SUARA USU
Kabar Kampus

Tetap Optimis, Delegasi FH USU Berhasil Raih Juara II dalam Kompetensi Profesi Jaksa Tingkat Nasional di Universitas Gorontalo

Reporter: Inneke Kiki Rizki
Suara USU, Medan. Delegasi Fakultas Hukum USU, Johannes Agusyanto Defis Tambunan (2020) dan Yohanna Tiurma Manurung (2020) berhasil meraih Juara II dalam Kompetisi Profesi Jaksa Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Gorontalo pada Rabu, (30/11).

Kompetisi ini diadakan dari tanggal 21 November – 28 November 2022 dan hasilnya diumumkan tanggal 30 November 2022. Dalam kompetisi ini, mereka didampingi oleh Dr. Agusmidah SH., M.Hum sebagai dosen pendamping dalam kompetisi ini. Tahap kompetisi ini dimulai dengan membuat surat dakwaan, surat tuntutan dan mensimulasikan bagaimana menjadi seorang jaksa pada umumnya.

Johannes menjelaskan bahwa sebenarnya mereka mengalami keterlambatan informasi, jadi keduanya melakukan persiapan pada tanggal 25 November dimana mereka baru mulai mengurus administrasi, mencatat peralatan untuk rekaman membuat video, membuat surat dakwaan, surat tuntutan, menganalisis kasus posisi dan lain sebagainya. Ini artinya mereka hanya melakukan persiapan hanya dalam waktu 4 hari dalam mengikuti kompetisi ini.

Yohanna mengungkapkan bahwa kasus posisi dalam kompetisi kali ini mengenai kasus pembunuhan berencana, dimana dalam pembuatan surat dakwaannya mereka membaca surat dakwaan Ferdy Sambo dan yurisprudensi terkait kasus pembunuhan berencana. Terkait kesulitan dalam tahap ini dimana mereka harus menentukan apakah korban dalam kasus posisi ini mati karena keracunan atau mati karena dibakar. Jadi dalam hal ini keduanya harus mencari orang yang paham akan hal ini karena dalam yurisprudensi tidak semua ada terkait dengan hal ini.

Kemudian mengenai surat tuntutan, kesulitan yang dihadapi terkait dengan fakta persidangan. Tetapi karena bantuan dari seorang jaksa yang dikenal keduanya yang bertugas di Padang Lawas yaitu Adek Mery Sasti Siregar, S.H sehingga hal tersebut dapat dengan mudah teratasi. Terkait dengan take video simulasi persidangan, Yohanna dan Johannes kompak mengatakan bahwa kesulitan yang dihadapi ialah terkait peralatan, singkatnya waktu dalam persiapan kompetisi ini membuat keduanya harus berusaha lebih maksimal dalam mempersiapkan kompetisi ini. Mulai dari peminjaman kamera DSLR yang sangat sulit didapatkan, tempat untuk melakukan take video yang seadanya, dan mengurus administrasi di fakultas.
“Semoga mahasiswa Fakultas Hukum lebih berambisi lagi, karena sepertinya banyak teman-teman yang kurang semangat dalam membanggakan USU, sebenarnya enak loh mengikuti lomba itu. Jadi ikuti saja semua lomba yang sesuai passion kita dan lebih berani lagi untuk maju dan membanggakan USU karena aku tau teman-teman sebenarnya ada niat untuk membanggakan USU cuma belum berani saja,” ungkap Yohanna.

“Jangan membatasi diri kita, hanya karena pikiran kita yang mengatakan bahwa ‘aku pasti ga bisa’, nah pemikiran itu harus dibuang dan lampaui diri kita jangan batasi diri dan berkaryalah agar kita berguna bagi orang-orang disekitar,” tutup Johannes.

Redaktur: Yessica Irene

 

Related posts

Ooo Ini Rupanya Alasan PKL Bandel Jualan di Trotoar USU!

redaksi

USU Chess Club Adakan Rekrutmen Terbuka, Lahirkan Pecatur Berkualitas USU!

redaksi

SURAT EDARAN WR I TENTANG KERINGANAN UANG KULIAH TUNGGAL (UKT) DAMPAK COVID-19 UNTUK SEMESTER GANJIL TA. 2020-2021

suarausu