SUARA USU
Kabar Kampus Kabar SUMUT

Angkat Isu Solar Sel, Tim Gantari USU Rengkuh Juara III di Kompetisi LKTIN Unsyiah

Suara USU, MEDAN. Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala bertema “Enhancing of Youth Innovation to Face the Modernization of Science and Technology” membawa berkah bagi tim Gantari Teknik Kimia Universitas Sumatera Utara.

Pasalnya dalam lomba ini mereka menyandang gelar juara III. Tim yang beranggotakan 3 orang ini, diantaranya yaitu Aravi Zalsa Ramadhan (Teknik Kimia 2020), Muhammad Rafli Derriansyah (Teknik Kimia 2019), dan Viqry Pramananda (Teknik Kimia 2017). Dan dosen pembimbing yaitu Ir. Erni Misran, S.T., M.T., Ph.D. Mengangkat subtema Renewable Energy dengan Judul paper “Sintesis Karbon Aktif Pelepah Kelapa Sawit Sebagai Material Counter Electrode Platina Pada Pembuatan Dye Sensitized Solar Cell”.

Melalui tahapan yang panjang yaitu: pendaftaran, seleksi abstrak, seleksi full paper, hingga sampai final tim Gantari menjelaskan proses yang panjang ini merupakan buah dari hasil perjuangan penelitian selama ini, dari tanggal 20 Agustus 2021-7 November 2021.

Selama penelitian berlangsung, menurut Viqry kendala yang dihadapi tim tidak terlalu berat, terlebih dengan hadirnya dukungan dari elemen dekanat, dosen dan beberapa fasilitas pendukung lainnya.

“Departemen Teknik Kimia mendukung penuh dalam rangka penelitian lomba seperti ini. Mulai dari dosen pembimbing, WD 1, serta kajur juga memberikan semangat. Fasilitas seperti lab pun juga terbuka luang mendukung setiap proses penelitian,” ungkap Viqry.

Ungkapan Viqry juga selaras dengan Rafli, mahasiswa berprestasi I FT USU. Rafli menambahkan bahwa yang paling menyulitkan di gelaran kali ini adalah proses pembuatan DSSC.

“Untuk duka nya, mungkin karena harus berjuang dengan bolak-balik ke lab sewaktu pembuatan DSSC,” tambah Rafli.

Aravi yang merupakan stambuk termuda di tim mengungkapkan bahwa kendala yang paling besar ia temui ada di domisilinya yang jauh dari kampus dan harus beberapa kali menempuh perjalanan jauh.

“Untuk kendala dari saya yaitu karena saya sedang tidak di Medan dan harus beberapa kali pulang balik ke Medan,” ucap mahasiswa yang berdomisili di Kisaran ini.

Berbekal semangat yang tinggi dan ide yang inovatif, tim Gantari pun memberikan secerca tips dan trik dalam mengikuti LKTI. Rafli memberikan tips bahwa dalam mengikuti lomba LKTI, pemilik ide pun harus kritis dalam mencari celah karyanya.

“Mahasiswa yang ingin mengikuti LKTI wajib kritis terhadap karya sendiri, mengalisa celah kekurangan ide, serta mempertanyakan kekuatan ide sendiri. Sumber pustaka yang digunakan usahakan selengkap dan sebaru mungkin. Dan terakhir, latihan presentasi se-intens mungkin dengan tim, karena jikalaupun ide nya bagus tapi pada saat presentasi nya tidak baik ,aksud dan tujuan ide nya tidak akan tersampaikan pada juri,” papar Rafli.

Aravi sendiri, menyampaikan bahwa ini adalah kali pertama dia mengikuti LKTI. Menurutnya, yang paling penting dalam LKTI adalah pengujian langsung dan studi literatur.

“Nah tips dari saya di paper nya sendiri kita nentuin itu dia pengujian langsung atau hanya studi literatur jadi saat presentasi itu kita tidak kebingungan jika ada pertanyaan seperti itu. Terus melakukan pengujian, tidak spek data karena akan berakibat fatal dan itu menjadi penilaian yang signifikan dari jurinya,” terangnya.

Viqry pun sepakat dengan Aravi. Menurutnya ada beberapa tambahan tips dalam mengikuti LKTI. Mulai dari menghasilkan Karya Tulis Ilmiah yang berbasis penelitian, kerja sama tim, hingga menggali potensi lokal yang ada di daerah kita sendiri.

“Nah ada beberapa hal yang perlu dicatat bagi teman teman yang mau ikutan LKTI. Pertama, selalu hasilkan KTI berbebasis penelitian (ada data primer yang diperoleh sendiri, bukan sekedar studi literatur). Ini untuk membantu mengasah research skill kita dan membuktikan apakah gagasan di KTI kita emang bisa dibuktikan apa engga. Kedua, kerja sama tim. Disini kita harus percaya sama kemampuan tim kita. Meskipun mungkin posisinya kita sebagai senior, bukan berarti kita tau semua. Bisa saja ada anggota tim yang lebih muda dari kita tapi punya pengetahuan/skill yang juga mumpuni. Jadi harus kolaboratif. Ketiga, usahakan untuk menggali potensi lokal daerah kita. Contohnya dalam penelitian ini kami pakai pelepah kelapa sawit yang notabene nya adalah potensi lokal Sumatera Utara,” sambung Viqry.

Rafli menutup dengan menyampaikan pesannya pada seluruh mahasiswa Universitas Sumatera Utara. Dimana lomba-lomba ilimiah ini yang mampu memaksimalkan potensi diri dan berkontribusi untuk bangsa dan tanah air.

“Lomba-lomba ilmiah seperti LKTI ini merupakan peluang untuk kita dapat memaksimalkan potensi diri dan juga berkontribusi terhadap bangsa. Harapannya ide-ide yang di gagaskan menjadi KTI terus diperjuangkan agar dapat di implementasikan. Tidak hanya berhenti menjadi KTI. Setiap mahasiswa memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, lomba-lomba keilmiahan seperti inilah yang menjadi wadah untuk menyalurkannya,” papar Rafli

Viqry juga menambahkan bahwa mahasiswa USU tak boleh berkecil hati apalagi minder. Viqry juga mengingatkan kepada mahasiswa USU agar selektif dalam mengikuti perlombaan karena diluar sana ada banyak ajang perlombaan predator yang hanya menginginkan uang.

“Tetap semangat untuk semua mahasiswa USU. Jangan minder dengan kampus-kampus lain karena sudah banyak bukti kalau kita bisa sejajar dengan mereka. Tetap selektif memilih ajang perlombaan, jangan sembarang ikutan karena banyak event predator dengan embel-embel internasional di luar sana yang tidak memberikan esensi penelitian ke kita,” pungkasnya.

Redaktur: Muhammad Fadhlan Amri


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Menuju Indonesia Emas 2045, IMK FMIPA USU Gelar Webinar Bertajuk Optimalisasi SDGs

redaksi

Adakan Seminar Nasional, USU Sosialisasikan Implementasi NIK menjadi NPWP

redaksi

Implementasi Nilai – nilai Pancasila dalam Kehidupan Generasi Z di Era Globalisasi

redaksi