
Reporter: Debora Gracia Nauli Siregar
Suara USU, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi tuan rumah Lomba Presentasi Bahasa Jepang Tingkat Mahasiswa ke-4 Tahun 2025 untuk wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (11/9) di Gedung Pagelaran Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU ini mengusung tema “Pemahaman Lintas Budaya” dan menghadirkan delapan peserta dari berbagai universitas.
Acara resmi dibuka sejak pukul 09.00 WIB dengan sambutan dari sejumlah pihak. Kepala Program Studi Sastra Jepang USU, Alimansyar, SS, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah mahasiswa untuk menunjukkan hasil pembelajaran. “Kami berharap mahasiswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga mampu memahami budaya Jepang secara lebih mendalam,” ujarnya.
Wakil Dekan I FIB USU, Prof. Drs. Mauly Purba, M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat memacu prestasi mahasiswa di berbagai tingkatan. “Jenis kegiatan seperti ini bisa meningkatkan prestasi mahasiswa, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional maupun internasional,” katanya.
Dukungan juga datang dari Konsulat Jenderal Jepang di Medan, Mr. Furugori Toru, yang menekankan pentingnya memahami budaya di balik bahasa. “Menghafal kosakata dan tata bahasa saja tidak cukup untuk menguasai bahasa asing. Penting untuk memahami budaya serta perasaan penuturnya. Usaha dan kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” ucapnya.
Dewan juri terdiri atas Ms. Shigemura Miyoko dari Japan Foundation Jakarta, Mr. Furunobu Koichi selaku Konsul Muda Jepang di Medan, dan Mr. Uchida Yuichi dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Mereka menilai kemampuan bahasa Jepang, penguasaan materi, dan cara penyampaian peserta.
Setelah penampilan delapan peserta, acara disemarakkan dengan Fun Stage berupa pertunjukan Yosakoi, tarian, nyanyian dengan iringan alat musik, serta kuis seputar Jepang.
Dalam wawancara, Kaprodi Sastra Jepang USU, Alimansyar, menjelaskan bahwa tahun ini tidak ada seleksi internal mahasiswa USU. “Belakangan minat mahasiswa terhadap lomba menurun, jadi kami hanya membuka pengumuman. Mahasiswalah yang memiliki dorongan sendiri untuk ikut. Intinya, tidak ada seleksi,” jelasnya. Ia juga menilai kemampuan pengucapan mahasiswa semakin baik, salah satunya karena sering berlatih melalui tontonan seperti anime.
Terkait jumlah peserta yang lebih sedikit, Alimansyar menilai hal itu dipengaruhi pengumuman lomba yang dilakukan saat liburan. “Mungkin banyak yang masih santai. Kalau diumumkan saat kuliah, biasanya lebih mudah memotivasi mahasiswa. Prodi dan para sensei akan terus mendorong mahasiswa untuk ikut lomba ke depannya,” tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa cakupan lomba hanya wilayah Aceh dan Sumut karena merupakan tahap seleksi menuju tingkat nasional di Jakarta.
Hasil penilaian juri menetapkan Hana Nazihah Siregar sebagai juara pertama, disusul oleh Eka Aditya Syahputra sebagai juara kedua, Hannah Pertiwi Duha sebagai juara ketiga, serta Muhammad Alqi Sihombing sebagai juara harapan.
Dalam wawancara, Hana mengaku sempat gelisah karena sehari sebelum lomba ia jatuh sakit, namun tetap fokus saat tampil. “Jujur tidak menyangka bisa juara satu, tapi pengalaman ini sangat menantang dan memotivasi,” ujarnya. Ia menilai lomba ini tidak sekadar ajang berbahasa Jepang, melainkan juga melatih mental dan kepercayaan diri. Menurutnya, kunci utama adalah latihan berulang, berpikir positif, menjaga ekspresi, serta mengasah kemampuan berbicara di depan umum. Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan acara meski sempat terkendala tampilan slide yang kurang jelas.
Sambutan inspiratif turut disampaikan oleh Irwan, S.S., M.Si., yang menekankan pentingnya semangat pantang menyerah. “Kita yang berhenti adalah yang jatuh tujuh kali tapi bangkit delapan kali. Artinya, seberapapun kita berjuang, jangan sampai berkecil hati. Tetap optimis. Baik menang maupun kalah, semoga hari ini menjadi momentum baik bagi kita semua,” ujarnya.
Acara ditutup dengan penyerahan hadiah dan sertifikat kepada para pemenang, dilanjutkan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta, serta sesi foto
Redaktur: Merry Agnus Dei Gultom
Leave a comment