Home Kabar Kampus Mahasiswa FH USU Raih Panitera Pengganti Terbaik NMCC Universitas Lampung
Kabar Kampus

Mahasiswa FH USU Raih Panitera Pengganti Terbaik NMCC Universitas Lampung

Share
Dokumentasi: Suara USU

Reporter: Kristina Nainggolan

Suara USU, Medan. Nurlaila Hasanah Manurung, anggota tim delegasi Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU), berhasil meraih predikat Panitera Pengganti Terbaik Chamber B dalam National Moot Court Competition Anti Human Trafficking IV (NMCC AHT IV) oleh Fakultas Hukum Universitas Lampung pada 17-19 Oktober 2025.

NMCC AHT IV Piala Prof. Hilman Hadikusuma merupakan kompetisi bergengsi tingkat nasional yang digelar dua tahun sekali sebagai wadah pembinaan calon penegak hukum agar memiliki integritas tinggi, profesionalisme, serta kepekaan humanis dalam menjalankan perannya.

Kompetisi ini diikuti oleh 12 perguruan tinggi, di antaranya Universitas Sumatera Utara, Universitas Bengkulu, Universitas Trisakti, Universitas Andalas, Universitas Tarumanegara, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Suryakancana, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Pattimura, Universitas Sebelas Maret, Universitas Warmadewa, dan Universitas Nasional.

Nurlaila mengungkapkan bahwa timnya menjalani proses persiapan yang sangat intensif, seperti karantina dan pelatihan selama kurang lebih delapan bulan. Persiapan ini mencakup seluruh aspek kompetisi, mulai dari pembuatan berkas penyidikan hingga berkas persidangan, serta latihan simulasi persidangan kasus posisi.

Selama persiapan, tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah proses pembuatan berkas dan pengembangan kasus yang menuntut penyatuan pemikiran dari 18 anggota. “Pembuatan berkas dan pengembangan yang harus menyatukan pemikiran 18 kepala untuk hasil maksimal menjadi tantangan terbesar,” ujar Nurlaila. Ia menambahkan bahwa diperlukan upaya untuk menurunkan ego dan mencari ide baru secara terus-menerus demi mencapai hasil terbaik.

Dalam perannya sebagai Panitera Pengganti, Nurlaila menjalankan tugas selayaknya panitera di persidangan, termasuk memastikan administrasi berjalan lancar, dan secara spesifik menjadi narator kasus posisi sebelum persidangan dimulai. Penghargaan Panitera Pengganti Terbaik yang diraihnya, Nurlaila meyakini bahwa setiap proses pasti membuahkan hasil. Ia mengaku berupaya menjaga kualitas suaranya secara ketat selama tiga bulan sebelum bersidang, dan terus mencari kreativitas dalam menampilkan perannya.

“Mengenai performa saya usahakan untuk menjaga suara tiga bulan sebelum bersidang dan mencari kreativitas yang pastinya banyak orang yang membantu saya untuk mendapatkan peran terbaik itu, mulai dari coach, dan tim delegasi saya sendiri yang turut andil dalam hal tersebut,” jelasnya.

Dari pengalaman kompetisi ini, Nurlaila memperoleh banyak pelajaran berharga, terutama mengenai manajemen waktu, kekeluargaan, rasa toleransi, kreativitas, dan secara teknis, belajar banyak tentang Hukum Acara Pidana, mulai dari riset hingga tahapan persidangan.

Bagi mahasiswa hukum yang tertarik untuk mengikuti jejaknya, Nurlaila berpesan bahwa semua dimulai saja dulu. “Tipsnya cari tau hal-hal yang bisa membuat diri kita tertarik dengan yang berbau hukum, dan jangan lupa harus update juga, selalu prioritaskan kuliah dan harus bisa saling mengeimbangkan,” tutupnya.

Redaktur: Vimelia Hutapea

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.