Oleh: Joyce N. Simanjuntak, Alya Zahra, Adriel Enda H. Tarigan, Nia Aprilia Putri, Putri Azla Khairunisa, Ianvan Moris Sinaga
Suara USU, Medan. Kesadaran masyarakat terhadap lingkungan mendorong pelaku usaha untuk mengadopsi strategi bisnis berkelanjutan. Fore Coffee, sebagai salah satu UMKM di bidang food and beverage, menjadi contoh bagaimana praktik green marketing mampu memengaruhi perilaku konsumen, khususnya generasi muda di Kota Medan.
Melalui penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis FISIP USU terhadap konsumen Fore Coffee cabang Iskandar Muda, ditemukan bahwa pendekatan green marketing yang diterapkan perusahaan memiliki dampak positif terhadap keputusan pembelian. Sebanyak 100 responden berpartisipasi dalam survei ini, dengan mayoritas berada dalam rentang usia 15–30 tahun dan memiliki tingkat pengeluaran menengah.
Fore Coffee menerapkan strategi green marketing dengan menggunakan bahan baku lokal dan ramah lingkungan, mengaplikasikan kemasan yang dapat didaur ulang seperti compostable packaging berbahan dasar singkong, serta menyediakan tumbler dan kemasan ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Selain itu, perusahaan mendesain interior toko dengan material ramah lingkungan dan menjalankan program daur ulang limbah kopi bersama petani urban. Kampanye dan komunikasi merek yang menekankan nilai keberlanjutan serta edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian dari strategi ini, demi meningkatkan kesadaran ekologis dan memperkuat citra perusahaan sebagai bisnis yang peduli terhadap lingkungan dan sosial.
Penelitian ini menyoroti empat elemen utama dalam green marketing, yaitu green product, green price, green place, dan green promotion. Keempatnya menunjukkan pengaruh terhadap minat beli konsumen, terutama pada aspek produk dan lokasi gerai yang mendukung suasana nyaman dan nilai keberlanjutan. Meski demikian, promosi dan edukasi tentang nilai-nilai lingkungan dinilai masih perlu ditingkatkan agar pesan perusahaan tersampaikan lebih maksimal kepada publik.

Dari hasil analisis regresi, diketahui bahwa variabel green marketing berkontribusi sebesar 48,7% terhadap keputusan pembelian. Temuan ini mencerminkan bahwa strategi berbasis keberlanjutan bukan sekadar tren, tetapi telah menjadi preferensi konsumen modern yang mulai menempatkan nilai lingkungan sejajar dengan harga dan kualitas produk.
Penerapan green marketing oleh Fore Coffee tidak hanya memperkuat posisi mereka dalam persaingan industri kopi, tetapi juga menjadi model yang dapat ditiru oleh pelaku UMKM lainnya. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi bisnis F&B yang ingin mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam operasional mereka, serta sebagai bukti bahwa kepedulian lingkungan dapat berjalan seiring dengan keberhasilan bisnis.
Artikel ini adalah publikasi tugas Mata Kuliah Marketing Management dengan Dosen Pengampu Bapak Onan Marakali Siregar, S.Sos., M.Si dan Ummi Salamah Sitorus, S.AB., M.MM.
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment