SUARA USU
Film

Tick, Tick… Boom!: Kisah Ambisi Larson Sebelum Masuk Dalam Titik Krusial

Oleh: Irdiana

Suara USU, MEDAN. Film biopik musikal yang disutradarai oleh Lin-Manuel Miranda (Hamilton) ini tidak hanya hadir dengan kisah-kisah luhur dan menyayat hati, tetapi juga ‘Relateable’ dengan banyak seniman pekerja yang tahu betul bagaimana rasanya berjuang antara mencari sesuap nasi. dan menciptakan karya yang diakui.

‘Tick, Tick… Boom!’ mengikuti Jonathan Larson (Andrew Garfield), musisi dan penulis di balik salah satu pertunjukan Broadway paling sukses yang pernah ada, RENT. Namun, film ini tidak fokus pada kisah terciptanya RENT oleh Larson yang meninggal secara tragis sebelum persembahan perdananya. Sekitar dua jam, Tick, Tick…Boom terjadi enam tahun sebelum RENT dibuat yakni tahun 1990, ketika Larson masih bingung antara melanjutkan karir musiknya atau mencari pekerjaan tertentu.

Film ini mengikuti Jon (Andrew Garfield), seorang komposer teater muda yang sedang menunggu meja di restoran New York City pada tahun 1990 sambil menulis apa yang diharapkan akan menjadi musikal Amerika yang hebat berikutnya. ‘Tick, Tick… Boom!’, bertutur tentang kegelisahan yang dirasakan oleh Jonathan Larson (Andrew Garfield) di usianya yang hampir menginjak 30 tahun.

Bagaimana tidak? Di usia yang dianggapnya telah mencapai sebuah fase kritis, dirinya masih bekerja sebagai seorang pramusaji di sebuah tempat makan, tinggal di apartemen yang sudah usang, dan yang paling usianya, berusaha dalam mewujudkan mimpi dan harapan untuk memiliki karir di dunia teater masih belum menghasilkan hasil.

Jonathan Larson juga merasa sangat lelah akan berbagai tanggapan yang diterimanya atas karya-karya yang ditawarkan ke banyak produser drama teater. Perjuangannya untuk mempersiapkan drama musikal berjudul Superbia  yang telah berjalan selama delapan tahun juga terus menghadapi berbagai hambatan.

Beberapa hari sebelum dia memamerkan pengalaman dalam pertunjukan, Jon merasakan tekanan dari mana-mana: dari pacarnya Susan, yang memimpikan kehidupan artistik di luar New York City; dari teman Michael, yang telah pindah dari mimpinya ke kehidupan keamanan finansial; di tengah-tengah komunitas seni yang dirusak oleh epidemi AIDS.

Dengan jam yang terus Anda, Jon berada di perempatan jalan dan menghadapi pertanyaan yang harus diperhitungkan semua orang: Apa yang harus kita lakukan dengan waktu yang kita?

Penampilan Garfield sebagai karakter Jonathan Larson jelas merupakan penampilan terbaik yang pernah diberikan hingga saat ini. Departemen akting Tick Tick Boom! juga mendapatkan dukungan solid dari penampilan-penampilan akting lain dari barisan pemerannya. Meskipun dengan porsi yang tidak terlalu besar, Vanessa Hudgens mampu mencuri perhatian di setiap kehadirannya. Penampilan panggungnya bersama Garfield untuk lagu Theraphy atau duetnya bersama Shipp untuk lagu Come To Your Senses jelas menghasilkan jumlah momen magis bagi film ini. penampilan De Jess juga sangat menakjubkan dan mampu mendorong dorongan emosional yang begitu mendalam dalam adegan-adegan.

Tick, Tick… Boom! jelas sebuah garapan tradisional Hollywood akan kisah perjalanan seseorang dalam mencapai kesuksesannya. Film ini lebih berkonsentrasi pada perjalanan kreatif sang karakter utama dan bagaimana kehidupannya serta karakter-karakter yang berada di sekitarnya serta mendorong untuk melakukan perjalanan kreatif tersebut.

Mungkin posisi Miranda sebagai seseorang yang tumbuh dan berkembang di lingkungan teater memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kisah yang dituturkan oleh Larson. Namun, kemampuan Miranda untuk mengolah cerita dan memberikan penuturan yang utuh melalui baris-baris adegan musikal yang tereksekusi secara kuat serta kualitas tampilan produksi yang berkelas menjadi bukti tersendiri bagaimana kemampuan Miranda sebagai seorang sutradara.

Buat kamu yang penasaran dan tertarik dengan film ini, saksikan di Netflix sekarang!

Redaktur: Monika Krisna Br Manalu


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Lamun Semulang, Film Bertema Isu Sosial yang Dibalut dengan Unsur Budaya

redaksi

Petualangan Epik “Life of Pi” Memukau Penonton dengan Keindahan Visual yang Mengagumkan

redaksi

Petualangan Dunia Kuantum lewat film Ant-Man and the Wasp: Quantumania

redaksi