SUARA USU
Life Style

Transformasi Kopitree Tarik Perhatian Milenial

Oleh: Artha Tambunan, Fajar Bisa Yanda, Joshua Alexander, Oky Roymando

Mahasiswa Administrasi Bisnis FISIP USU dengan Dosen Pengampu Mata Kuliah Perilaku Konsumen Bapak Onan Marakali Siregar, S.Sos, M.Si.

Kopitree adalah Coffee Shop yang menawarkan Kopi Arabika terbaik di Indonesia yang berlokasi di Jalan Merpati No.74A, Medan. Berdiri sejak tahun 2017 di bawah naungan PT. Kopitree Cita Berkah dengan mengandalkan hasil perkebunan sendiri.

Walau memiliki embel-embel kopi di bagian namanya, Kopitree tidak hanya menjual minuman yang terbuat dari kopi saja, melainkan juga ada teh, minuman non coffee lainnya serta makanan seperti potato wedges dan rice bowl. Anda tidak perlu mengocek kantong terlalu dalam karena harga yang diberikan oleh Kopitree untuk memperoleh produknya hanya berkisar Rp 20.000 hingga Rp 35.000 saja.

Kini Kopitree telah merubah konsep perancangan lokasinya. Transformasi yang dilakukan oleh Kopitree dikarenakan sudah terjadinya stuck di tempat yang dapat dimaksimalkan.

“Kami sadar, dengan tempat yang dulunya ditawarkan maka jangkauan customer tidaklah semasif sekarang, dan bisa dibilang tempat sudah tidak menarik lagi. Lalu, dirubahlah konsep tempatnya agar sekaligus sama-sama diperbaiki internalnya agar tercapai konsep baru,” ujar Hashim Sulaiman selaku pemilik Kopitree.

Konsep baru yang dihadirkan oleh Kopitree berbentuk bangunan semen ekspos yang memiliki sentuhan lebih rapi lagi serta  menimbulkan kesan industrialis.

“Jumlah pengunjung bertambah karena designnya sesuai dengan selera anak muda sekarang atau Milenial. Untuk kisaran penambahannya sebanyak  70% dari customer lama dan customer lama yang melakukan pembelian kembali  sekitar 40% saja,” ujar Hashim Sulaiman.

Kopitree dengan konsep barunya berhasil menarik pengunjung yang lebih lagi dengan kisaran usia 25 – 35 tahun dimana sebelum adanya transformasi, pengunjung Kopitree berusia 18-25 tahun saja.

Transformasi dari Kopitree sendiri ikut mempengaruhi perilaku konsumen dalam segi spendingtime. Sebelum adanya perubahan, pengunjung menghabiskan waktu selama 2-3 jam, namun sekarang pengunjung hanya menghabiskan waktu selama 1,5 jam saja.

“Kalau sebelum perubahan rata-rata lama duduknya sampai 2-3 jam karena nyaman dan banyak chargeran dimana-mana. Kalau sekarang, paling lama 1,5 jam udah pulang karena memang didesign tempatnya buat nyaman, tapi bukan terlalu nyaman begitu,” ujar Hashim Sulaiman.

Selama pandemi Covid-19 ini, Kopitree juga ikut menjaga keamanan pengunjung dari virus berbahaya tersebut. Kopitree memastikan setiap karyawan yang bersentuhan langsung dengan makanan dan minuman selalu menggunakan sarung tangan dan juga menggunakan masker. Selain karyawan para pengunjung juga diwajibkan untuk memakai masker kecuali saat sedang makan dan minum. Ini jugalah yang menyebabkan Kopitree membuat design tempat yang terbuka agar sirkulasi udara lancar, dan layout tempat sudah dibuat berjarak sedemikian rupa.

Related posts

Oversharing, Budaya Baru Pengguna Media Sosial

redaksi

Lapo Tuak, Bentuk Kearifan Lokal Masyarakat Batak

redaksi

Strap Mask Tingkatkan Kontaminasi Virus, Begini Cara Efektif Lain Menyimpan Masker

redaksi