Home Puisi Di Bumi, Kita Bernaung Bersama
PuisiSastra

Di Bumi, Kita Bernaung Bersama

Share

Oleh: Tania Renata Panjaitan

Denyut alam berhenti

Meruntuhkan papan yang dinaungi insan yang disebut-sebut mulia

Matilah kita, mati!

Telah digaungkan ibu pertiwi murkanya

Dalam panggung kehidupan, rimba menaungi fauna

Lalu, si pencuri datang

dan hilanglah alas pijak mereka

Dicuri oleh mereka yang merasa tuan

Di atas tanah yang satu, ada yang bertumbuh tanpa malu-malu

Sang flora yang layak merekah

Lalu, si pembunuh datang

Kapak ditancapkan seolah batang-batang tak punya detak kehidupan 

Jiwa sesama yang terenggut,

fauna yang kehilangan rumah,

dan flora yang mati sia-sia,

adalah seni dari keserakahan kita

Sungguh dalam jejak hidup manusia,

akan selalu ada persimpangan pilihan 

Menjadi pendengar yang awas atau tuli

Menghargai atau menjadi pembunuh keji

Manusia bukanlah satu-satunya pusat dunia

Kita berbagi ruang

Kita hidup selaras dan berdampingan

Dicipta Tuhan untuk saling menautkan keberadaan

Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.