SUARA USU
editorial

UAS Online VS UAS Offline, Mana yang Lebih Asyik?

Ilustrasi: ef.co.id

Oleh: Ikhwa Sasmitha

Tidak terasa UAS sudah di depan mata. Persiapan bertempur di medan perang mencari nilai sudah matang? Kali ini pihak berwenang di tempatmu menempuh pendidikan menerapkan sistem apa? Online atau offline? Karena pandemi terus berlanjut, sepertinya masih kebanyakan melaksanakan UAS online. Yuk, kembali mengingat gimana rasanya sebelum pandemi menjalani UAS offline. Lebih asik pas online atau offline, ya?

Kalau ngomongin online, nggak bakal jauh-jauh dari yang namanya internet. Untuk para pencari ilmu, internet dengan referensi yang luas dan tanpa batas sudah pasti sangat membantu. Jawaban soal ujian pun mudah didapatkan. Hanya dengan memasukkan kata kunci soal di laman internet, dalam hitungan detik akan muncul yang dicari dengan berbagai referensi dan sudut pandang ahli. Jadi, pastilah sepakat kalau mengerjakan UAS dengan sistem online sangat memudahkan kita.

Belum lagi karena saat UAS online pengawasannya tidak terlalu ketat. Sehingga kita bisa leluasa bertanya kepada teman kita jika ada soal yang tidak dimengerti. Eits, bukan berarti meleglkan dunia percontekan, ya. Mencontek tetap saja dilarang. Hanya saja kita bisa mendapatkan penjelasan yang lebih rinci dari teman yang memang memahami soal ujiannya. Lagipula, jika jawaban kita sama persis dengan jawaban teman pasti nilainya akan dikurangi.

Selain itu, terkadang soal UAS online diberikan dalam bentuk tugas dengan waktu yang lumayan banyak. Sehingga kita bisa mengerjakannya secara matang dan dijelaskan secara terperinci dengan sumber yang kuat. Maka hasil yang didapatkan pun memuaskan dan berimbas mendapat nilai yang bagus.

Namun, di balik kemudahan pasti ada kesusahan. Tugas-tugas yang diberikan pada saat UAS online biasanya lebih sulit dibanding saat offline. Bahkan tak jarang ditemukan antara waktu pengerjaan soal dengan kesulitan serta banyaknya soal tidak sebanding. Hal ini tentu saja membuat kita mengerjakan soal dengan berpacu pada waktu namun tetap mempertimbangkan jawaban yang bagus dan benar. Konsekuensi mengulang pun turut menghantui jika terlambat mengumpul jawaban ujian.

Tidak hanya itu, tanpa disadari, UAS online sedikit demi sedikit merubah kita menjadi orang yang santai, atau bahkan terlalu santai hingga lebih cenderung ke malas. Pikiran-pikiran seperti, “ah, gampang. Nggak perlu belajar. Ntar juga jawabannya ada di internet”, menurunkan semangat belajar kita dalam menghadapi ujian.

Throw back ke masa sebelum Pandemi, dimana kita masih melakukan kegiatan serba-serbi offline, gimana sih pelaksanaan UAS offline itu? Tentu saja antara online dan offline terdapat perbedaan yang mencolok.

Saat ujian offline biasanya kita akan cenderung mendapatkan soal yang lebih mudah. Dengan mempertimbangan kemudahan mendapat jawaban ujian saat online, biasanya para pendidik menaikkan level kesulitan soal karena berpikir akan terlalu mudah jika soal saat offline dipakai juga saat online, sebab cara dan proses pengerjaannya berbeda. Kemudian waktu pengerjaan soal dengan banyaknya soal cenderung seimbang.

Pada saat UAS offline kita tidak akan mengkhawatirkan kestabilan jaringan internet, sebagai kunci lancarnya ujian. Ujian dilaksanakan secara langsung dan manual sehingga tidak perlu pusing-pusing jika jaringan internet di tempat kita berada bermasalah atau bahkan kehabisan kuota.

Saat UAS offline, kita juga akan melaksanakannya di satu tempat yang sama dengan waktu dan soal yang sama juga. Hal ini memberikan keadilan diatara para peserta ujian, karena diuji dengan sejujur-jujurnya berdasarkan kemampuan yang dimiliki. Dengan begitu akan tampak perbedaan peserta ujian yang belajar sungguh-sungguh dan yang tidak belajar.

Namun saat UAS secara offline, kita merasakan euforia belajar keras yang tak jarang hingga larut malam. Kekhawatiran tidak dapat menjawab soal dengan benar dan berujung mendapat nilai jelek membuat kita merasa perlu belajar lebih keras daripada saat online. Kita hanya bisa mengandalkan ingatan sendiri. Selain itu, ruang gerak juga sangat terbatas. Sebab selama pelaksanaan ujian kita akan diawasi oleh para pengawas agar tidak terjadi kecurangan.

Dari pemaparan diatas, antara UAS online dan UAS offline memiliki kemudahan dan kesusahannya tersendiri, nih. Jadi, menurut kamu mana yang lebih asyik? UAS online atau UAS offline?

 

Penyunting: Yulia Putri Hadi

 

 

 

 

 

Related posts

Maraknya Buku Bajakan, Salah Siapa?

redaksi

Anak Terlindungi, Indonesia Maju?

redaksi

Dari BTS Meal hingga Euro, Baiknya Loyalitas Kpopers Disalurkan untuk Kebermanfaatan

redaksi