SUARA USU
Film

Pitch Perfect: Menciptakan Suara Baru melalui Perbedaan

Penulis: Aisyah Lubis

Suara USU, Medan. Pitch Perfect adalah film musikal Amerika yang dirilis pada tahun 2012. Film yang disutradarai oleh Jason Moore ini diadaptasi dari buku non-fiksi Mickey Rapkin yang berjudul Pitch Perfect: The Quest for Collegiate a Cappella Glory. Film ini mengusung tema komedi musikal dengan latar kehidupan di perguruan tinggi yang dibintangi oleh Anna Kendrick, Rebel Wilson, Skylar Astin, Brittany Snow, serta aktris dan aktor kenamaan lainnya.

Film ini berhasil mendapatkan respons positif saat penayangannya dan mendapatkan beberapa penghargaan atas keberhasilannya. Pitch Perfect sendiri sudah barang tentu dikenal oleh para penikmat film dan juga musikal. Tak hanya karena diisi oleh bintang terkenal tetapi jalan ceritanya yang menarik juga menjadi salah satu faktor film Pitch Perfect masih menjadi favorit bagi jutaan orang.

Sebagai salah satu comfort movie yang menjadi favorit banyak orang, Pitch Perfect memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi penontonnya. Film ini bermula ketika Beca, seorang mahasiswi baru di Barden University yang memiliki mimpi untuk menjadi produser musik mendapatkan sebuah tawaran dari ayahnya, apabila ia mau mengikuti satu klub di Barden University dan menikmatinya maka ia boleh keluar dari kuliahnya dan pergi ke Los Angeles untuk menjadi produser. Hal ini tentu disanggupi olehnya sebab Beca sendiri sebenarnya tidak ingin pergi kuliah.

Di Barden University, Beca bertemu dengan grup akapela perempuan bernama The Barden Bellas, saat itu mereka sedang kesulitan untuk merekrut anggota baru karena insiden yang mereka alami di tahun sebelumnya. Di saat yang sama, Beca bertemu dengan Chloe (The Bellas) dan akhirnya setuju untuk masuk ke klub The Barden Bellas setelah dibujuk oleh Chloe.

Perjalanan Barden Bellas dimulai dari sini, mereka memiliki tujuan untuk menjadi juara di kejuaraan nasional dan mengalahkan rival mereka, grup akapela laki-laki di Barden University yaitu The Treblemakers. Barden Bellas melalui berbagai latihan dan perlombaan agar sampai di kejuaraan nasional. Totalitas, mereka juga merubah gaya dari Barden Bellas yang lama agar dapat menampilkan sesuatu yang berbeda dan menarik di panggung yang baru. Banyaknya perbedaan di Barden Bellas membuat mereka menjadi semakin dekat, mereka bukan hanya sekedar grup akapela biasa tetapi juga sekumpulan sahabat. Mereka membuktikan bahwa Barden Bellas yang baru mampu untuk menciptakan perubahan dengan suara mereka yang baru.

Tidak hanya itu, Pitch Perfect juga secara sempurna menampilkan kehidupan kampus di dalamnya. Film ini tak hanya menyajikan hiburan, tapi juga sarat makna bagi para mahasiswa. Film ini mengajak kita untuk berani keluar dari zona nyaman dan mencoba berbagai hal baru di masa perkuliahan. Masa perkuliahan bagaikan kanvas kosong yang siap diwarnai dengan berbagai pengalaman dan petualangan baru. Di sinilah waktu yang tepat untuk melangkah keluar dari zona nyaman dan menjelajahi berbagai kemungkinan yang ditawarkan.

Tunggu apa lagi, Sobat SU? Filmnya bisa dinikmati di platform legal favorit kalian ya. Luangkan waktu bersama orang tersayang dan nikmati liburan kalian dengan film yang seru dan inspiratif ini! Happy holiday!

Redaktur: Yuni Hikmah


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Sweeth Tooth, Kemiripan Cerita Film dengan Kondisi Saat ini

redaksi

Big Mouth, Kisah Seorang Pengacara Bermulut Besar

redaksi

Sayap-Sayap Patah : Kisah Nyata Kerusuhan di Mako Brimob

redaksi