
Reporter: Latifa Rahma Husna & Siti Aisyah
Suara USU, Medan. Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan Gelar Seni pada Jumat (07/11) di Pendopo FIB USU. Mengangkat tema Tribut untuk Ismail Marzuki, acara ini ditujukan untuk memperingati hari pahlawan sekaligus juga menggugah kesadaran para mahasiswa dalam menghargai dan mengadopsi semangat juang para pahlawan.
Gelaran seni ini dimulai dengan kata sambutan oleh Dekan FIB, Prof. Dr. T. Thyrhaya Zein, MA. Dilanjut pula dengan kata sambutan oleh Wakil Rektor 1 USU, Prof. Dr. Edy Ikhsan, SH., MA. yang sekaligus memberi persembahan puisi berjudul Kita adalah Pemilih Sah Republik Ini karya Taufiq Ismail.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan puisi kepahlawanan oleh para dosen di FIB, penampilan tari oleh tenaga pendidik fakultas, serta berbagai penampilan vokal solo dan vokal grup dari mahasiswa FIB. Acara ini juga dimeriahkan penampilan musik dari beberapa band lokal seperti Orkes Keroncong Deli Rama, Orkes Keroncong Kota Bertuah Pekanbaru, Orkes Melayu Lebah Begantong, Komunitas Musik Kampus USU (KOMIKAMUS) Band, Tengku Ryo & Gypsi Jazz Indonesia Project, Ansambel Tradisional Toba “HARIARA”, dan Vokal Grup FIB USU.
Di sela-sela rangkaian penampilan tersebut, diumumkan pula pemenang lomba baca puisi bertema kepahlawanan. Kompetisi ini terbagi oleh dua kategori, yakni mahasiswa internasional program Kemitraan Negara Berkembang dan mahasiswa FIB USU. Lomba yang telah digelar sebelumnya pada 6 November di Gedung Serbaguna FIB ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan semangat kepahlawanan melalui karya sastra.
Dr. Zulfan, S.S., M.Hum selaku ketua panitia menuturkan bahwa Gelar Seni bukanlah kegiatan yang baru di lingkungan fakultas. Sebelumnya, kegiatan ini biasanya diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Sejarah. Namun, tahun ini pihak fakultas mengambil inisiatif untuk melaksanakannya di tingkat fakultas agar seluruh program studi dapat berpartisipasi dan menampilkan kreativitas masing-masing.
“Kalau tahun lalu masih tingkat HMJ, sekarang kita buat tingkat fakultas supaya semua bisa merasakan dan berpartisipasi lintas prodi. Ada yang tampil membacakan puisi, ada yang menari, dan semuanya menunjukkan semangat kebersamaan,” tambahnya.
Pemilihan Ismail Marzuki sebagai tokoh utama dalam tema Gelar Seni tahun ini memiliki makna tersendiri. Menurut Dr. Zulfan, S.S., M.Hum, Ismail Marzuki merupakan salah satu pahlawan yang berjuang melalui karya seni. “Beliau memang tidak mengangkat senjata, tetapi melalui syair-syair ciptaannya, beliau membangkitkan semangat nasionalisme,” ujarnya. Dr. Zulfan juga menambahkan, bahwa tantangan utama dalam penyelenggaraan acara ini terletak pada keterbatasan waktu, mengingat kegiatan dirancang di tengah masa ujian tengah semester (UTS) dan menjelang ujian akhir semester (UAS). “Kendalanya lebih pada waktu karena persiapan dilakukan cukup mepet. Tapi berkat kerja sama panitia dan partisipasi aktif mahasiswa, acara ini bisa berjalan lancar,” ujarnya.
Sebagai penutup, Dr. Zulfan menyampaikan harapannya agar mahasiswa FIB terus menumbuhkan semangat juang dalam dunia pendidikan. “Kami berharap mahasiswa FIB lebih bersemangat lagi. Gunakan ilmu yang dimiliki untuk berkontribusi di masyarakat, karena itulah cara kita mengisi kemerdekaan,” tutupnya.
Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah
Leave a comment