SUARA USU
Uncategorized

Darurat Menghitung, Rensina Griselda Mahasiswa Kesejahteraan Sosial FISIP USU Ajarkan Berhitung dengan Metode Asyik di SDN 060894 Medan Baru

Penulis: Rensina Griselda

Berhitung merupakan salah satu pengetahuan dasar yang harus didapatkan oleh generasi bangsa yang masih duduk di bangku sekolah. Kemampuan berhitung ini berguna untuk melatih penalaran umum anak dalam menghadapi suatu masalah dan anak dapat mengolah informasi dan data yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Contoh penerapannya seperti ketika anak sedang pergi ke warung klontong dan harus berhadapan dengan pedagang mengenai harga suatu barang. Pada saat itu, harus dihitung berapa jumlah kembalian uang yang harus diterima agar tidak terjadi kesalahan.

Namun, terdapat tantangan  di masa sekarang ini terutama akibat dampak dari pembelajaran online sejak masa pandemic covid-19 ini membuat siswa tidak memahami begitu jelas sehingga materi pelajaran yang diterima tidak maksimal yang mengakibatkan kemampuan berhitung anak-anak kurang.

 

Oleh karena itu, Rensina Griselda (200902071) yang merupakan mahasiswa Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara melakukan program Kampus Mengajar MBKM (Praktik Kerja Lapangan I) di SDN 060894 Jl. Rebab, Medan Baru, dengan tujuan menanamkan pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berhitung bagi siswa di sekolah tersebut. Program Kampus Mengajar ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan yakni, Ibu Berlianti, S.Sos, M.SP, Guru Pamong Sekolah Florida Ginting, S.Pd dan dimonitor oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah yaitu Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos, M.Kessos.

Program ini berjalan kurang lebih selama 4 bulan sejak bulan Maret – Juni 2023. Rensina menuturkan bahwa di bulan Maret berfokus pada menanamkan mindset kepada siswa bahwa pelajaran berhitung dalam Matematika merupakan pelajaran yang menyenangkan. Mulai dari mengajarkan lewat video animasi, serta pembahasan latihan soal matematika. Hal ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman siswa bahwa matematika itu mudah jika sering berlatih dan paham mengenai konsep dan bukan hanya sekedar hapalan. Dilanjutkan pertemuan selanjutnya hingga project ini selesai, Rensina berfokus untuk meningkatkan serta mengevaluasi materi yang telah disampaikan kepada anak-anak, untuk melihat apakah ada perubahan peningkatan atau tidak ada.

Oleh karena itu, Rensina melakukan mini project untuk melihat perbedaan setelah penerapan metode asyik berhitung kepada siswa. Rensina juga memilih beberapa anak sebagai kliennya yang menurut wali kelasnya cukup kurang dalam menghitung.  Oleh karena itu, Rensina berusaha menyelesaikan permasalahan yang dimiliki siswa tersebut dengan metode casework yang terdiri dari tahapan :

  1. Engagement, Intake, Contract: pada tahapan ini diawali dengan pendekatan terhadap klien, penjelasan maksud dan tujuan dan melakukan kesepakatan kontrak antara klien dan pekerja sosial.
  2. Assessment: pada tahapan ini menganalisis lebih dalam permasalahan klien. Penulis menggunakan tools diagram venn untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada pada klien. Dari hasil wawancara yang dilakukan klien dengan penulis, siswa tersebut menurut mereka matematika terlalu rumit dan tidak mudah dipahami
  3. Planning atau perencanaan: tahapan ini melakukan rencana strategi yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah klien. Dalam tahap ini, penulis bersama klien saling bekerja sama untuk mencari rencana apa yang tepat digunakan untuk membantu siswa meningkatkan pengetahuan matematika
  4. Intervensi: tahapan ini ialah penjelasan program yang akan dilakukan oleh klien. Program yang akan dijalankan oleh siswa terdiri dari berlatih soal, terbiasa menghitung banyaknya jumlah lewat lingkungan sekitar, menanamkan konsep cara cepat dalam beberapa materi Cara yang dilakukan penulis antara lain dengan anak-anak menonton video animasi menjelaskan bagaimana penyelesaian soal-soal tersebut.
  5. Monitoring: pada tahapan ini, penulis melihat dan mengawasi sudah sejauh mana perkembangan yang terjadi pada klien. Dalam beberapa pertemuan yang dilakukan, sudah ada sedikit demi sedikit perkembangan yang terjadi pada siswa, seperti mulai terbiasa menghitung cepat, jumlah menjawab soal dengan benar dalam beberapa soal latihan, percaya diri untuk menjawab soal di papan tulis, serta menjadi tutor sebaya kepada teman sebangkunya
  6. Evaluasi: tahapan ini melakukan evaluasi, penilaian serta pemantauan terhadap klien. Penulis merasa perkembangan yang cukup baik dalam siswa. Mereka lebih cepat dalam menjawab soal-soal dan walaupun masih ada beberapa salah, tapi proses mereka belajar sangat baik.
  7. Terminasi: tahap pemutusan atau pemberhentian proses bantuan pekerja sosial dengan klien agar tidak menimbulkan ketergantungan klien. Dalam tahap ini, penulis menghentikan atau memutuskan proses bantuan kepada anak-anak panti karena perubahan yang terjadi sudah berkembang dengan baik dan mampu melakukan sendiri tanpa bantuan bimbingan dari penulis.

Rensina berharap, berjalannya program kampus mengajar ini dapat menjadi gebrakan baru di dunia pendidikan untuk mengejar ketertinggalan demi mempersiapkan generasi bangsa yang lebih baik lagi.

Redaktur: Grace Silva

Related posts

Pentingnya Upaya Mahasiswa dalam Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan

redaksi

Penerapan Strategi Harga pada Grama Sphere

redaksi

Radikalisme di Dunia Pendidikan

redaksi