SUARA USU
Kabar Kampus

Aksi Damai di Depan Gedung Rektorat, Mahasiswa Tuntut Realisasi Bantuan UKT

Penulis: Muhammad Fadhlan Amri/Yulia Putri Hadi

Pada Kamis (04/02) berlangsung aksi menuntut keadilan dan realisasi bantuan UKT Universitas Sumatera Utara (USU). Aksi dilangsungkan dengan metode “Kamisan”, dimana para massa aksi membawa alat peraga, mematuhi protokol kesehatan dan diam sambil membentangkan agar pesan mereka dapat dilihat oleh para masyarakat dan khususnya petinggi USU.

Aksi ini dikoordinasi oleh Dios Aristo Lumban Gaol, mahasiswa jurusan Ilmu Hukum Stambuk 2017. Dios sangat menyayangkan sampai saat ini bantuan belum sampai ke tangan mahasiswa yang dinyatakan berhak menerima bantuan.

Padahal program ini sejak bulan Juni lalu sudah diluncurkan oleh Kemendikbud dan pada bulan November telah dirilis nama-nama mahasiswa yang berhak menerima bantuan.

Dios juga menambahkan banyak mahasiswa yang pada semester lalu tidak membayar SPP karena tidak ada billing statement, tapi tiba-tiba di semester ini dikenakan dua billing statement atau double dalam membayar SPP.

“Ini menandakan USU tidak hanya gagal dalam menyalurkan bantuan tetapi juga dalam memberikan komunikasi kepada mahasiswanya, sehingga kami bersama teman teman yang masih tinggal di Medan, datang untuk melaksanakan aksi damai.”

Dalam aksi damai ini, massa aksi menyampaikan beberapa tuntutan yang tertuang dalam press release sebagai berikut:

1. Memberikan kejelasan terkait penerima bantuan keringanan UKT/SPP dari mekanisme SE WR 1
2. Mencairkan dana bantuan UKT/SPP dan atau membebaskan mahasiswa/i penerima bantuan dari tagihan UKT/SPP semester genap.
3. Tidak membebankan tagihan UKT/SPP dua kali lipat kepada
mahasiswa/i penerima bantuan dari tagihan UKT/SPP yang semester lalu dibebaskan dari tagihan UKT/SPP
4. Segera mengeluarkan Surat Keputusan/Peraturan Rektor mengenai Bantuan Keringanan UKT/SPP semester ini.

Dalam aksi ini massa aksi atau koordinator tidak terafiliasi dengan KAM-KAM yang ada. Mereka hanya menghubungi orang-orang PEMA, namun hari ini tidak ada kehadiran mereka.

“Sebisa mungkin aksi ini aksi mandiri, sehingga tidak ada patron atau apapun,” jelas Dios.


Kemudian di pertengahan aksi, Dewi salah satu staff biro rektorat datang menjumpai mahasiswa.

“Kapan ngasih suratnya? Hari Rabu? Ini hari Kamis, baru 1 hari. Belum dibaca Pak rektor suratnya,” terang Dewi dalam menjumpai mahasiswa

Setelah ditemui Dewi, mahasiswa melanjutkan aksi kembali. Tak lama kemudian, pihak keamanan dari gedung birek datang dan menjumpai mahasiswa

“Dek, Pak Rektor lagi kunjungan kerja, baru balek hari senin, surat kalian sudah diterima WR 2, Pak WR 2 juga minta nomor HP kalian untuk komunikasi,” jelas pihak keamanan pada massa aksi.

Namun, Dios dan massa aksi menolak memberikan nomor telepon dan memutuskan akan datang terus setiap hari sampai ada itikad baik pihak rektorat.

“Kami tidak akan memberikan nomor hp kami Pak, kami akan datang lagi hari Jumat dan Senin, menunggu itikad baik petinggi rektorat,” jawab Dios.

Ketika ditanyakan kabar dari WR 1 di mana, keamanan menyampaikan bahwa WR 1 masih dalam perjalanan ke USU.

Tak lama setelah aksi dilanjutkan kali ini massa aksi ditemui oleh WR 2, dan Joko dari Biro Keuangan. WR 2 dan Joko mendengarkan semua keluh kesah mahasiswa dan berjanji akan berusaha secepatnya dalam menyelesaikan persoalan yang ada.

“Kami akan selesaikan, karena kalian anak kami. Tapi kami bukan robot, terlebih Ibu WR 1 sedang sakit, tak mungkin kita telfon-telfon kan, jadi kita tunggu beliau sehat lah, ga sampe berminggu-minggu,” terang WR 2 pada mahasiswa.

WR 2 juga meyakinkan mahasiswa bahwa Rektor akan mengeluarkan kebijakan dan aturan terkait hal ini.

“Saya jamin seorang Muryanto Amin pasti tidak akan mengecewakan kalian, pasti akan dibuat kebijakan tentang hal itu,” ucapnya dalam aksi pada kamis tadi.

Setelah itu, aksi damai diberhentikan, ini ditandai dengan bubarnya massa aksi pada pukul 12.25 WIB. Secara keseluruhan Dios dan massa aksi tidak puas dengan penjelasan yang diberikan san menanti realisasi dari janji WR2 terkait hal ini.

“Secara keseluruhan kami tidak puas ya, mereka seakan tidak mengerti sistem mereka sendiri.”

“Kami akan menunggu dihari Jum’at dan Senin, jika hari Senin masalah khususnya billibg statement tak selesai, kami akan datang hari senin juga,” Jelasnya pada Suara USU.

Untuk update aksi damai, Dios menerangkan bahwa perkembangan dapat diakses di akun Instagram @semata.usu.

 

Redaktur: Putri Narsyla

Related posts

Adil Tak Adil Bantuan Biaya Pembelajaran Daring USU

redaksi

Kenalan dengan Arunika Simetrikal Yuk!

redaksi

USU E-Sports Open Recruitment, Berprestasi di Bidang Game

redaksi