SUARA USU
Featured

Perlukah Toleransi?

Oleh: Audyta Ramadhani (210907087/FISIP), Dea Asmarani Nuraini (210200096/FH), Fadilman Harefa (210903094/FISIP), Rozatul Fahira (211501079/Farmasi) Samuel A. Sihombing (210805058/FMIPA), Tiara Ardini Harahap (210200476/FH) dan Yvanroo Matthew A. S.(210905085/FISIP)

Persoalan ujaran kebencian dan diskriminasi sepertinya tak pernah habis untuk dibicarakan. Setiap hari ada saja pesan-pesan kebencian muncul di lingkungan sekitar maupun di dunia maya, seperti pesan berantai, ancaman kekerasan ataupun lainnya. Dengan berbagai macam kepentingan, oknum masyarakat tersebut dengan vulgar menebar bibit kebencian. Mungkin diantara kita berpikir apa tujuannya mereka menyebar pesan kebencian? Apakah untuk mendapatkan eksistensi? Bisa jadi. Tetapi yang jelas mindset mereka sudah tidak benar, karena sudah terpapar bibit radikalisme.

Seseorang yang sudah terpapar radikalisme akan senantiasa membenci perbedaan dan keberagaman. Mereka akan mencari pembenaran untuk menyalahkan orang lain. Entah itu mencari ayat-ayat untuk menguatkan, pendapat tokoh atau lainnya. Pembenaran itulah yang kemudian akan mereka olah sedemikian rupa untuk mempengaruhi orang lain. Dan bagi masyarakat yang tingkat literasinya rendah yang bahkan terkadang tidak menggunakan logikanya untuk berpikir, mereka akan langsung mengaminkan begitu saja opini-opini tersebut.

Beberapa mahasiswa Universitas Sumatera Utara, Pendidikan Pancasila kelas 8 yang terdiri dari Audyta Ramadhani (210907087), Dea Asmarani Nuraini (210200096), Fadilman Harefa (210903094), Rozatul Fahira (211501079) Samuel A. Sihombing (210805058), Tiara Ardini Harahap (210200476) dan Yvanroo Matthew A. S.(210905085) melakukan pembuatan kuisioner tentang pentingnya toleransi di lingkungan Universitas Sumatera Utara sebagai mini projek mereka. Hasilnya 97,9% responden mengatakan bahwa penting adanya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Toleransi adalah sikap saling menghargai dan menghormati segala bentuk perbedaan untuk menghindari pertentangan dan juga pertikaian antar manusia akibat adanya perbedaan pendapat, keyakinan atau kebudayaan. Mahasiswa sebagai individu yang memiliki cara berpikir yang berbeda pada berbagai level dan aspek.

Perlu kita pahami bahwa Indonesia merupakan negara majemuk yang sikap toleransi antar umat beragamanya sangat dipandang tinggi oleh dunia dan menjadi suatu tolak ukur bahwa dengan tingginya tingkat toleransi antar umat beragama, konflik agama yang menjurus ke berbagai bentuk konflik lainnya dapat terkikis sedikit demi sedikit. Beberapa bentuk toleransi (khususnya dalam toleransi umat beragama dan kelompok adat) yang bergerak terhadap adanya pemikiran-pemikiran untuk membangun toleransi khususnya wawasan terhadap kandungan toleransi berdasarkan perspektif inklusivisme, pluralisme, dan multikulturalisme

Maka dari itu kita sebagai mahasiswa di era globalisasi ini harus meningkatkan cara berpikir bahwasanya perbedaan bukanlah menjadi alasan untuk menentukan baik tidaknya seseorang. Untuk mengajak mahasiswa agar lebih menghargai toleransi, kami telah melakukan pembagian flyer tentang pentingnya toleransi yang diharapkan dapat lebih menghargai toleransi di lingkungan sekitar. Berharap mahasiswa Universitas Sumatera Utara mampu menerapkan pentingnya toleransi disekitar lingkungan kampus.

Redaktur: Agus Nurbillah


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Efektivitas Mantan Pecandu Sebagai Konselor dalam Kegiatan Rehabilitasi Narkoba di Yayasan Panti Rehab Amelia, Kabupaten Serdang Bedagai

redaksi

Belum Mendapat Dukungan, Tim @mengajardidesa.id Gencar Kolaborasi

redaksi

Telisik Lebih Dalam, Tinta Hitam Penggusuran di Kota Medan

redaksi