SUARA USU
Featured

Membangun Sikap Toleransi Beragama di Lingkungan Masyarakat

Dosen pengampu : Onan Marakali Siregar. S. Sos., M. Si. 

Penulis oleh kelompok 1

  • Angeline NIM 210710034
  • Nadia Pramita Hz NIM 210503039
  • Afriana NIM 210704040
  • Dewi Prasasti NIM 21030523
  • Chaidar Ichwan Al Syarif NIM 210404040

Kelas 14 Pendidikan Kewarganegaraan

Universitas Sumatera Utara

Medan 

2022

Suara USU, Medan. Toleransi sangatlah penting bagi kehidupan dan di lingkungan masyarakat. Yuk, simak penjelasan berikut!

Tujuan dan Manfaat Toleransi

  1. Menjaga keharmonisan masyarakat

Sikap toleransi dapat menjaga hubungan masyarakat agar tetap harmonis di tengah perbedaan. Dengan adanya sikap toleransi, kenyamanan dan ketenteraman masyarakat akan terjaga tanpa adanya konflik karena perbedaan tertentu.

2. Mencegah perpecahan

Sikap toleransi bertujuan untuk mencegah terjadinya perpecahan akibat banyaknya perbedaan. Terjadinya perpecahan yang dapat merugikan masing-masing individu dalam melakukan aktivitas sosialnya.

3. Menyatukan perbedaan

Toleransi diciptakan untuk saling melengkapi dan menyatukan perbedaan yang berpotensi menimbulkan konflik.

4. Meningkatkan perdamaian

Setiap warga negara wajib memiliki sikap toleransi untuk mengurangi permasalahan akibat berbagai konflik yang bisa muncul di masyarakat. Sikap toleran memberikan banyak manfaat bagi masyarakat atau individu yang menerapkannya. Disadari atau tidak disadari sikap tersebut memberikan dampak positif atas penerapannya yang berulang, manfaat tersebut, yakni

  • Membangun rasa nasionalisme
  • Menanamkan rasa persaudaraan
  • Menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang
  • Mengurangi sifat egois
  • Mempermudah proses musyawarah

Fungsi dari sikap toleransi

  1. Terhindar dari perpecahan

Sikap toleransi yang tinggi yaitu saling menghormati. saling menghargai dan mengabaikan perbedaan dapat menghindari terjadinya pertikaian, permusuhan, peperangan, serta perpecahan yang dapat memicu konflik dalam negara, kondisi ini dapat mengancam keutuhan persatuan negara Indonesia dan tidak sesuai dengan semboyan kita “Bhinneka Tunggal Ika”.  Keadaan ini bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi negara lain yang mempunyai kepentingan tertentu.

2. Meningkatkan rasa persaudaraan

Sikap toleransi dapat menimbulkan rasa sayang dan meningkatkan rasa persaudaraan antar umat beragama. Kondisi ini dapat membuat terhindar adanya kesalahpahaman dan pertikaian yang tidak perlu.

3. Meningkatkan kekuatan dalam iman

Perbedaan agama dan tradisi dapat membuat sikap toleransi semakin kuat. Tradisi yang berbeda dapat membuat orang lain ingin mengetahui dan mempelajari tradisi daerah lain. Hal ini dapat menumbuhkan rasa bangga seseorang terhadap negara yang memiliki keanekaragaman agama, tradisi, dan budaya yang tidak dimiliki bangsa lain. Menghormati agama orang lain dan menghargai perbedaan tradisi, dapat meningkatkan kekuatan dalam iman dan lebih menyadari bahwa rasa persaudaraan sangat dibutuhkan dalam pergaulan.

4. Meningkatkan rasa nasionalisme

Jika sikap toleransi yang positif diterapkan dalam kehidupan sehari hari oleh semua masyarakat Indonesia, maka rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara akan meningkat. Karena bangsa yang maju adalah bangsa yang bisa menerima perbedaan satu orang dengan orang yang lainnya, tanpa harus merasa paling benar dan akan mengurangi penyebab terjadinya tindakan penyalahgunaan kewenangan 

5. Dapat mencapai kata mufakat

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang demokrasi dan mengutamakan musyawarah untuk pencapaian kata mufakat tanpa ada pertikaian, permusuhan, pertengkaran, dan kesalahpahaman. Dalam bermusyawarah sangat penting membudayakan sikap toleransi antar manusia yang memiliki perbedaan agama, suku, tradisi, atau budaya daerahnya.

6. Meruntuhkan rasa paling benar pada diri sendiri

Tidak ada satu manusia pun yang akan luput dari yang namanya kesalahan ataupun kekurangan. Sikap toleransi akan menghindari seseorang untuk bersikap egois dan merasa diri paling benar. Sikap toleransi dapat membuat manusia lebih cerdas dalam berpikir positif. Sikap seperti inilah yang paling disukai masyarakat, dan tak heran jika seseorang memiliki sikap toleransi yang kuat akan menjadi seorang pemimpin yang adil.

7. Dapat mempersatukan perbedaan

Masih banyak manusia yang menganggap apa yang dianutnya atau apa yang telah menjadi sejarah nenek moyangnya adalah yang paling baik dan paling benar, padahal pada kenyataannya Tuhan menciptakan manusia dengan penuh perbedaan dan kekurangan. Semua itu semata-mata agar manusia satu dengan yang lainnya dapat saling menghormati dan menghargai. Sikap toleransi dapat mempersatukan perbedaan menjadi sebuah kekuatan bagi pertahanan negara.

8. Mempermudah pembangunan negara menjadi lebih maju

Sikap toleransi dapat mempermudah pembangunan negara menjadi lebih baik dan selalu selangkah lebih maju. Negara manapun tidak akan menjadi maju dan besar jika sikap toleransi tidak membudaya. Karena sikap toleransi dapat memperkuat rasa persatuan dan kesatuan dalam perbedaan, yang akhirnya dapat membuat sebuah negara tidak mudah dirongrong dan diancam oleh bangsa lain

Jika Sikap Toleransi Beragama Tidak Diterapkan Dalam Lingkungan Masyarakat

Manusia adalah makhluk individu yang memiliki cara berpikir berbeda-beda, namun dalam kehidupannya sehari hari tidak akan mungkin bisa lepas dari yang namanya beradaptasi, bergaul, atau bersosialisasi dengan manusia lainnya. Pada saat bersosialisasi sangat dibutuhkan sikap toleransi agar pergaulan penuh dengan suasana dan rasa saling menghargai, saling menghormati, dan persaudaraan.

Peperangan dan pertikaian yang terjadi bukan hanya karena konflik tertentu, namun lebih kepada sikap toleransi yang mulai berkurang dan tidak ada lagi dalam iman mereka. Sebuah negara yang mengutamakan hidup saling bertoleransi maka perdamaian akan selalu menjadi tujuannya. Perdamaian dunia terlahir karena didalamnya terdapat nilai-nilai toleransi yang tinggi dan ajaran norma yang baik dengan mementingkan persatuan dalam perbedaan. Adanya perbedaan yang diabaikan, tetapi lebih mengutamakan rasa persaudaraan dan merasa sebagai makhluk yang tidak sempurna maka perasaan perasaan tersebut menjadi sebuah senjata lebih berbahaya daripada nuklir,  hingga kekuatan sebuah perdamaian tidak mudah hancur. 

Ciri dan Contoh Sikap Toleransi Dalam Kehidupan

Toleransi tumbuh dengan kesadaran bahwa keanekaragaman suku, agama, ras, dan bahasa terjadi akibat peran sejarah dengan semua faktor yang mempengaruhinya. Dengan keberagaman yang ada, sikap toleransi merupakan sebuah kewajiban sehingga setiap individu bisa hidup berdampingan dengan damai.

Orang yang sudah menerapkan sikap toleransi dalam kehidupannya, memiliki ciri-ciri di antaranya:

  • Menghormati orang lain
  • Memberi kebebasan bagi orang lain
  • Menghargai pendapat orang lain
  • Tidak memandang perbedaan fisik dan psikis dalam bersosialisasi
  • Setiap jenis perbedaan yang ada di masyarakat memiliki contoh penerapan sikap toleransi yang berbeda-beda.

Berikut contoh-contoh sikap toleransi yang bisa diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat:

  1. Toleransi beragama.

Kita bersikap toleransi dengan menghargai, menghormati, tidak mengganggu orang yang sedang ibadah, tidak merusak tempat ibadah yang berbeda dengan kita, tidak menghina, tidak mengucilkan perbedaan agama seperti halnya Indonesia dengan 6 agama yang diakui yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. 

2. Toleransi budaya.

Toleransi budaya dapat diterapkan, misalnya dengan mempelajari, menghargai, dan tidak berbicara buruk terkait kebudayaan budaya lain di Indonesia dan cinta atau bangga memakai produk buatan lokal anak bangsa.

3. Toleransi berpolitik.

Sebagai masyarakat, saat pemilihan Presiden Indonesia sebaiknya menyikapi pemilihan dan kemenangan serta menerima kekalahan yang diterima

4. Toleransi pergaulan

Bergaul dengan semua teman tanpa menyoroti perbedaan agama, menghargai, dan menghormati perayaan hari besar keagamaan teman yang berbeda agama, tidak menghina serta menjelek-jelekkan ajaran agama teman yang berbeda dengan kita.

5. Toleransi sekolah

Tidak menghina, mengucilkan teman sekolah karena agama, tetapi kita diharuskan berteman baik, menghormatinya, tidak mengganggunya saat beribadah, dan membantunya ketika membutuhkan pertolongan.

6. Toleransi lingkungan keluarga

Menghargai perbedaan dalam lingkungan keluarga dengan tidak menghina, berlaku kasar, maupun mengucilkan.

7. Toleransi bermedia sosial.

Dengan menjadi warganet yang bertoleransi dan tidak julid atau memberikan komentar yang pedas terhadap perbedaan agama di media sosial, tetapi menghargai dan menghormatinya.

Cara Membangun Sikap Toleransi Umat Beragama Di Lingkungan Masyarakat

Memahami perbedaan itu, dengan itu kita menyadari bahwa ada hal tidak sama dengan kita. Nah setelah kita mengerti kita coba jalin persahabatan dengan orang yang berbeda agama dengan kita dan berusaha menghargai perbedaan itu dan bersikap bijaksana

  1. Membantu orang yang berbeda dengan kita dan tidak mengganggunya
  2. Menghormati orang yang berbeda dengan kita misalnya dengan tidak mengganggu mereka beribadah dan tidak mengejek mereka
  3. Tidak memaksakan agama yang dianut orang yang berbeda dengan kita
  4. Menerima perbedaan
  5. Tidak mendiskriminasi orang yang berbeda dengan kita
  6. Tidak membully dan menyakiti atau mengganggu kebebasan teman atau orang lain dalam
  7. Memilih keyakinannya selama tidak bertentangan dengan pancasila.
  8. Menumbuhkan rasa nasionalisme
  9. Menjalin silaturahmi antar umat beragama dengan saling berkomunikasi, berdiskusi dengan teman atau orang lain yang berbeda agama dengan kita.

Redaktur : Fitri Dian Jannah


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Tips dan Trik Untuk Lolos Seleksi MSIB Batch 6

redaksi

Semesta Buku Kini Hadir di Kota Medan untuk Akses Buku Berkualitas yang Merata

redaksi

Berwisata dan Belajar Sejarah di Rumah Tjong A Fie

redaksi