SUARA USU
Musik

Mom Cut Fruit, Sebuah Bahasa Cinta untuk Ibu

Oleh : Anna Fauziah Pane

Terkadang, sulit untuk benar – benar mengungkapkan perasaan antara ibu dan anak. Sesederhana “terimakasih” saja kadang sulit terucap. Bukan karena tidak sayang, tetapi memang tidak mampu untuk mengucapkannya. Sentimen inilah yang ingin disampaikan eaJ dalam lagu Mom Cut Fruit ini. Eaj atau yang juga dikenal dengan Jae Day6 merilis lagu emosional ini pada 10 September lalu di bawah label 88rising.

Seiring beranjak dewasa, semakin kita sadar akan makna dari hal – hal kecil yang dilakukan oleh ibu. Salah satunya memotong buah untuk kita. Saat melakukan live melalui akun instagramnya, eaJ mengungkapkan bahwa memotong buah adalah salah satu bahasa cinta act of service para ibu di Asia.

Dalam music videonya, eaJ menggambarkan bagaimana hal kecil ini bisa sangat bermakna. Seorang ibu yang memotong buah setiap hari untuk anaknya yang menginjak masa remaja. Seperti remaja pada umumnya, sang anak yang sibuk dengan dunianya sendiri hingga mengabaikan sang ibu. Meskipun tak mendapat respon yang seharusnya, sang ibu tetap memotong buah, setiap hari. Sebagai bentuk kasihnya yang tidak pandang situasi.

You love me when you’re happy

You love me when you’re not

And somehow you stay loving

Even when the smiles are gone

Lirik ini menggambarkan bagaimana sosok ibu yang senantiasa menyayangi dalam segala kondisi, baik saat senang maupun tidak. Dan ibu tetap setia menyayangi bahkan ketika senyum sang anak sudah pergi. Ketika kecil kita selalu tersenyum pada semua hal, namun seiring berjalannya waktu dan kita beranjak dewasa senyum itu seakan hilang karena beban yang kian bertambah. Tetapi ibu? Dia tetap bertahan menyayangi, kasih ibu sepanjang masa.

You made my worst days feel like Sunday

And Mondays and cut fruit

On Tuesday forgot to say thank you for Sunday

And cut fruit

Layaknya rumah yang hangat untuk menjadi tempat pulang, ibu selalu membuat hari – hari yang buruk terasa seperti hari Minggu yang menyenangkan. Dan lagi, memotong buah setiap harinya meskipun terkadang kita lupa untuk mengucapkan terimakasih.

Untuk ibu yang selalu menyayangi dalam segala kondisi. Untuk ibu yang selalu sabar. Untuk ibu yang selalu mendoakan. Untuk ibu yang selalu berbuat tanpa kata. Untuk ibu yang selalu memberi kata penenang. Untuk ibu yang selalu menegur jika salah. Untuk ibu yang selalu peduli. Untuk ibu yang selalu semangat menunggu reaksi keluarga atas masakannya. Untuk ibu yang diam – diam bangga. Untuk ibu yang diam – diam membanggakan anaknya kepada orang lain. Untuk ibu tempat berkeluh kesah. Untuk ibu sang guru pertama. Untuk ibu dan segala sifatnya. Selamat hari ibu. Sudahkah kamu menanyakan kabar ibu hari ini?

Redaktur: Yulia Putri Hadi


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Toxic Relationship Dalam Lagu So Let’s Love

redaksi

Menolak Move On Lewat Lagu Limbo

redaksi

Yanghwa BRDG: Let’s be Happy, Don’t be Sick

redaksi