SUARA USU
Featured Kabar Kampus Kabar SUMUT

Kolaborasi Penerapan Therapeutic Community (TC) dan Narcotic Anonymous (NA) sebagai Metode Efektif dalam Proses Pemulihan Residen di Yayasan Rehabilitasi Narkoba Mutiara Abadi Binjai, Provinsi Sumatera Utara

Suara USU, MEDAN. Case Methode (Metode Kasus) merupakan suatu desain pembelajaran berbasis tingkat satuan pendidikan metode ini berbentuk penjelasan tentang masalah, kejadian atau situasi tertentu, kemudian mahasiswa ditugasi mencari alternatif pemecahannya kemudian metode ini dapat juga digunakan untuk mengembangkan berpikir kritis dan menemukan solusi baru dari sutu topik yang dipecahkan. (Yamin, 2007: 156).

Yayasan Rehabilitasi Narkoba Mutiara Abadi Binjai  menggunakan dua metode utama yaitu Therapeutic Community dan Narcotic Anonymous, dimana 80% menggunakan metode Therapeutic Community (TC). Pada mata kuliah Penyalahgunaan NAPZA, dalam hal ini mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP USU, Wanur Dillah (190902047), bersama dengan rekan satu kelompok Emmy Silvia Br Tarigan (190902045), Agung Gumelar (190902035), dan Maswandhani Destriando (190902001) melakukan analisis berupa observasi di Yayasan Rehabilitasi Narkoba Mutiara Binjai yang terletak di Jl. Jendral Gatot Subroto No 219, Bandar Senembah, Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara. Pembimbing pada mata kuliah ini merupakan sekretaris Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP USU, Fajar Utama Ritonga, S.Sos, M.Kessos.

Dari hasil studi lapangan yang dilakukan pada Kamis, 24 Maret 2022, diperoleh informasi dari seorang Program Manajer Firdaus Tarigan, S.Pd yang juga merupakan seorang mantan pecandu , bahwasannya Yayasan Rehabilitasi Narkoba Mutiara Abadi Binjai didirikan pada 2015 dan diresmikan pada 2016. Dimana residen berasal darikesadaran diri si individu, diserahkan oleh keluarganya dan titipan dari Polres sampai menunggu keputusan pengadilan. Jumlah residen yang sedang melakukan proses rehabilitasi dan mengikuti program 9 orang. Sedangkan pecandu yang masih berada di ruangan detoxifikasi berjumlah 15 orang.

Yayasan Rehabilitasi Mutiara Abadi Binjai dominan menggunakan metode Therapeutic Community dimana dalam metode ini segala aktivitas residen dilakukan secara terstruktur dan terjadwal. Hal ini dilakukan guna memangkas tingkah laku yang tidak baik.

Penggunaan metode Therapeutic Community (TC) ini dianggap lebih efektif dalam proses pemulihan residen sehingga banyak Panti Rehabilitasi di Indonesia menggunakannya. Selain metode yang telah disebutkan diatas, Yayasan Rehabilitasi Narkoba Mutiara Abadi Binjai juga mengadopsi metode Narcotic Anonymous. Pemakaian metode Narcotic Anonymous ini dilaksanakan ketika residen sudah pulih dari ketergantungan narkoba. Kemudian, mereka yang telah pulih melakukan meeting bersama mantan residen lain yang berada di suatu komunitas.

Konsep dasar Therapeutic Comunity (TC) sangat menekankan pada perilaku dan tingkah laku para residen. ini sesuai dengan empat struktur program dalam metode TC yakni behavior management shaping dan emotional and psyhological yaitu pembentukan dan pemangkasan tingkah laku sehingga terbentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai, norma-norma kehidupan masyarakat dan perubahan tingkah laku yang diarahkan pada peningkatan kemampuan penyesuain diri secara emosional dan psikologis.

Baik dari kesopanan kepada diri sendiri sampai dengan bagaimana kesopanan kepada orang lain di ubah untuk mengembalikan kepercayaan diri residen kepada orang tua dan lingkungan sekitar residen tinggal serta mengubah pandangan residen menjadi orang yang lebih baik. Pada kunjungan kedua yang dilaksanakan Jumat, 01 April 2022, seorang konselor yang bernama Ferdinand menjelaskan bahwasannya metode Therapeutic Community (TC) ini merupakan metode rehabilitasi yang bisa dilakukan secara rawat inap maupun rawat jalan.

Metode ini lebih ditekankan pada pendisiplinan diri, dimana segala aktivitas mulai dari bangun tidur sampai istirahat dilakukan secara terstruktur, tersistematis dan terjadwal yang tertulis di time table. Hal ini dilakukan guna memangkas tingkah laku yang tidak baik, contohnya saja sikap tempramental dari residen. Maka dari itulah terdapat walking paper, yaitu sebuah buku yang digunakan untuk mencatat kesalahan selama satu hari penuh. Setiap satu minggu sekali yang pada Senin sore akan diadakan CRG (Conflict Reflection Group) ini merupakan forum pengungkapan kesalahan atau penebusan dosa.

Rehabilitasi sosial melalui TC dalam panti merupakan upaya intrapersonal penyalahgunaan nama untuk menumbuhkan dan mengembalikan rasa percaya diri, motivasi, keadaan emosi, dan harapan positif agar terbebas dari penggunaan kecanduan narkoba. Untuk mencegah relapse dibutuhkan dengan faktor eksternal berupa dukungan sosial terdekat orang tua, saudara, teman dekat, kerabat, dan orang-orang yang dianggap penting dalam proses pemulihan, dalam kurun waktu yang lama.

Maka dengan itu, proses oleh Panti rehabilitasi harus Mengembangkan metode untuk lingkungan sosial di mana mantan penyalahgunaan napza berada, sehingga nilai positif yang didapatkan selama program rehabilitasi dapat dilaksanakan di luar dan mendapatkan dukungan positif dari lingkungan sosialnya, dan diharapkan tidak terjadinya relapse.

Tim Penulis:

  1. Wanur Dillah (190902047)
  2. Emmy Silvia Br Tarigan (190902045)
  3. Agung Gumelar (190902035)
  4. Maswandhani Destriando (190902001)

Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Pandemi Bukan Penghalang, FH USU Raih Juara 2 pada Kompetisi Debat Hukum Nasional

redaksi

Fakultas Vokasi Rayakan Dies Natalis yang Pertama Kalinya!

redaksi

Kolang Kaling yang Semakin Terlupakan

redaksi