Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Buku

Memorizing Like An Elephant, Sebuah Karya untuk Melatih Daya Ingat

Penulis : Miranda Agnelya Naibaho

Ibarat mesin kendaraan, jika terlalu lama tidak digunakan, maka otak kita akan rusak dengan sendirinya.” (hlm. 8).

Suara USU, MEDAN. Buku ini merupakan karya dari Yuda Lesmana, salah satu orang yang mendapat gelar Grandmaster of Memory (GGM). Beliau menyajikan buku ini dengan mengacu kepada gajah yang menjadi simbol daya ingat di dunia. Karena lobus temporal di otak gajah konon lebih berkembang daripada manusia.

Beliau juga membuat buku yang berisi metode dan strategi mengingat, yang kerap kali dipakai di kejuaraan menghapal tingkat dunia.

Kemampuan mengingat tingkat tinggi bukanlah sebuah bawaan dari lahir. Dan kebiasaan lupa pun bukan suatu ketetapan. Otak kita memiliki puluhan ribu atau lebih saraf neuron yang terus berkembang jika kita terus melatihnya. Pemilihan metode yang tepat serta latihan rutin akan berpengaruh terhadap peningkatan daya ingat dan mencegah pikun.

Beberapa hal yang mungkin bisa kamu dapat dari buku ini adalah, mengingat 100 kata acak dalam waktu 20 menit, mengingat 50 angka acak dalam waktu 7 menit, Mengingat 15 tahun kejadian sejarah, mengingat gambar abstrak, mengingat bentuk peta beberapa provinsi beserta ibukota nya.

JIka membaca buku ini jelas tidak akan rugi, karena disertai gambar-gambar dan tata layout yang menarik. Deddy Corbuzier bahkan mengungkapkan testimoninya bahwa buku ini mudah dicerna dan dipraktikkan oleh siapapun.

Ini merupakan investasi besar untuk metode yang singkat dalam proses mengingat. Biarkan metode imajinasi, asosiasi dan lokasi dalam buku ini memandumu untuk mengingat dengan cara yang lebih efektif.

Seperti kata penulis “Buku ini akan jadi tidak berguna apabila kita tidak mempraktikkannya.

Redaktur : Wiranto Asruri Siregar

 

 

 

Related posts

Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta

redaksi

Chicken Soup For the Soul: Waktunya Berkembang, Ramuan Kisah Untuk Refleksi Diri

redaksi

Melirik “Mata yang Enak Dipandang”

redaksi