Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Kabar SUMUT Lensa

Penggiat Kopi Medan Menolak Perpanjangan PPKM

Oleh: Wirayudha Azhari Lubis

SUARA USU, MEDAN. Kebijakan PPKM Darurat (Luar Jawa dan Bali) yang mulai berlaku sejak tanggal 12 Juli 2021 ternyata membuat rugi hampir semua pihak. Begitu pula dengan para pengusaha yang bergerak di bidang kopi. Para penggiat kopi di Medan akhirnya menyuarakan keresahannya terkait kebijakan PPKM ini pada Senin 19 Juli 2021 lalu.

Mereka mengaku merasa resah dengan kebijakan PPKM Darurat yang diterapkan oleh pemerintah, beberapa dari mereka juga mengaku mengalami penurunan omzet hingga 90%.

“Mereka buat kebijakan tidak boleh dine in, kami sudah menurut. Tapi jalan ke kedai kami pun ditutup, gimana orang mau beli, omset udah turun sampek 90% lah ini,” ungkap salah seorang pegiat kopi yang tergabung dalam aksi berjualan keliling di kota Medan tersebut.

Dengan melakukan kegiatan atau aksi ini, mereka berharap pemerintah memberikan kejelasan dan solusi terkait masalah ini. “Kami buat kaya gini istilahnya untuk menjemput bola pak, kami jualan langsung ke pelanggan pelanggan kami di jalan lah pak,” imbuh salah satu massa aksi.

Aksi yang dilakukan pada hari senin itu ternyata tidak berlangsung lancar, di pertengahan jalan saat melakukan long march, mereka dihadang oleh para aparat yang tergabung dalam satu kelompok Satgas Covid19.

Para aparat mengaku mereka tidak mendapatkan izin untuk melakukan aksi menyuarakan aspirasi karena hal tersebut melanggar UU terkait karantina wilayah. Pihak keamanan kemudian membubarkan massa aksi tersebut dan kemudian meminta 10 orang saja sebagai perwakilan untuk berjumpa dengan pihak pemko. Namun, setelah diutus 10 orang, ternyata pihak pemko juga bungkam dan tidak menerima tanggapan dari utusan peserta aksi. Alhasil, aksi yang berlangsung pada hari senin itu bernilai nihil dan tidak membuahkan hasil.

Related posts

Keadaan Terkini Pasca Banjir Bandang di De Flamboyan Medan

redaksi

Stadion Mini, Nasibmu Kini

redaksi

Menilik Dampak Batubara dan Limbahnya dari Sudut Pandang Aktivis Lingkungan!

redaksi