
Oleh: Syafira Sari
Di relung waktu yang terus berlari
Kukecup sunyi, menakar makna
Bukan hanya menjemput hari
Aku turut meraba tanya, apa arti semua?
Di balik senyum yang sering retak,
kutulis doa di dinding senja
Bukan sekadar cepat atau lambat tapak
Namun kemana hati hendak singgah dan bersua
Kadang langkah hilang arah
Tersesat di kabut ego dan luka
Namun usia tetap memanggil pasrah
Menggamit jiwa ‘tuk menguar tanya, untuk siapa semua ini ada?
Hingga di ujung napas yang kian renta,
kusadari makna tak selalu di puncak tertinggi
Melainkan pada jejak-jejak yang pernah kucipta
Lalu dalam harapan yang diam-diam menemaniku pergi
Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah
Leave a comment