
Reporter: Yolanda Febriana Sinaga
Suara USU, Medan. Ikatan Mahasiswa Kimia (IMK) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara (USU) resmi melantik pengurus periode 2025/2026 pada Jumat (22/8/2025). Pelantikan itu menandai dimulainya kepengurusan baru di bawah komando Asril Milliyandi Siddik sebagai Ketua dan Verianto Pakpahan sebagai Wakil Ketua HIMA Kimia periode 2025/2026.
Dalam wawancara bersama Suara USU, Asril Milliyandi Siddik selaku Ketua HIMA Kimia yang telah dilantik menyampaikan bahwa kepengurusan tahun ini beranggotakan sekitar 80 hingga 85 orang. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari lebih 90 mahasiswa yang mendaftar untuk bergabung. “Kemarin ada sekitar 90-an pendaftar. Setelah seleksi, yang diterima itu sekitar 80 sampai 85 orang,” ujarnya. Ia menambahkan, berbeda dengan himpunan mahasiswa lain yang menggunakan nama kabinet, IMK tidak mengusung konsep tersebut. Kepengurusan hanya dikenal dengan nama Ikatan Mahasiswa Kimia tanpa label kabinet tertentu.
Pelantikan yang berlangsung dihadiri oleh seluruh pengurus baru, pembina IMK, Ketua Program Studi S1 Kimia, serta Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) sekawasan FMIPA USU. Dalam kepemimpinan perdananya, Asril menekankan pentingnya mewujudkan IMK sebagai wadah berekspresi, berinovasi, dan memperkuat rasa kebersamaan antarmahasiswa kimia. “Setiap mahasiswa pasti punya ide-ide kreatif. Sayang sekali kalau tidak ada ruang untuk menyalurkannya. Jadi IMK hadir untuk mewadahi ide-ide itu,” jelasnya.
Selain mendorong inovasi, misi utama IMK adalah mengembangkan minat dan bakat mahasiswa kimia. Asril mengatakan bahwa organisasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah aspirasi, tetapi juga harus mampu menstimulasi kreativitas anggotanya agar memberikan kontribusi nyata bagi kampus maupun masyarakat. Ia berharap mahasiswa kimia bisa lebih berani menunjukkan kemampuan melalui kegiatan-kegiatan yang dirancang kepengurusan baru.
Meski program kerja belum sepenuhnya disusun, Asril menegaskan salah satu prioritas utamanya adalah pelatihan dan mentoring Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Tradisi mahasiswa kimia USU yang hampir setiap tahun berhasil lolos pendanaan bahkan hingga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) menjadi alasan pentingnya keberlanjutan program ini. “Kami ingin budaya itu tetap dipertahankan dan kalau bisa ditingkatkan lagi. Nantinya alumni PKM yang pernah lolos pendanaan atau PIMNAS akan menjadi mentor bagi mahasiswa yang baru mau mencoba,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan PKM, IMK juga menekankan agar mahasiswa kimia dapat berperan sebagai ketua dalam tim, bukan hanya sebagai anggota. Menurut Asril, hal ini penting agar mahasiswa kimia memiliki posisi strategis dalam pengembangan ide-ide yang diajukan. Meski begitu, ia tetap membuka peluang bagi mahasiswa yang tidak menjadi ketua untuk berpartisipasi dalam workshop maupun pelatihan PKM.
Mengenai tantangan yang akan dihadapi, Asril mengakui bahwa hambatan terbesar justru datang dari dirinya sendiri. “Tantangan terbesarnya ada di diri saya sendiri, karena ini pertama kalinya saya memimpin sebuah organisasi. Jadi ini memicu keberanian dan tanggung jawab saya,” tuturnya. Untuk menjaga solidaritas antarpengurus, ia berencana mengadakan program kolaborasi lintas divisi. Dengan enam divisi yang ada di IMK, setiap kegiatan akan dirancang agar melibatkan lebih dari satu divisi sehingga tercipta ikatan yang kuat antarpengurus.
Tidak hanya fokus ke internal, IMK juga membuka peluang menjalin kerja sama dengan himpunan lain di lingkungan FMIPA maupun lintas fakultas. Asril menuturkan bahwa kerja sama dengan organisasi lain sebelumnya pernah dilakukan ketika dirinya menjabat sebagai koordinator divisi informasi dan komunikasi. Saat itu, IMK berhasil bermitra dengan himpunan mahasiswa dari universitas di Jawa melalui media partner. Ia menegaskan bahwa peluang untuk berkolaborasi semacam ini tetap terbuka di masa kepengurusannya, bergantung pada situasi dan kebutuhan organisasi.
Asril juga menyampaikan pesan kepada seluruh mahasiswa kimia agar mendukung program-program IMK ke depan. Ia berharap kepengurusan periode 2025/2026 bisa membawa IMK lebih baik dibanding periode sebelumnya. “Meskipun periode lalu sudah baik, kami harus tetap meningkatkan apa yang perlu ditingkatkan dan mempertahankan yang sudah baik,” katanya. Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa kimia, ia berharap organisasi juga mampu memperkaya wawasan dan pengalaman para pengurus. “Semoga pengurus tahun ini bisa menambah wawasannya, menambah pengalaman, serta jam terbangnya dalam berorganisasi,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai hal paling berharga yang ingin ia tinggalkan setelah masa jabatannya berakhir, Asril menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan. “Kalau bisa, kebersamaan itu jangan sampai hilang dan tetap terjaga dari generasi ke generasi,” pungkasnya.
Dengan dilantiknya pengurus baru, IMK FMIPA USU periode 2025/2026 diharapkan dapat menjadi wadah yang tidak hanya menumbuhkan solidaritas, tetapi juga memacu kreativitas, prestasi, serta kontribusi nyata mahasiswa kimia di tingkat lokal maupun nasional.
Redaktur: Alicia Reylina
Leave a comment