Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Kabar Kampus

Asusco 2020: Dari Barcode Pohon Mangrove Hingga Feses Sapi Pengganti Aki

 

Ikatan Mahasiswa Peternakan (Imapet) USU pada 05-06 September lalu, telah menggelar kompetisi karya tulis ilmiah bertajuk Animal Science USU Competition (ASUSCo).

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan ASUSCo kali ini dilaksanakan secara daring.

Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan; mulai dari tahap abstrak, tahap full paper dan tahap grand final. Lomba yang diikuti lebih dari 50 team dari berbagai daerah di Indonesia ini kemudian diseleksi hingga menghasilkan 10 finalis akhir.

“Mulanya kegiatan ini direncanakan secara offline (tatap muka). Karena Covid-19 kegiatan ini harus dilakukan secara online (daring). Namun, ini tidak menjadi penghalang bagi kita dalam menjalin silaturahmi antara Universitas Sumatera Utara dgn Universitas yang ada di seluruh Indonesia terkhusus 10 Finalis LKTIN ASUSCo 2020.” ungkap Ketua Panitia ASUSCo 2020, Muheri Indra Aja Nasution.

Menurut Muheri, kendala terbesar yang dihadapi dalam melaksanakan lomba secara daring yaitu kondisi jaringan dan penggunaan kuota internet yang banyak. Namun menurutnya, hal itu tak menyurutkan semangat panitia dan peserta.

Pada pengumuman pemenang ASUSCo tahun ini, Universitas Lambung Mangkurat keluar sebagai juara I, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai juara II, Universitas Negeri Semarang sebagai juara III, dan Universitas Perjuangan Tasikmalaya sebagai best presentation.

Juara satu ASUSco, Universitas Lambung Mangkurat, menceritakan kemunculan ide E-Pocer Monster (Ekowisata Pondok Cerdas Mangrove Center) berbasis Konservasi Mangrove Rambai (Sonneratia caseolaris) di Pulau Curiak, Kalimantan Selatan. Kata salah satu perwakilan tim itu, ide tersebut berawal dari hasil diskusi para anggota bersama pembina mereka yang merupakan penggiat lingkungan terutama dalam pelestarian Bekantan.

Salah satu ide cemerlang dari karya mereka yaitu adanya pepohonan yang diberi barcode untuk mempermudah wisatawan dalam mengetahui atau mengidentifikasi pohon yang ada. Selain untuk wisatawan, ekowisata ini juga diperuntukkan bagi peneliti yang tidak hanya berasal dari Indonesia tetapi juga manca negara.

Sementara itu, dewan juri ASUSco tahun ini, Galih Ari Wirawan Siregar mengungkapkan pendapatnya mengenai ASUSco 2020 ini. Menurutnya, kegiatan seperti ASUSco harus sering dilakukan karena berdampak baik.

“Menurut saya sebagai juri ASUSCo, kita patut bersyukur acara ini dapat terlaksana, sungguh kemajuan yang positif, bagi diri saya sendiri dan bagi panitia dan peserta lainnya. Mengenai karya-karya peserta bagus-bagus dan terlihat tren yg meningkat terhadap konten-konten tulisan ilmiahnya,” papar Galih.

Dalam perlombaan tersebut, salah satu karya yang mendapat sorotan adalah dari mahasiswa Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Mereka yang mendapat penghargaan best presentation itu, membawakan karya tentang teknologi pemanfaatan feses sapi sebagai pengganti aki sepeda motor.

Penulis : Saraswani Al Safina dan Dinda Soraya
Editor: Kurniadi

Related posts

Sah, Rizky-Anas Terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden yang Diakui Rektorat

redaksi

USU Layak Bangga, Lima Mahasiswa FEB ini Raih Prestasi Internasional!

redaksi

Adil Tak Adil Bantuan Biaya Pembelajaran Daring USU

redaksi