan dari “Art” dan “Atmosphere”, Sukku Coffee & Space ingin membuat suatu kegiatan yang menghidupkan suasana seni.

Manager dari Sukku Coffee & Space, Muhammad Rizky, mengatakan tujuan dari diadakannya Sukku Artmosphere Project adalah ingin memberikan wadah kepada teman-teman yang senang dan memiliki karya untuk menampilkan karya seninya.

Masih dalam memperingati Hari Wanita Internasional, Sukku Artmosphere Project mengajak 17 seniman wanita, 11 pengrajin wanita dan 7 musisi wanita di Kota Medan untuk menunjukkan karya dan bakatnya. Tidak hanya pameran karya seni, mereka juga mengadakan live acoustic dan community gathering yang semuanya diisi oleh wanita-wanita berbakat di Kota Medan.

Salah satu komunitas seni, Gambreng (Gambar Bareng), mengadakan Workshop Basic Gouache yang dibawakan langsung oleh Hera Amalia, salah satu seniman yang berpartisipasi dalam Sukku Art Exhibition, untuk pengunjung yang berkenan.

Ada satu buah karya seni yang menarik perhatian pengunjung, yaitu Berwarna karya Nahdyah A. Wina, dimana dari karya seni tersebut Nahdyah mencoba menyampaikan bahwa perempuan juga memiliki warna.

“Sering sekali perempuan dianggap tidak memiliki warna (bakat, kekuatan, dll) padahal nyatanya perempuan banyak yang memiliki itu.”

Karya seni ini dapat memberikan kekuatan dan meningkatkan rasa percaya diri bagi perempuan yang melihatnya.

Rizky berharap setelah diadakannya Sukku Artmosphere Project, seniman-seniman wanita di Kota Medan semakin berkembang dan lebih dikenal baik di Indonesia maupun internasional.

“Untuk perempuan yang mungkin merasa malu dan di nomor duakan, aku ingin menyampaikan bahwa perempuan juga memiliki karya juga tidak kalah dari seniman laki-laki pada umumnya. Jadi, mereka harus percaya diri karena kalau orang lain tidak percaya dengan kita setidaknya kita harus percaya pada diri sendiri,” tutup Rizky.

Redaktur: Yessica Irene Sembiring


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Kepergian Lionel Messi: Murni Taktis atau Strategi Bisnis?

redaksi

Mencari Kebenaran dalam Liang Lahad Ala Sita dari Film Siksa Kubur

redaksi

Etika dan Filsafat Komunikasi dalam Kaitan Kasus Kebohongan Ferdy Sambo

redaksi