Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Entertaiment

The Admiral Roaring Currents: Perjuangan dan Patriotisme

Foto: movfreak

Penulis : Melisa Rinarki Harahap

Suara USU, Medan.Ambil pedangmu dan gunung akan bergetar. Ayunkan pedangmu, maka laut akan terbelah”

Laksamana Yi Sun Sin

Bagi kalian para pecinta genre film action, wajib banget nih untuk nonton film yang berjudul The Admiral Roaring Currents. Film yang rilis pada 2014 ini, memiliki judul film asli yaitu Myeongryang.

“Roaring Currents” diangkat dari kisah nyata yang lebih dikenal dengan nama “Battle of Myeongnyang,” karena peperangan tersebut terjadi di Selat Myeongnyang. Bersetting pada tahun 1597, tepatnya pada 26 Oktober 1597 film yang diangkat dari kisah nyata ini bercerita tentang Dinasti Joseon. Saat itu Korea harus menghadapi serangan kekaisaran Jepang yang sangat kuat, baik darat maupun lautan.

Di awal kisah diceritakan bahwa Laksamana Yi Sun Sin seorang Laksamana yang sudah beberapa kali berhasil memimpin pasukan untuk memukul mundur angkatan laut kekaisaran Jepang. Dia sempat ditahan karena dianggap melawan perintah raja. Namun, karena situasi darurat di mana Jepang ingin menguasai Dinasti Joseon, Laksamana Yi kembali ditugaskan untuk memimpin angkatan laut. Akibat perang-perang sebelumnya, hanya ada 12 kapal perang Korea yang tersisa. Sementara Jepang di bawah pimpinan “Raja Bajak Laut” Jendral Kurushima, sudah siap menggempur perairan Korea Selatan dengan lebih dari 300 kapal.

Dalam kondisi seperti ini tidak dihindarkan lagi bahwa banyak prajurit yang ingin kabur melihat jumlah lawan yang tak seimbang. Namun, Laksamana Yi menindak tegas bagi siapa saja yang lari dari medan perang yang sudah di depan mata. Dan dia terus memberi semangat patriotisme kepada prajurit yang tersisa.

Singkat cerita pasukan Laksamana Yi berhasil menguasai peperangan dengan menggunakan keahlian taktik perangnya. Namun kekuatan cerita, emosi, action dan visual yang keren mampu membuat penonton ikut merasakan perjuangan Laksamana Yi.

Maka tak mengherankan lagi, film garapan Kim Han-min ini sukses besar dan menjadi film terlaris dengan pendapatan tertinggi di negeri asalnya, Korea selatan sepanjang perjalanan industri film Negeri Ginseng tersebut, serta mendapat cukup perhatian secara internasional. Bahkan, The Admiral Roaring Currents ini sangat disukai oleh berbagai kalangan dan berhasil menjadi film dengan jumlah penonton banyak di Amerika.

Redaktur Tulisan : Orsella Nuraina

Related posts

Distilasi Alkena: Selamat Bercinta dan Bersastra!

redaksi

Koboy Kampus dari The Panasdalam

redaksi

Stuck With You, Sebuah Dedikasi di Tengah Pandemi

redaksi