SUARA USU
Featured

Mengapa Memilih Jurusan Sastra Indonesia?

Oleh: Yutri Fahira Purba (200701025/FIB) / Dr.Dra.Gustianingsih, M.Hum.

“Prospek kerja jurusan Sastra Indonesia apa ya? Mau jadi guru bahasa Indonesia?” Pertanyaan seperti ini kerap kali diterima oleh mahasiswa yang mengambil peminatan Sastra Indonesia. Pasti ada dong, perasaan minder dan bingung bagaimana menjawabnya. Tidak apa-apa apabila kamu belum menemukan jawabannya saat ini. Yang terpenting, ketika menjalaninya kamu benar-benar berpatokan pada passion kamu.

Sangat banyak keuntungan yang diperoleh dari seorang lulusan Sastra Indonesia. Kuliah di jurusan Sastra Indonesia akan menjadi bekal berharga bagi kamu yang tertarik untuk terjun ke industri media dan penulisan kreatif.

  1. Penulis Novel

Peluang kerja pertama yang dapat dilakukan oleh lulusan sastra Indonesia adalah menjadi seorang penulis novel atau cerpen sastra. Jika kamu suka menulis dan membaca novel sastra ada baiknya masuk jurusan ini agar kelak menjadi seorang penulis novel seperti penulis novel Dilan 1990 yang tidak lain adalah ayah Pidi Baiq atau penulis novel komedi romansa ala Raditya Dika.

  1. Pengajar

Meskipun tanpa latar belakang pedagogik, kamu bisa lho mengajar di sekolah. Justru ketika kamu memutuskan untuk menjadi guru dengan berbekal ilmu di bidang sastra, itu akan menjadi nilai plus untuk kamu. Atau, kamu juga bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 2 dan menjadi dosen di perguruan tinggi. Menjadi pengajar selalu terlihat menarik, namun pengajar yang memiliki ilmu Sastra akan membuatnya lebih istimewa. Profesi pengajar bisa berstatus sebagai Pegawai Negeri ataupun swasta. Tak hanya di sekolah negeri atau PTN, kamu bisa mengajar di lembaga bimbingan belajar, sekolah internasional, atau menjadi tutor bagi ekspatriat. Gaji pengajar dari lulusan Bahasa dan Sastra Indonesia nggak sedikit lho, tapi semua itu juga tergantung di mana kamu mengajar.

  1. Jurnalis Pekerjaan

Jurnalis memang tampak ‘seksi’. Maka dari itu banyak orang melirik pekerjaan ini. Namun, jangan khawatir dan rendah diri dulu. Pekerjaan yang seksi ini tak hanya milik lulusan jurnalistik, kok. Banyak juga jurnalis berlatar belakang sarjana Sastra. Persiapkan dirimu dengan terus berlatih tentang tulis-menulis jika kamu bercita-cita menjadi jurnalis sebab jurnalis berhubungan dengan hal tulis-menulis, tak jauh dari kuliah mahasiswa Sastra yang mengedepankan aspek bacaan dan penulisan. Selain itu juga, lulusan sastra cukup peka terhadap gramatikal kalimat dan harmonisasi paragraf.

  1. Editor atau Penyunting

Selain harus pandai dalam bidang linguistik, menjadi seorang editor juga memerlukan kesabaran dalam membaca naskah. Ini nih pekerjaan yang paling banyak diminati oleh anak-anak yang cinta linguistik. Pekerjaan menjadi seorang penyunting sangat membutuhkan ketelitian, sikap kritis, dan wawasan yang luas. Ditambah lagi, kamu juga harus memahami mata kuliah yang berbau linguistik seperti ejaan, tata bahasa, sintaksis, dan lainnya. Kamu juga perlu mempersiapkan portofolio hasil suntingan naskahmu dengan magang di penerbitan guna menambah pengalamanmu demi menggeluti profesi di bidang editor.

  1. Content Writer

Perkembangan startup makin menggila belakangan ini. Fenomena tersebut tak hanya menguntungkan lulusan ekonomi dan bisnis, tapi juga lulusan sastra. Kok bisa sih? Jadi, tiap-tiap perusahaan startup punya website. Nah lulusan sastra inilah yang bertugas mengisi website dengan tulisan-tulisan yang menarik. Dengan maraknya startup di era digital saat ini membuat content writer menjadi profesi yang laris di kalangan milenial. Tugasnya memang tak jauh-jauh dari Content Writer. Bedanya, menjadi web content writer berarti menulis untuk laman internal, bukan untuk media yang akan menyiarkan iklan perusahaannya. Yup, pekerjaannya cukup sederhana, tapi membutuhkan keahlian khusus. Lulusan sastra lah yang jago dalam hal ini.

  1. Penerjemah

Jika kamu ingin menjadi seorang penerjemah, kamu harus menguasai minimal 2 bahasa yang termasuk dalam lingua franca. Lulusan sastra atau bahasa asing memiliki kesempatan bagus untuk bisa masuk ke dunia translation, baik itu dalam bentuk tulisan ataupun dalam bentuk lisan. Menariknya, mahasiswa bahasa asing seringkali dijadikan ‘kamus berjalan’ oleh teman-teman jurusan lain. Jika sejak kuliah saja sudah dibutuhkan, apalagi jika sudah lulus, bukan?

  1. Leksikografer

Profesi leksikografer ini memang jarang kita dengar, namun profesi ini menjadi profesi yang cukup menjanjikan lho. Mungkin di antara kamu masih awam mendengar istilah leksikografer. Tugas seorang leksikografer adalah menulis, melakukan kompilasi dan mengedit kamus, baik itu dalam bentuk cetak ataupun yang dipublikasikan secara online. Kamus yang biasa dibuat adalah kamus bahasa asing, kamus pelajar, kamus istilah ataupun kamus bilingual.

Nah, udah nggak berkecil hati lagi dengan prospek Sarjana Sastra kan? Sebenarnya, apapun bidang dan profesinya, kamu bisa sukses, kok! Asalkan, kamu bisa bersungguh-sungguh dalam mengerjakan pekerjaanmu. Jika kamu tertarik dengan jurusan Sastra itu artinya kamu perlu memiliki banyak referensi ilmu pengetahuan, dan pastinya kamu bisa belajar dan mencari pelajaran tentang ilmu pengetahuan.

 

Redaktur: Agus Nurbillah


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Penerapan Budaya Organisasi pada Usaha Menteng Market

redaksi

Plt Gubernur PEMA FEB Adakan Sosialisasi Pembentukan KPUM FEB

redaksi

Hutan sebagai Mitigasi Bencana

redaksi