SUARA USU
Kabar SUMUT

Mengusung Tema Cahaya Bagi Indonesia dan Jepang, Bunkasai USU Kembali Hadir Setelah Pandemi Covid 19

Reporter: Salsabila Rania/Azka Zere/Anggie Syahdina

Suara USU, Medan. Setelah terhenti dua tahun akibat pandemi, festival kebudayaan Jepang (Bunkasai) USU diadakan kembali oleh Himpunan Mahasiswa Jepang dan Sastra Jepang USU. Festival yang mengusung tema Cahaya Bagi Indonesia dan Setelah Pandemi Covid-19 (Kurayami No Ato No Hikari) ini digelar selama dua hari, yakni 18-19 Juni 2022, di Gedung Pancasila USU setelah sebelumnya mengalami perpindahan tempat yang akan dilaksanakan di Gelanggang Mahasiswa USU.

Bunkasai USU hadir kembali sebagai bentuk penegasan bahwa pandemi telah berubah menjadi endemi, sekaligus mengembalikan luapan kegembiaraan para pecinta budaya Jepang. Adanya pandemi nyatanya tak menyurutkan antusias mereka untuk menghadiri festival Jepang tersebut. Hal ini terbukti dengan terjualnya tiket yang sesuai target.

“Pastinya kaget dan senang karena tiket habis terjual melebihi target kami panitia. Saya juga senang melihat antusias dari wibu-wibu Medan yang kangen akan euforia dari Bunkasai,” tutur Muhammad Alif, Koordinator Panggung Bunkasai USU 2022.

Festival Jepang ini dimeriahkan dengan berbagai kompetisi, seperti original character, cosplay, kanji challenge, seiyuu, shodou, benron, song cover, dan dance cover. Selain itu juga terdapat bunkasai café, bazar, photobooth, merchandise , workshop chanoyu dan origami, serta seminar ke-Jepang-an
Terkait perpindahan tempat yang secara tiba-tiba, Alif mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan murni kesalahan pihak panitia karena tidak ketersediaan tempat yang akan digunakan.
“Masalah ketidakizinan tempat merupakan sepenuhnya memastikan panitia yang tidak mem-follow up ketersediaan tempat dan kami juga kurang responsif sehingga tempat Bunkasai yang tadinya di Gelanggang Mahasiswa menjadi Gedung Pancasila,” ungkap Alif.

Deka, salah satu harapan berharap Bunkasai yang akan datang dapat lebih jelas memperjelas informasi agar tidak ada pengunjung, termasuk bagi dirinya yang tidak akrab dengan kawasan USU.

“Saya baru di Medan selama setahun karena saya dari Jakarta, jadi ini buat seru-seru aja sih bisa refreshing . Untuk tahun depan mungkin bisa lebih diperjelas lagi informasinya, seperti pintu masuk dan tempat pembelian tiket karena ada perubahan. Nah, nuntuk orang yang pertama kali datang ke sini kan jadi bingung. Saya juga senang tempat-tempat sampahnya ada di mana-mana dan acaranya lumayan bersih tidak banyak sampah yang berserakan,” tutur Deka.

Salah satu cosplayer yang menjadi Yoriichi Tsugikuni dari Anime Kimetsu No Yaiba, Satroadihartodjo menuturkan bahwa secara keseluruhan acara Bunkasai sudah sangat bagus, hanya saja diharapkan untuk bagian ticketing dapat dibuat lebih sistematis dan terstruktur.

Senada dengan Satroadihartodjo, Sinta yang menjadi Kagome Higurashi dari Anime Inuyasha ini sangat senang bisa menghadiri Bunkasai USU karena dapat mengeskpresikan dirinya dan bertemu dengan mereka yang memiliki hobi yang sama. Untuk Bunkasai yang akan datang, Sinta berharap Bunkasai Café dapat didirikan di gedung tersediri.

Selaku Koordinator Panggung, Alif berharap Bunkasai yang diadakan tahun ini dapat terus diadakan untuk akademik dan diharapkan dapat lebih meriah lagi dengan berbagai kegiatan baik dari segi maupun non akademik.

“Harapan saya mewakili panitia Bunkasai 2022 adalah semoga bunkasai di tahun-tahun berikutnya terus berlanjut dan kalau bisa meningkatkan banyak kegiatan baik dari segi akademik maupun non akademik. Dan juga harapan saya, adik-adik kami baik dari Aotake maupun dari Hinode terus berkembang dan sukses untuk pemasaran,” pungkas Alif.

Redaktur: Yessica Irene


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Beasiswa GOJEK 2024 Telah Dibuka! Yuk Cek Persyaratannya!

redaksi

Hidupkan Kembali Kesawan City Walk, Bobby Gandeng Shopee Adakan Pekan Kuliner Kondang!

redaksi

Ideathon Tons of Idea, Wadahi Ide Orang Muda dalam Bidang Pelayanan Publik

redaksi