
Reporter: Alya Nayla Sahirah, Theresia A.N. Sidabalok
Suara USU, Medan. Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) berhasil meraih juara 3 kategori Literature Review dalam ajang Riau Medical Scientific Competition (RIMESCO) 2.0 yang digelar di Fakultas Kedokteran Universitas Riau, 5–7 September 2025.
Tim yang beranggotakan Enrico Franditho Sihombing, Ananda Putri Miftahul Janah, dan Alexander Williams Manalu ini menyingkirkan puluhan peserta dari berbagai universitas ternama, seperti UGM, Unpad, UNS, UPN Veteran Jakarta, UPN Veteran Jawa Timur, hingga Universitas Riau selaku tuan rumah. Tahun ini, RIMESCO mengusung tema “DIGEST: Developing Innovations and Global Excellence in Gastrohepatobilier Disease” dengan kategori lomba meliputi esai ilmiah, poster publik, video edukasi, dan literature review.
Dalam kompetisi tersebut, tim USU mengangkat karya berjudul Pendekatan Biomolekuler dalam Manajemen Karsinoma Hepatoseluler: Tinjauan atas Tren Terkini, Potensi Klinis, dan Tantangan. Mereka memilih topik tersebut karena kanker hati masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Dibimbing oleh dr. Fauzi Budi Satria, M.P.H., Ph.D., karya mereka berhasil menembus tujuh besar finalis sebelum akhirnya meraih posisi ketiga.
Enrico mengungkapkan bahwa motivasi mereka mengikuti lomba adalah untuk mengasah keterampilan membaca kritis dan penulisan ilmiah. “Kami ingin mengasah kemampuan membaca secara kritis, menggali ilmu dari penelitian terbaru, dan kemudian menulis secara ilmiah. Kami percaya, dengan mengikuti lomba literature review akan mempertajam kemampuan kami dalam melakukan tinjauan literatur,” ujarnya.
Meski demikian, proses persiapan tidak berjalan mulus. Tim harus menghadapi tantangan manajemen waktu di tengah padatnya jadwal kuliah, ujian, dan kegiatan organisasi. “Tantangan terbesar kami adalah membagi waktu, tetapi justru dari situ kami belajar arti kerja sama tim, saling menguatkan, dan tidak menyerah di tengah jalan,” kata Enrico.
Ia menambahkan bahwa kemenangan ini bukan sekadar soal prestasi, melainkan pengalaman berharga. “Kami belajar arti kerja keras, kekompakan tim, dan keberanian untuk tampil. Bertemu dengan mahasiswa dari berbagai universitas juga membuka mata bahwa dunia kedokteran begitu luas dan menantang.”
Enrico berpesan kepada mahasiswa lain untuk tidak ragu mencoba. “Kadang yang membuat kita gagal bukan karena tidak mampu, tetapi karena kita ragu melangkah. Mulailah dari hal kecil, bentuk tim yang solid, pilih topik yang menarik hati, dan jangan segan meminta bimbingan dari dosen maupun senior,” tutupnya.
Redaktur: Jesika Yusnita Laoly
Leave a comment