SUARA USU
Kabar Kampus

Podcast “Malam Ini”, Belajar Filosofi Kehidupan dari Mahasiswa USU

Oleh: Gracyan Eukario

Podcast Malam Ini berisi tentang kisah keresahan dan komedi kehidupan, menjadikannya sebagai satu ikatan beristilah yang sering kita sebut sebagai filosofi kehidupan. Nama Malam Ini dipilih karena manusia lebih terbuka pada malam hari. Atmosfir saat bicara malam hari dengan siang hari itu berbeda. Manusia ketika malam bisa lebih bebas, sedangkan siang itu hanya formalitas belaka. Total play podcast sejauh ini ialah 667 payback dengan total episode 24 (dilansir dari Instagram podcast Malam Ini).

Bila kamu bertanya tentang si pembawa podcast, maka ia memiliki nilai motivasi tersendiri, terutama apabila kamu adalah mahasiswa atau mahasiswi USU. Kisah kisah yang ada di Podcast “Malam Ini” dibawakan oleh seorang Mahasiswa USU dari Fakultas Kehutanan angkatan 2019, Akbar S Muhammad. Meski masih terhitung angkatan muda, namun dirinya berani untuk memulai karya ini. Salah satu kesusahan dalam menjadi mahasiswa sekaligus podcaster menurutnya ialah mengatur waktu.

Akbar ketika diwawancarai reporter Suara USU melalui zoom meeting

“Awal awal tuh aku buat rundown. Untuk 3 episode kedepan dah tau (mau) bahas apa. Karena tugas numpuk dan sendirian bawa podcastnya, bingung bahas apa. Terakhir, disitu deadline upload, disitu mikirnya. Makanya kadang-kadang aku impromptu. Memang ada bernaskah, tapi ada juga yang isinya ga ternaskah,” ungkap Akbar.

Salah satu episode yang sangat menarik untuk didengarkan adalah episode 17 : Bicara Sendiri. Di episode ini, sang pembawa podcast mengingatkan bahwa kita perlu untuk bicara sendiri. Quotes yang menjadi kata kunci dan mengena hati dari podcast ini ialah “Apapun kata hati manusia, hanya dia dan Tuhanlah yang tahu.” Kata kata ini memang simpel, namun perlu direfleksikan seberapa sering kita curhat ke orang dibanding berbicara dengan diri sendiri dan pada. Untuk episode favorit Akbar sendiri adalah episode 12: Goresan Pertamaku. Isinya tentang bagaimana akbar memulai untuk menulis buku.

Awalnya, Akbar bingung mau membuat apa di podcast. Akbar memulai podcast ini sejak pandemi corona, tepatnya 20 juni 2020. Alasan awal memulai podcast ialah karena Akbar merasa bosan di masa pandemi ini. Sebelum ke podcast, dia mencoba untuk bermain youtube pada akhir 2019 sampai awal 2020. Namun, dirinya merasa untuk dikenal di youtube harus viral. Dia kemudian membuka spotify, lalu tertarik untuk membuat podcast agar dapat menyibukkan diri, dan dimulailah kisah-kisah di podcast ini hingga sekarang.

Salah satu materi tentang nilai filosofis yang ingin dibawakan olehnya namun belum kesampaian ialah ‘mencari jawaban atas keresahan yang ada di setiap orang’.

“Keresahan itu aku pengen wakilin, mau nanya ke orang yang bisa ngejawab. Tapi blm ada lawan bicaranya utk ngasih motivasi, masih terkekang jarak dan susah nyari lawan bicaranya,” ucapnya.

Lawan bicara yang paling ingin diajak oleh akbar ke podcast Malam Ini ialah Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, dan pembawa Podcast Teman Tidur.

Sempet bebrapa kali vakum, Akbar siap untuk kembali membawakan podcast Malam Ini dengan genre comedy, namun tetap menyampaikan nilai filosofis. Akbar semakin termotivasi untuk memulai ulang podcastnya dengan gaya baru setelah berbincang dengan teman-temannya, yaitu Dimas dan Manda yang merupakan kru lama dari podcast ini sebelum Akbar memulai podcast solonya. Akbar siap memulai kembali dan kemudian melihat tujuan awalnya yang ia sampaikan.

“Semua orang bisa cerita, boleh cerita di sini, bisa ngambil materi dari sini, dan pembelajaran dari sini. Apapun yang kupost untuk didengar setiap orang. Itu harapannya. Aku ga nyari viewer dan sebagainya. Karena kalau begitu, kayaknya aku bakal beli iklan dan sebagainya, tapi nyatanya engga,” tutur Akbar.

Memulai gebrakan, podcast Malam Ini diremake ke genre komedi semenjak eps 23 dan 24, agar bisa chill dan enak didengar. Akbar mengambil genre comedy karena sejak kecil ia memang suka dengan hal-hal komedi, stand up misalnya. Lingkungan tempat tinggalnya juga mendukung hal tersebut. Akbar menilai, tak perlu untuk selalu sedih dalam memahami filosofis kehidupan, kadang kita harus chill dan biarkan pemikiran menangkap dengan ringan.

Untuk kamu yang suka dengan podcast yang sendu, tenang saja! Kamu masih bisa mendengarkan podcast bernada sendu karena Akbar tidak menghapus episode-episode podcast sebelumnya yang dikemas dingin.

Podcast ini bisa kamu dengerin via Spotify dan Google Podcast. Untuk lebih lanjut, kamu bisa mengunjungi instagra podcast Malam Ini dengan username @dariku.malamini

 

Penyunting: Yulia Putri Hadi

Related posts

How To Branding Yourself In Digital Era

redaksi

Gembel FH USU Adakan Education Law Content Competition

redaksi

Pelantikan Pengurus Baru, GAMADIKSI USU Diharap Mampu Lebih Kreatif

redaksi