SUARA USU
Kabar Kampus

CIMSA USU Bahas Antimicrobial Resistance

Penulis:Ruth Stephanie Audrey Sinaga

SUARA USU,Medan. CIMSA yang merupakan pusat kegiatan mahasiswa kedokteran Indonesia mengadakan webinar “STOP ANTIMICROBIAL RESISTANCE”. Antimicrobial Resistance adalah seseorang yang resisten terhadap pengunaan antibiotik. Mikroba bisa terjadi secara natural, tetapi bisa juga karena dari pemberian obat, faktor rumah sakit, makanan, dan lingkungan juga berpengaruh.

Menurut dr.Tri Widyawati, sering sekali masyarakat menggunakan antibiotik tanpa resep dokter, tentu penyakit tersebut tidak akan sembuh dengan baik jika hanya asal membeli obat dan tanpa resep dokter, dan tidak semua antimikroba membutuhkan antibiotik. Jika terlalu sering mengonsumsi antibiotik tidak sesuai kadarnya, maka tubuh tidak akan merespon lagi.

Menjadi pertanyaan besar apakah kasus antimikroba terjadi pada hewan? Menurut drh.Gunawan, kasus ini mayoritas di hewan di area pertanian, tentunya karena untuk keberlangsungan produktifitas, dan protein hewani. Di sini hewan juga dapat membawa kasus antimikroba lewat kotoran yang dijadikan pupuk untuk sektor pertanian, tentunya membawa dampak buruk untuk lingkungan.

Sekarang sedang ditekankan agar jangan terlalu banyak memberi antimikroba untuk hewan, melainkan bisa menggunakan bio security ataupun vaksinasi.

“Hewan juga bisa menularkan antimikroba kepada manusia melalui makanan jika tidak dirawat dengan higenis, tetapi kabar baiknya pemerintah sudah mengeluarkan Undang-Undang tentang penggunaan antimikroba untuk hewan. Sekarang para ahli kesehatan mengembangkan program one health, yang artinya kita bersama-sama mengatasi kasus antimikroba dari berbagai sektor.” tutur drh. Gunawan.

“Di zaman pandemi sekarang, banyak sekali masyarakat tidak menganalisa informasi tentang pemakaian obat di kala pandemi, di sinilah seharusnya pemerintah memberikan informasi lebih kepada masyarakat, karena sering sekali masyarakat membeli antibiotik padahal antibiotik adalah obat keras, itu yang kita khawatirkan sekarang,dimana Indonesia mendapat peringkat 10 besar dalam ancaman kesehatan global,” jelas dr.Tri Widyawati.

Sebagai mahasiswa, kita bisa menyebarkan aksi ini dengan menyebarkan informasi dalam bentuk literasi, ataupun dalam bentuk webinar. “Tanam nilai idealisme dalam diri, yang pastinya dengan niat dan kemauan dari dalam diri kita,” lanjut dr. Tri Widyawati.

Sebagai penutup webinar, drh.Gunawan & dr. Tri Widyawati berpesan agar kegiatan ini terus dilanjutkan, agar dapat memberi informasi penting tentang antimicrobial ressistance, dan lebih mengedepankan prinsip “Action More, After Talk”.

 

Redaktur: Yulia Putri Hadi


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Keluhan Terhadap Kondisi Halte Linus yang Memprihatinkan

redaksi

Mengusung Tema Join in God Love (JINGLE), Prodi Ekonomi Pembangunan USU Sukses Rayakan Natal

redaksi

Silahturahmi Akbar Gamadiksi USU

suarausu