Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Kabar Kampus

Alamak! Gagal Lagi USU Tembus 20 Besar PKM Tahun ini

Reporter: Yulia Putri Hadi

Suara USU, MEDAN. Kabar kurang sedap kali ini menghampiri Universitas Sumatera Utara. Kampus kebanggaan masyarakat Sumatera Utara dan kota Medan ini hanya berhasil meloloskan 30 proposal pada ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2021 yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 30 Proposal yang lolos untuk dibiayai Dikti itu terdiri atas 2 PKMK, 5 PKMKC, 1 PKMPM, 21 PKMRE, dan 1 PKMRSH.

PKM adalah salah satu usaha yang dilakukan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DITLITABMAS) Ditjen Dikti untuk meningkatkan mutu lulusan perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota  masyarakat yang memiliki kemampuan akademis yang dapat mengembangkan, menerapkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi maupun seni dan budaya Indonesia.

PKM merupakan ajang akbar nya mahasiswa, bahkan sudah menjadi ajang tahunan yang sangat bergengsi di kalangan mahasiswa. Para dosen juga berlomba-lomba membimbing mahasiswanya agar bisa lulus PKM.

Tak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, bila dibandingkan dengan kampus-kampus ternama lainnya, performa USU masih di bawah. Tahun ini, USU tak masuk 20 besar PT lolos PKM.

Staff Ahli WR I mengatakan hal ini sudah menjadi permasalahan bagi USU setiap tahunnya, terlihat bahwa atmosfer ilmiah dan kompetisi bagi mahasiswa USU itu lemah. Ia menuturkan dua hal yang akan dilaksanakan untuk meningkatkan performa USU di PKM.

Pertama, akan dilakukan rekognisi, menjadi skripsi atau nilai, seperti yang dilakukan oleh beberapa universitas lain, terutama PTN-BH. Kedua, akan dikuatkan proses pembinaan kegiatan-kegiatan kompetisi dari Kemendikbud. Doli menuturkan bahwa yang terjadi selama ini juara internasional banyak sekali, tetapi ternyata kualitasnya tidak linear dengan prestasi di PKM.

“Semestinya kita masuk 20 besar, atau target tahun depan kita nomor satu di Sumatera Utara. Saya yakin itu terjadi dengan dua pendekatan tadi, yaitu rekognisi dan pembinaan kegiatan dari Kemendikbud,” ujar Doli.

Menurut Ketua GANTARI USU, Viqry Pramananda, rendahnya jumlah proposal yang lulus tak hanya karena kualitas ide yang kurang. Ada banyak faktor yang menentukan kelulusan proposal PKM, seperti faktor kepatuhan terhadap format penulisan, kelengkapan berkas, dan sebagainya.

Viqry menuturkan beberapa hal yang harus dibenahi untuk PKM di USU. Pertama, dibuatkan wadah pembinaan PKM sejak dini, seperti Klinik PKM USU. Wadah ini yang memperkenalkan PKM terutama kepada para mahasiswa dan memberi pelatihan dan pendampingan sejak dini, agar mahasiswa terbiasa dengan atmosfer PKM. Seperti bagaimana menyusun proposal, bagaimana cara mencari topik, dan lain sebagainya.

“Wadah pembinaan PKM ini bisa dimulai dari tingkat fakultas dulu mungkin baru perlahan ke tingkat kampus,” ujar Viqry.

Kedua, dibuatkan ajang PKM khusus mahasiswa USU. Seperti PKM Maba yang dilakukan kampus Universitas Brawijaya.

“PKM Mahasiswa seingat abang sudah dimulai di PKKMB 2020 FT, kalau klinik PKM, kami dari HIMATEK FT USU sudah mulai mengadakan khusus untuk mahasiswa Tekkim. Dan alhamdulillah output klinik PKM ini lulusnya 6 tim yang diketuai teknik kimia, dan 4 proposal yang bergabung dengan jurusan lain,” katanya.

Ketiga, perlu diadakan sesi sharing saat PKKMB (pembukaan) dengan para juara PIMNAS, supaya para mahasiswa baru kenal dengan orang-orang yang sudah berpengalaman di ajang PKM-PIMNAS.

Viqry menambahkan, PKM tahun ini terkesan mendadak karena rentang pengerjaan proposalnya yang singkat.

“Saya kurang tahu timeline mendadak ini memang dari Kemendikbud atau dari USU nya,” tuturnya.

Untuk mahasiswa USU, Viqry berharap agar lebih banyak lagi yang mengikuti PKM, terutama teman-teman dari jurusan soshum. Bisa kita lihat, PKM RSH di USU sangat sedikit yang lulus pendanaan. Entah karena peminatnya yang memang sedikit atau karena kualitas proposalnya. Berbeda bila dibandingkan dengan UGM yang PKM RSH nya sangat banyak. Ini membuktikan teman-teman bidang soshum juga bisa mengambil peran dan menuangkan gagasannya.

Viqry pun membagikan strategi untuk lulus pendanaan, yakni menggunakan ide berbasis potensi lokal. Seperti kita ketahui, di Sumatera Utara ini ada banyak potensi lokal baik hasil alam maupun hasil non alam.

“Nah, itu harus dimanfaatkan sebagai topik PKM. Karena topik yang mengangkat potensi lokal itu berpeluang lebih besar untuk lulus pendanaan. Artinya, kita mahasiswa itu paham sama keadaan daerah kita sendiri,” tuturnya.

Ketua INKUBATOR Sains (INKUBS) USU, May Sarah, juga menyampaikan tanggapannya. Menurutnya, informasi untuk mengikuti pedoman dari BKK kurang baik. Banyak kesalahpahaman dari buku pedoman yang diartikan oleh pihak BKK, sehingga para mahasiswa kebingungan mengikuti yang mana.

May menyampaikan agar pihak USU memberikan perhatian lebih untuk kegiatan seperti ini, misalnya PKM atau KBMI, karena USU minim pada event-event tersebut.

“Jalinlah kerjasama yang intens dengan UKM-UKM Penelitian di USU,” harapnya.

“Harapan saya kedepannya usu bisa masuk peringkat 20 besar bahkan 5 besar. Dan semoga kita bisa lebih peka lagi terhadap event-event bergengsi seperti ini, serta mengubah mindset kita bersama. Sukses selalu usu, dan jadilah juara di pimnas untuk tahun depan,” pungkas May.

Redaktur: Muhammad Fadhlan Amri

Related posts

Rayakan Hari Ulang Tahun, IMASEP Mengadakan Kompetisi Futsal

suarausu

BEAUTY KNOWLEDGE AND MAKE UP CLASS TINGKATKAN MOTIVASI WIRAUSAHA

redaksi

Rekrutmen Terbuka Pramuka USU: Siap Tebar Ilmu dan Relasi Seluas-luasnya!

redaksi