SUARA USU
Uncategorized

Strategi Distribusi UMKM VERGETEN: Bisnis Cendol Susu dan Roti Bakar yang Didirikan oleh Mahasiswa USU

Penulis: Felix Jemisa / Maharani Br Aruan / Rendy Gultom / Anggiat Faisal / Alvin Pratama / Putri Nur Syafitri / Lydia Natalia / Lidia Katarina

Suara USU, Medan. Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam perekonomian negara. Bisnis-bisnis ini mungkin kecil, tapi punya potensi besar untuk tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi yang besar. Salah satu hal penting dalam bisnis UMKM adalah cara mengantarkan produk kepada pelanggan dengan baik dan efisien. Itulah mengapa strategi distribusi yang baik sangat penting.

Strategi distribusi artinya cara kita mengirimkan produk dari tempat produksi ke pelanggan akhir. Bagi UMKM, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam hal ini. Pertama, UMKM seringkali punya keterbatasan dana. Artinya mereka tidak bisa mengeluarkan banyak uang untuk membangun infrastruktur distribusi yang besar atau menyewa jasa pihak ketiga. Kedua, transportasi di beberapa daerah mungkin sulit. Ini bisa membuat pengiriman produk menjadi lambat dan tidak efisien. Yang ketiga, UMKM mungkin juga kesulitan mengatur hubungan dengan pemasok, mengelola persediaan, dan memenuhi permintaan pelanggan yang berbeda-beda.

Analisis strategi distribusi yang diimplementasikan oleh bisnis yang kami riset, yaitu VERGETEN dalam mengantarkan produk kepada pelanggan. Kami akan menyajikan tinjauan mendalam tentang strategi distribusi yang digunakan oleh VERGETEN, termasuk tantangan yang dihadapi dan solusi yang diterapkan. Penelitian ini akan menggambarkan bagaimana VERGETEN menjalin kemitraan dengan mitra distribusi dan perusahaan logistik terpercaya, serta memanfaatkan teknologi digital seperti platform penjualan online, aplikasi pemesanan, dan platform pengiriman. Melalui analisis ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang praktik distribusi yang berhasil diterapkan oleh VERGETEN dalam mencapai efisiensi dalam pengantaran produk kepada pelanggan.

VERGETEN didirikan oleh mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara, awalnya VERGETEN ini didirikan oleh Fachrul Razi dan Fatih Muzir yang merupakan mahasiswa FEB, usaha VERGETEN dibentuk pada masa pandemi COVID-19 pada bulan Desember di tahun 2020. Mereka membentuk VERGETEN ini untuk mengisi kekosongan dikarenakan sekolah masih melakukan pembelajaran daring. Setelah berjalan 3 bulan, VERGETEN ini membuat menu baru yaitu roti bakar. Mengapa memilih roti bakar? Karena cendol dan roti bakar ini sama-sama memiliki rasa manis. Dengan menambahkan menu ini, VERGETEN melakukan penambahan anggota tim dari 2 orang menjadi 4 orang yaitu Muhammad Habib dan Izrah Afifah yang juga berasal dari Universitas Sumatera Utara. VERGETEN membuka gerai di gelanggang mahasiswa di USU dan di SMP Negeri 1. UMKM VERGETEN memiliki ciri khas pada cendolnya karena memiliki rasa yang berbeda dari cendol lainnya.

VERGETEN pada setiap hari Jumat selalu melakukan kegiatan sosial seperti bagi-bagi cendol dan thai tea kepada masyarakat. Selain itu, ada satu kegiatan yang dinamakan “VERGETEN on Event,” yang artinya VERGETEN hadir pada setiap acara-acara seperti MTQ dan PRSU.

Untuk menjalankan distribusi produk/jasa, VERGETEN melakukan distribusi langsung kepada pelanggan. Pelanggan dapat memesan melalui aplikasi ojek online, sehingga mereka bisa memperluas jangkauan distribusi dan memudahkan pelanggan untuk memesan produk mereka. VERGETEN juga menargetkan penjualan kepada mahasiswa USU dan pelajar di SMPN 1 Medan, sehingga mereka dapat memfokuskan upaya distribusi mereka pada segmen pasar yang tepat.

VERGETEN menggunakan platform online, yaitu ojek online, untuk menjual produk/jasa mereka. Pengalaman mereka dalam menggunakan platform tersebut cukup membantu, karena sebagian pendapatan VERGETEN berasal dari platform tersebut, bahkan mencapai setengah dari pendapatan harian mereka.

Dalam menjalankan distribusi produk/jasa, VERGETEN bekerja sama dengan layanan ojek online dan kurir untuk mengantarkan produknya kepada pelanggan. Kerja sama dengan pihak lain ini membantu VERGETEN dalam menjalankan distribusi secara efisien.

Tantangan terbesar yang dihadapi VERGETEN dalam mendistribusikan produk/jasa mereka adalah habisnya stok barang ketika pelanggan ingin memesan menu tersebut, serta keluhan dari pelanggan terkait keterlambatan dalam menyediakan pemesanan. Namun, VERGETEN berupaya meningkatkan komunikasi dan melakukan konfirmasi kepada kurir online pada saat pengantaran produk, untuk mengatasi masalah keterlambatan atau kegagalan dalam pengiriman kepada pelanggan.

Dalam menentukan harga produk/jasa yang didistribusikan, VERGETEN menghitung dari harga modal per cupnya dan menetapkan harga jual sebesar 2 kali lipat dari harga modal tersebut. Faktor distribusi juga mempengaruhi penetapan harga tersebut, dan VERGETEN telah memperhitungkan hal tersebut.

VERGETEN menentukan target pasar dan segmen pasar yang tepat dengan memanfaatkan mobilitas mahasiswa dan pelajar. Mereka membuka gerai di USU dan SMPN 1 Medan, karena lokasi tersebut sangat mempengaruhi faktor distribusi dan dapat menjangkau target pasar yang sesuai.

Dalam penanganan masalah keterlambatan atau kegagalan dalam pengiriman produk/jasa kepada pelanggan, VERGETEN berusaha meningkatkan komunikasi dan mengkonfirmasi kepada kurir online pada saat pengantaran produk tersebut.

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi distribusi yang digunakan oleh VERGETEN adalah distribusi langsung kepada pelanggan dengan memanfaatkan platform online seperti ojek online. VERGETEN juga memanfaatkan mobilitas mahasiswa dan pelajar dengan membuka gerai di USU dan SMPN 1 Medan, sehingga lokasi distribusi menjadi faktor penting. Melalui strategi ini, VERGETEN berhasil mencapai efisiensi dalam pengantaran produk kepada pelanggan.

Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah Marketing Management dengan Dosen Pengampu: Ummi Salamah Sitorus, S.A.B., M.M.

Redaktur: Anna Fauziah Pane


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Membangkitkan Semangat Interaksi Sosial Dengan Anak Berkebutuhan Khusus

redaksi

Strategi Promosi UMKM Medan Parcel: Bisnis Parcel Homemade yang Mendapatkan Omset Hingga Ratusan Juta

redaksi

Pentingnya Penerapan Strategi Pemasaran Produk Terhadap UMKM (Nokka Cafe)

redaksi