SUARA USU
Uncategorized

Implementasi HCM pada Organisasi Baru

Sumber foto: kompas.com

Penulis: Eka Risliza Hutabarat/Andriani Safirah/Abdul Aziz Nasution/M Daffa Aqila 

Suara USU, Medan. Memasuki abad 21 ini persaingan di semua sektor semakin ketat. Untuk memenangkannya, setiap organisasi, sektor privat maupun publik harus memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage) tertentu dibandingkan dengan organisasi lainnya. Keunggulan ini dapat dibentuk melalui berbagai cara, seperti menciptakan produk dengan desain yang unik, penggunaan teknologi modern, desain organisasi, dan yang terpenting adalah Human Capital Management (HCM) secara efektif. Produk yang dimaksud disini tentunya tidak hanya berupa barang yang tangible tetapi juga jasa atau layanan yang intangible.

Lantas Bagaimana Implementasi yang Tepat Human Capital Management (HCM) pada Organisasi Baru?

Human capital diartikan sebagai manusia itu sendiri yang secara personal dipinjamkan kepada perusahaan dengan kapabilitas individunya, komitmen, pengetahuan, dan pengalaman pribadi. Walaupun tidak semata-mata dilihat dari individual tapi juga sebagai tim kerja yang memiliki hubungan pribadi baik di dalam maupun luar perusahaan (Stewart 1997 dalam Totanan 2004).

Menurut Becker, Human Capital artinya bahwa manusia bukan sekadar sumber daya namun merupakan modal (capital) yang menghasilkan pengembalian (return), dan setiap pengeluaran yang dilakukan dalam rangka mengembangkan kualitas dan kuantitas modal tersebut merupakan kegiatan investasi. Investasi di sini merupakan keuntungan di masa yang akan datang dari beberapa modal Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimaksimalkan di masa sekarang.

Konsep Human Capital Mangement (HCM) sendiri merupakan pendekatan strategis manajemen sumber daya manusia yang berfokus pada ilmu pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan kapasitasnya dalam pengembangan dan inovasi yang dimiliki oleh orang-orang dalam suatu organisasi (Baron dan Armstrong, 2008), konsep Human Capital Management (HCM) ini digunakan untuk mengelola sumber daya manusia tersebut, karena setiap organisasi dibutuhkan manajemen yang baik untuk mengelola segala aspek yang ada di dalamnya, termasuk Sumber Daya Manusia (SDM). Organisasi yang baik akan muncul dari sistem pengelolaan SDM yang benar sehingga mampu menghasilkan kualitas atau hasil yang baik dari kinerja organisasi tersebut.

Aspek Dasar Implementasi HCM yang Tepat:

  • Pola Rekruitment Anggota didasarkan atas pertimbangan: pertama, kebutuhan minimal ketercukupan setiap satu kegiatan organisasi, sehingga secara bertahap mencapai rasio ideal; kedua, perilaku dan performance anggota/karyawan di depan maupun di luar umum; ketiga, komitmennya terhadap organisasi/institusi.
  • Penilaian Kerja atau Tanggung Jawab adalah usaha untuk mendapatkan informasi kuantitatif tentang kualitas kompetensi dan motivasi anggota. Dalam hal ini kinerja setiap anggota harus diperhatikan dengan besaran tanggung jawab yang dilakukan, maka hal tersebut dapat meningkat kualitas organisasi untuk mencapai tujuan/visi & misi bersama.
  • Pendidikan dan Pelatihan yang digunakan guna untuk menambah wawasan anggota menjadi lebih luas dan menambah kepekaan sosial demi meningkatkan kualitas organisasi yang dibentuk, misalnya berupa seminar maupun perjalanan bansos dalam tim.
  • Kesejahteraan Anggota, demi terbangunnya komitmen sesama anggota agar selalu memberikan kontribusi terbaiknya, maka setiap organisasi harus berusaha untuk selalu mencurahkan kepedulian terhadap kesejahteraan anggotanya masing-masing dengan menjalankan program–program kesejahteraan anggota yang telah disepakati bersama seperti peningkatan jabatan, kenyamanan berpendapat, dan lain sebagainya.

Aspek-aspek di atas harus diterapkan dalam pembentukan organisasi baru karena mampu menciptakan organisasi yang berkualitas dan berjalan sesuai dengan tujuan yang dimiliki sejak awal pembentukan organisasi tersebut.

Artikel ini merupakan publikasi tugas mata kuliah Human Capital Management dengan Dosen Pengampu: Dr. Audia Junita, S.Sos., M.si

Redaktur: Yohana Situmorang


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Memahami Peran Konselor Adiksi dan Pekerja Sosial dalam Proses Rehabilitasi di Panti Rehabilitasi Narkoba

redaksi

Pengaruh Globalisasi Terhadap Gotong Royong Di Suatu Wilayah

redaksi

Analisis Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Meningkatkan Kesadaran Siswa Terhadap Dampak Negatif Hoax Pada Era Digital

redaksi