SUARA USU
Buku

Jakarta Sebelum Pagi, Tiga Individu dengan Latar Belakang Berbeda Berusaha Memecahkan Sebuah Misteri

Oleh : Viona Maharani

Suara USU, Medan. “Jam tiga dini hari, sweter, dan jalanan yang gelap dan sepi… Ada peta, petunjuk; dan Jakarta menjadi tempat yang belum pernah kami datangi sebelumnya.”

Jakarta Sebelum Pagi merupakan karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. penulis kelahiran 10 Oktober 1993 memenangkan sayembara DKJ (Dewan Kesenian Jakarta) tahun 2014 dan tahun 2016. Buku dengan sampul bewarna biru ini mempunyai cerita yang unik karena jalan ceritanya yang tidak biasa.

Emina, tokoh utama perempuan, mendapat kiriman bunga setiap hari ke balkon apartemennya. Anonim dan tanpa pesan pula.

Dibaluti rasa penasaran yang tak kunjung padam, akhirnya Emina pergi mengunjungi toko bunga; karena ia berpikir bahwa stalker tersebut tentu saja mengunjungi toko bunga dekat apartemennya untuk menerbangkan balon beserta bunga tersebut. Diceritakan bahwa ia bertemu dengan Suki, pemiik toko bunga, namun Suki tidak menjawab rasa penasaran Emina.

Maka malam itu, Ketika pintu lift terbuka, Emina mengambil sepuluh Langkah. Berdiri di depan kamar ‘MF908’. Kamar sang stalker. Hasil yang ia dapat lagi-lagi sia-sia. Tidak ada orang yang keluar dari kamar tersebut, melainkan hanya suara orang terjatuh dan tidak berapa lama Suki muncul dengan tergesa-gesa. Keesokan harinya akhirnya Suki menjelaskan mengenai stalker tersebut. Abel fergani : fobia sentuhan dan suara, serta anak korban perang saudara Aljazair.

Satu masalah terpecahkan. Emina akhirnya tahu bahwa sang stalker adalah Abel. Keduanya ternyata sudah kenal lama. Kakek angkat Abel adalah tetangga Emina di rumahnya bersama para jompo (panggilan untuk kediaman neneknya). Abel dan Emina lalu berusaha memecahkan maksud dari setiap surat yang ada di halaman belakang buku Pak Meneer, kakek Abel. Jam tiga dini hari merupakan waktu yang tepat untuk mereka menelusuri semua tempat-tempat yang ditulis. Perjalanan panjang keduanya akhirnya membuahkan hasil. Dengan waktu yang tidak sebentar, Abel dan Emina dapat mengetahui maksud dari kumpulan petunjuk misterius itu.

Emina dengan sifat kekanak-kanakannya, Abel dengan fobia yang tidak biasa, Suki si gadis dua belas tahun yang memiliki cara berpikir tidak seperti seusianya, dan Pak Meneer dengan rahasia besar yang selama ini hanya ia simpan untuk dirinya sendiri Buku ini mendapatkan rating 4,3/5 di goodreads, situs yang biasa digunakan untuk mereview semua genre buku. Namun, sayangnya novel ini sudah tidak cetak ulang lagi.

Redaktur : Valeshia Trevana


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Beristirahat Ketika Lelah, Bersama Buku “Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah”

redaksi

Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta

redaksi

Anak Rantau: Petualangan Mencari Ilmu dan Memaknai Kata Dewasa

redaksi