
Reporter: Emmi Simatupang
Suara USU, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar ELKASU 2025 Edukasi & Literasi Keuangan Sumatera Utara pada Rabu, 3 Desember 2025 di Digital Learning Center Building (DLCB) USU mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan akademisi, praktisi keuangan, tokoh industri, dan pembicara publik untuk meningkatkan kesadaran finansial mahasiswa, memperkuat pemahaman tentang pengelolaan keuangan, dan menekankan pentingnya proteksi melalui asuransi. ELKASU 2025 menjadi langkah strategis kampus dalam membangun generasi muda yang cerdas finansial dan adaptif menghadapi kompleksitas ekonomi digital.
Acara dibuka oleh Sekretaris Rektor USU, Prof. Dr. dr. Muhammad Fidel Ganis Siregar, M.Ked (OG), Sp.OG, Subsp.F.E.R., yang menegaskan bahwa literasi keuangan dan kesadaran berasuransi berperan penting dalam membentuk mahasiswa yang tangguh, mandiri secara ekonomi, dan bertanggung jawab dalam mengelola risiko finansial. Ia menekankan bahwa pengetahuan dasar mengenai keuangan pribadi akan membantu mahasiswa menghadapi konsekuensi finansial dalam kehidupan sehari-hari maupun saat memasuki dunia kerja.
Sejak pagi, suasana kegiatan telah dipenuhi antusiasme mahasiswa yang hadir mengenakan almamater sebagai dress code resmi. Penampilan tersebut menciptakan atmosfer akademik yang hangat, sedangkan keberagaman fakultas menunjukkan bahwa literasi keuangan bukan lagi bidang khusus mahasiswa ekonomi, tetapi kebutuhan dasar seluruh disiplin ilmu.
Rangkaian materi dimulai dengan paparan Dr. Suwandi, Ak., MM., CA, yang menjelaskan pentingnya literasi keuangan di tengah perkembangan ekonomi digital. Ia menegaskan bahwa generasi Z perlu mengelola pendapatan, menabung, menghindari utang konsumtif, dan membuat perencanaan jangka panjang. Kemampuan tersebut, menurutnya, dibentuk melalui edukasi yang konsisten dan pengalaman langsung dalam mengatur keuangan personal.
Selanjutnya, praktisi asuransi Dhanang Hartanto, SE., MM., AAIJ., memaparkan urgensi proteksi finansial dan manajemen risiko. Ia menyoroti masih kuatnya persepsi keliru mengenai asuransi yang dianggap sebagai beban, padahal justru menjadi instrumen penting dalam menghadapi risiko tak terduga. Berbagai contoh kasus nyata ia sampaikan untuk memperjelas fungsi strategis asuransi bagi mahasiswa.
Tokoh industri seperti Dermawan Sebayang, SE., M.BA., dan Marina Manaur Sianipar turut memberikan perspektif mengenai peluang dan tantangan dunia keuangan modern. Mereka mengajak mahasiswa beradaptasi dengan perkembangan fintech, layanan digital banking, serta inovasi keuangan lain yang kini menjadi bagian dari kehidupan urban. Adaptasi ini dinilai sebagai kunci untuk mencapai literasi finansial yang matang.
Acara menjadi semakin interaktif melalui peran moderator Ira Rizka Aisyah Lubis, S.Sos., M.Si., yang memfasilitasi diskusi antara narasumber dan peserta. Mahasiswa banyak mengajukan pertanyaan seputar cara memilih produk asuransi, menghindari perilaku konsumtif, hingga strategi mengatur keuangan bagi mahasiswa rantau.
Untuk menjangkau mahasiswa secara lebih dekat, ELKASU 2025 juga menghadirkan pembicara publik Ilham Abay dan Joel Purba. Dengan gaya penyampaian yang ringan dan relatable, keduanya membahas bagaimana tren media sosial memengaruhi budaya konsumsi anak muda. Mereka mendorong mahasiswa menerapkan prinsip “smart spending” serta memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.
Seluruh rangkaian ELKASU 2025 memberikan pemahaman komprehensif tentang pengelolaan keuangan, pembentukan perilaku finansial yang disiplin, dan pengambilan keputusan yang tepat. USU berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari, seperti menyusun anggaran bulanan, mulai berinvestasi kecil, membeli proteksi yang diperlukan, dan mengelola risiko secara bijak. Literasi keuangan yang baik dinilai mampu membentuk generasi yang mandiri serta berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi keluarga dan masyarakat.
Redaktur: Jesika Yusnita Laoly
Leave a comment