Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Entertaiment

Cerita Danang, Awardee Beasiswa VDMI “IKHTIAR DAN DOA”

Oleh: Agus Nurbillah

Suara USU, Medan. Danang Aryo Kusumo, seorang mahasiswa jurusan Antropologi Sosial di Universitas Sumatera Utara angkatan 2019 yang diterima melalui SNMPTN, sekaligus awardee dari beasiswa Van Deventer-Maas Stichting (VDMI). Beasiswa VDMI sendiri sedang membuka pendaftaran hingga 10 Maret 2021 nanti.

Van Deventer-Maas Stichting adalah sebuah yayasan pribadi dengan misi mendukung pendidikan masyarakat Indonesia. Yayasan ini didirikan pada tahun 1947, berdasarkan kesepakatan dan keinginan Ibu Elizabeth Maas, istri dari Pak Coen van Deventer.  Coen van Deventer, yang peduli terhadap ketimpangan hubungan ekonomi antara Belanda dan Indonesia, sangat fokus untuk membantu pendidikan di Indonesia dengan memberikan dana dalam bentuk beasiswa dan program pengembangan karakter. Pasangan tersebut tidak dikaruniai anak, oleh karena itu, mereka memutuskan untuk menyumbangkan kekayaan mereka (charity) untuk pengembangan potensi masyarakat Indonesia. Salah satu bentuk bantuan yang diberikan ialah dalam bentuk beasiswa bagi mahasiswa muda, berbakat, berprestasi, dan berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu.

“Saya terbilang nekat untuk diterima di universitas ini. Tidak punya kating atau alumni jadinya semua informasi benar-benar  acuannya cari sendirian, benar-benar  semuanya serba buta. Terlebih saya juga besar di desa, kuliah di kota itu membuat culture shock. Makanya saya jika ada yang tanya info atau minta tolong terkhusus maba, kalau bisa saya bantu, ya dibantu. Karena saya dulu sudah merasakan bagaimana rasanya miskin info dan nekat terjun tanpa dibantu sama kating jurusan,” ujar Danang, sedikit menceritakan perjuangannya menjadi  seorang mahasiswa.

Sebagai awardee beasiswa VDMI  terdapat tantangan yang harus Danang hadapi, yaitu harus menguasai bahasa Inggris. Danang sendiri tidak pernah mengikuti bimbingan belajar bahasa Inggris, namun Ia mempelajarinya melalui lagu ataupun film yang ia tonton.

“Kendala di surat kelengkapan tidak ada. Cuma tantangan di beasiswa ini terbilang diprioritaskan yang fasih dalam berbahasa inggris. Jujur saya tidak pernah les atau bimbingan kelas tambahan pelajaran bahasa inggris, semua grammar dan tata bahasa masih banyak yang berantakan. Terimakasih banget sama lagu western dan film yang sudah mampu buka sedikit rasa curious saya buat mempelajari bahasa inggris.”

Selain itu, syarat dari beasiswa yang Ia peroleh saat ini salah satunya membuat esai diri dalam bahasa Inggris.

“Ada beberapa kendala juga di pemilihan kata, sesekali kalo gatau katanya lihat di kamus. Tapi 80%  kalimatnya mengalir aja di kepala. Soalnya saya juga sudah pernah juga ngobrol sama orang asing dan bisa respon. Alhamdulillah juga enggak nyangka lulus,” ujarnya.

Danang yang berasal dari keluarga sederhana, ayahnya seorang petani dan ibunya seorang ibu rumah tangga, berkeinginan untuk berubah, mencari relasi, jaringan, dan beasiswa untuk kehidupan yang lebih baik lagi. Namun sangat disayangkan, masih ada saja pihak yang bisa dikatakan “mampu” secara ekonomi tetapi tetap mengambil beasiswa ini.

“Maaf cakap, secara tidak langsung mereka mendoakan agar dirinya menjadi kurang mampu,” lanjut Danang.

Tips dan trik memperoleh Beasiswa

Terkait bagaimana cara Danang bisa memperoleh beasiswa VDMI ini, ada beberapa tips yang Danang sampaikan kepada kami agar bisa memperoleh beasiswa seperti dirinya.

“Yang pertama yang pasti minta ridho dari Allah dan orang tua, jangan menyerah , ikhtiar dan  doa karena setelah kita usaha, tentu diiringi doa InsyaAllah semua berjalan lancar, serta tetap jujur sebab dunia ini tidak kekurangan orang pintar, tapi kekurangan orang jujur terlebih lagi di negara kita ini,” terangnya.

“Jangan menganggap diri kita ini “kentang” atau bukan apa- apa. Kalau acuan kita selalu lihat ke atas dalam hidup, Kita tidak bisa liat di depan dan bakalan nyungsep karena sibuk mandang ke atas. Tapi kalau kita pandang ke bawah, kita bisa tahu rintangan apa di hidup kita, bisa lihat dan sadar bahwa apa yang dikeluhkan hari ini, adalah impian banyak orang diluar sana. “ tambahnya.

Danang juga menambahkan trik agar memperoleh beasiswa, “Saat wawancara , pembawaan harus tenang, menjawab pertanyaan dengan santai, rapih dan jangan terlalu terlihat gugup karena semua ekspresi akan dinilai oleh pewawancara beasiswanya.”

Danang berharap kedepannya bisa lebih banyak meningkatkan kemampuan bahasa inggris untuk memperjuangkan beasiswa ini, mulai dari grammar, conversation, asking and answer karena itu semua berkesinambungan.

“Jangan menyerah, ikhtiar dan doa karena Allah sudah pasti selalu ada di setiap langkah kita. Bisa saja apa yang tidak kita sukai adalah kehendak Allah, dan bisa saja apa yang kita sukai adalah bukan kehendak Allah sehingga dijauhkan dari kita. Walaupun daring ini terjebak dalam zona yang tidak nyaman dan tidak kondusif, tapi semoga kedepannya kita bisa lebih semangat dan optimis, semoga pandemi ini cepat berlalu agar kita bisa beraktivitas seperti biasa sehingga kita bisa meningkatkan potensi secara pemikiran, psikologis, intelegensi, dan sebagainya,” pesannya pada akhir wawancara.

Redaktur : Wiranto Asruri Siregar

Related posts

BANDA NEIRA: Yang Patah Tumbuh

redaksi

Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran

redaksi

Clubhouse VS Discord

redaksi