SUARA USU
Sosok

Mahasiswa Kimia, Muhammad Ibadurrahman Buktikan Keseimbangan Antara Organisasi dan Prestasi

Oleh: Syakirah Fathanah

Suara USU, Medan. Mengikuti lomba dan aktif berorganisasi sambil menjalani jadwal perkuliahan yang padat memang bisa terasa melelahkan bagi sebagian orang. Namun, bagi Muhammad Ibadurrahman, atau yang akrab disapa Ibad, hal tersebut bukanlah sebuah hambatan. Ibad, mahasiswa FMIPA USU angkatan 2020, telah membuktikan bahwa stigma tersebut tidak berlaku baginya. Meskipun aktif dalam berorganisasi, Ibad mampu meraih prestasi sebagai mahasiswa berprestasi 3 FMIPA USU tahun 2023.

Ibad kerap mengetuai beberapa organisasi yang diikutinya, seperti Ikatan Mahasiswa Kimia (IMK), Sobat Bumi Medan (Komunitas Beasiswa Pertamina Foundation), dan Aktivis Salman ITB Sumut. Tak hanya menyibukan diri dengan berorganisasi Ibad juga aktif mengikuti berbagai macam lomba, salah satunya lomba gagasan inovasi teknologi technofest P3RI salman ITB, serta berhasil meraih juara 2 infografis nasional ecofest.

Tak hanya sampai disitu, Ibad juga lolos menjadi finalis PIMNAS 33 Malang tahun 2022 serta di tahun selanjutnya Ibad berhasil menjadi penerima dana hibah Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM RE) dan Artikel Ilmiah (PKM AI).

Ibad mulai meraih pencapaian setelah bergabung dengan organisasi eksternal kampus, yaitu Forum Komunitas Peneliti Muda Medan (FKPM). Keanggotaannya di FKPM membuka jaringan relasi yang luas bagi Ibad, membantunya memulai langkah-langkahnya.

“Semenjak saya memasuki dunia kampus, banyak sekali pencapaian yang ingin saya capai sehingga kebutuhan lingkungan dan juga mentor itu sangat-sangat saya butuhkan, karena itu selain saya mengikuti organisasi internal saya juga mengikuti organisasi ekternal. Dari FKPM ini saya mendapatkan mentor yang sudah pernah mengikuti perlombaan baik nasional maupun internasional”, jelas Ibad.

Mengingat kesibukannya sebagai mahasiswa kimia, Ibad selalu menerapkan makna dari Surah Al-Insyirah ayat 7 dalam kehidupan sehari-hari: “Apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain.” Prinsip ini membantunya dalam membagi waktu dan menentukan prioritas antara perkuliahan, berorganisasi, dan mengikuti perlombaan.

Selain aktif berorganisasi dan berprestasi, Ibad juga merupakan penerima beberapa beasiswa. Beasiswa yang diterimanya termasuk Beasiswa Pertamina, Be a Huffaz Angkatan 11, serta Beasiswa Rumah Kepemimpinan, dan masih banyak lagi. Ia merasa ingin terus berkembang, dan salah satu cara yang ia pilih adalah melalui pengembangan diri yang disediakan oleh setiap lembaga beasiswa. Ibad merasa tidak ingin melewatkan kesempatan yang ada, karena menurutnya mahasiswa memiliki banyak peluang untuk mengembangkan diri. Ia menyadari bahwa masa perkuliahan ini singkat dan tidak akan terulang, sehingga setelah menyadari hal tersebut, seharusnya kita dapat lebih mengoptimalkan kesempatan dan waktu yang tersedia.

Redaktur: Afrahul Fadhillah Parinduri


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Polisi Idaman Semesta Pernah Ada, Namanya Hoegeng Iman Sentosa

redaksi

Berkenalan dengan Leonardo Turnip Best Speaker ILDC

redaksi

Belajar Makna Kewirausahaan Dari M. Iqbal Harefa

redaksi