SUARA USU
Featured

Belum Mendapat Dukungan, Tim @mengajardidesa.id Gencar Kolaborasi

Penulis : Salsabila

SUARA USU, Medan. Hampir satu tahun sudah pandemi membersamai kehidupan kita. Memberi jarak dan ruang untuk tidak bertemu secara langsung. Sistem kehidupan pun beralih mengejar kemajuan teknologi lalu menjadi ketergantungan. Salah satu aspek kehidupan yang turut terdampak luar biasa adalah pendidikan.

Di saat pemerintah sedang memperbaiki sistem pendidikan secara online, sekelompok mahasiswa USU bergerak melakukan kegiatan pengabdian ke desa tersul yang terletak di Desa Ndeskati, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Atas dasar minimnya pendidikan yang layak di desa tersebut maka dibuatlah kegiatan ini dengan tujuan untuk memajukan desa serta memberi pendidikan yang baik untuk anak-anak yang ada di sana. Tidak hanya fokus meningkatkan pendidikan anak-anak Ndeskati saja, Bangun sebagai ketua Smart Generation Community (SGC) USU mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa SGC juga untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Ndeskati khususnya kopi sebagai hasil ladang mereka.

Sebagai wujud rasa kemanusiaan, SGC menciptakan kegiatan kemanusiaan yang disebut juga dengan “@mengajardidesa.id”. Kegiatan ini sudah dimulai sejak bulan November 2020 lalu dan masih berlangsung hingga Februari saat ini.

Tak hanya membantu anak-anak yang ingin belajar, mereka juga membantu mengumpulkan dana untuk mendirikan madrasah, mengajar mengaji dan membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar dengan mengolah produk kopi. Dengan harapan produk tersebut dapat didistribusikan secara internasinonal.

Menurut keterangan Bayu di Ndeskati masih banyak anak-anak  yang belum bisa mengaji.

“Banyak anak-anak dan remaja yang belum bisa baca Al-Quran. Dari 25 remaja hanya sekitar 5 yang bisa baca Quran” ujar pemimpin kegiatan itu.

Untuk melaksanakan semua kegiatan ini, tim @mengajardidesa.id  mengumpulkan dana dari hasil usaha mereka sendiri. Ada dua cara pengumpulan dana pertama dengan melakukan aksi dana pribadi. Salah satunya dengan menjual produk olahan ubi dari Desa Ndeskati yang diolah sendiri oleh volunteer. Kemudian mereka juga berkolaborasi dengan organisasi kerelawanan lain untuk mengumpulkan donasi.

Menurut pengakuan Bayu program ini belum mendapatkan dukungan apapun dari kampus. Pihak rektorat USU juga belum memberi perhatian lebih kepada kegiatan ini.

“Kemarin kita udah ngajukan permohonan dana tapi nggak di setujui sama pihak rektorat” ungkapnya.

Meskipun telah mendapatkan dukungan dari beberapa pihak  tidak menutup kemungkinan bahwa mereka juga membutuhkan bantuan dari pihak rektorat USU untuk berjalannya kegiatan ini.

Mereka berharap kegiatan @mengajardidesa.id ini bisa berjalan dengan baik dan mendapat banyak bantuan dari pihak manapun. Sehingga anak-anak desa Ndeskati bisa mengamalkan nilai-nilai kebaikan agama dengan sempurna.

Harapan besar lainnya dari kegiatan ini adalah nantinya masyarakat mampu mengolah produk kopi secara individu hingga pendapatan pun dapat meningkat.

“Harapannya juga kita meningkatkan kolaborasi dari semua pihak agar program yang sudah dimulai dari bulan November ini bisa terus berjalan terutama kolaborasi dengan pihak Rektorat USU” tutup Bayu.

Redaktur : Melisa Rh

Related posts

Perempuan Hari Ini, Komunitas untuk Membangun dan Mencapai Kesetaraan Gender!

redaksi

Winda Coffee Studio,Tempat Nongkrong untuk Semua Generasi

redaksi

The Father: Film Sederhana dan Hangat, Namun Ambisius

redaksi