Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Kabar Kampus

Hanya 1 Paslon di PEMIRA FT, Antusiasme Mahasiswa Teknik Sedikit?

Reporter : Intan Permata Sari Purba

Pemilihan Raya di Fakultas Teknik USU telah berlalu, terpilihnya Azzam dan Fajar sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur FT secara resmi telah mengakhiri pesta demokrasi di Fakultas Teknik (19/7).

Sebelumnya terdapat 2 KAM yang mendaftar PEMIRA FT dan dinyatakan lulus verifikasi, yaitu KAM Solidaritas dan KAM Rabbani dan hanya mengusung 1 paslon yang berasal dari KAM Solidaritas.

Namun, ada terbersit pertanyaan “Mengapa hanya 1 paslon yang maju sebagai Gubernur dan Wakil gubernur di FT USU yang notabene Fakultas Teknik merupakan pemilik kapasitas mahasiswa terbanyak di USU? Apakah antusiasme masyarakat FT yang berkurang akan kontestasi PEMIRA? Apakah pandemi merupakan jawaban atas pertanyaan ini semua?”

Alfi selaku ketua KPU FT USU mengatakan sepakat, bahwa di masa pandemi ini membuat antusiasme teknik sedikit yang membuat menjadi kurang peduli akan kelanjutan pemerintahan dilingkup Fakultas Teknik.

”Kami dari KPU FT USU sudah berusaha semaksimal mungkin menginformasikan mengenai timeline PEMIRA kepada seluruh mahasiswa teknik untuk membuka kesempatan kepada siapapun yang ingin bermain di PEMIRA tahun ini, yang tentunya juga dengan melengkapi persyaratan yang sudah kami infokan,” jelas Alfi.

Pernyataan Alfi pun selaras dengan Aria selaku perwakilan KAM Rabbani sebagai Kepala Departemen Akademi Profesi K3MI AL HADIID FT USU. “Saya mengapresiasi KPU FT yang telah melaksanakan dan memfasilitasi PEMIRA FT dengan situasi dan kondisi pandemi. Kami juga bekerja keras dalam mengkampanyekan dan mensosialisasikan agar antusiasme dari mahasiswa bisa semangat dalam menyambut PEMIRA. Namun, hal ini belum sesuai dengan harapan karena masih banyak mahasiswa teknik yang tidak peduli dengan PEMIRA apalagi situasi pandemi. Saya juga ingin mengoreksi KPU yang sangat minim komunikasi dengan publik, komunikasi dan sosialisasi dengan mahasiswa yang tidak efektif dan efisien dengan cara lama. Tidak ada inovasi yang dibuat oleh KPU untuk menarik antusiasme dari mahasiswa itu sendiri, jadi hal ini berdampak pada hasil PEMIRA yang kita sama-sama lihat sekarang,” ungkapnya.

Namun Alfi juga mengatakan, untuk permasalahan yang dihadapi pada PEMIRA kali ini dikarenakan hanya terdapat 1 paslon. “Menjadi Cagub dan Cawagub, dimana saat ini tentunya akan lebih berat karena sangat banyak tantangan yang perlu dihadapi dan banyak kegiatan yang harus dikemas berbeda untuk tetap berperan aktif dimasa pandemi. Hal ini lah yang mungkin menjadi alasan kurangnya antusiasme masyarakat teknik untuk mencalonkan diri di PEMIRA kali ini. Walaupun Cagub dan Cawagub tunggal, tetapi kami dari KPU FT USU tetap menjalankan pelaksanaan pemira KAM untuk memilih jumlah kursi yang akan diduduki KAM di MPMF nantinya. Karena MPMF merupakan lembaga tertinggi dari pelaksanaan pemilihan KAM, ini menunjukkan bahwa Fakultas Teknik tetap demokratis.”

Aginta selaku ketua KAM Solidaritas sebagai satu-satunya pengusung Cagub dan Cawagub di PEMIRA ini menyatakan, bahwa pengusungan Azzam dan Fajar karena memiliki visi misi yang menurutnya dapat direalisasikan untuk memberikan pandangan positif untuk Fakultas Teknik kedepannya. “Saya juga yakin Cagub dan Cawagub yang kami usung memiliki rasa tanggung jawab yang begitu besar,” ucap Aginta.

Sementara dari KAM Rabbani, Aria mangungkapkan beberapa alasan tidak mengusung Cagub dan Cawagub, dikarenakan sedang merancang strategi dan konsep secara internal dan belum memumpuni pada PEMIRA FT kali ini. “Untuk menjawab mengapa KAM Rabbani tidak mengusung calon, kami sedang merancang strategi dan konsep yang sedang berproses di internal, dan mungkin tahun ini belum.”

Aria juga berpendapat terkait PEMIRA FT, dimana diskriminasi, kecurangan serat intervensi masih kerap terjadi pada PEMIRA FT. “Menurut pandangan saya, iklim politik saat ini khususnya di Fakultas Teknik tidaklah sehat, intervensi, diskriminasi dan kecurangan masih banyak mewarnai PEMIRA kita, ini juga tidak lepas dari PEMIRA Presma dan Wapresma kemarin, adanya intervensi dari kekuatan besar. Saya tidak memperdulikan adanya orang orang penting di Fakultas Teknik, jika mereka tidak bermanfaat bagi Fakultasteknik buat apa diagungkan. Baik demokrasi kampus maupun demokrasi Indonesia secara umumnya, dari pandangan saya ini merupakan kegagalan demokrasi yang hanya menciptakan 1 paslon tanpa tes akademisi dan kelayakan. Tidak adanya perdebatan yang bisa menguji paslon dan menguji program yang mereka susun. Menurut saya, terdapat kejanggalan dan kecurangan yang terjadi, anggota KPU yang seharusnya netral dalam hal ini, malah anggota KPU yang berkampanye dan membagikan poster dan caption salah satu KAM. Beberapa HMJ juga secara terang-terangan mendukung salah satu KAM, sehingga merusak demokrasi kita yang seharusnya HMJ menjadi leading sector pengawas dan memberikan edukasi yang baik kepada mahasiswa, mengajak untuk turut serta berpartisipasi di PEMIRA, bukan malah mendukung salah satu KAM bahkan berkoalisi dengan salah satu KAM. Inilah yang menjadi cacat demokrasi kita,” tutur Aria.

Di sisi lain, Alfi mengatakan harapannya terhadap PEMIRA FT kedepannya, agar adanya kompetitif lebih yang ditunjukkan oleh para paslon. “Harapannya untuk Pemira FT tahun depan, bukan hanya 2 paslon yang akan berkompetisi, namun saya harapkan ada 3 bahkan 4 agar bisa semakin kompetitif serta di uji program kerja visi, misi dan cara mengendalikan komunikasi publik di hadapan mahasiswa/i teknik pada umumnya. Saya berharap juga antusiasme dari mahasiswa teknik bisa meningkat dan lebih peduli dengan perkembangan Teknik kedepannya.”
Aginta dari KAM Solidaritas juga berharap adanya korelasi Gubernur dan Wakil Gubernur yang terpilih dengan KAM kedepannya.

“Harapannya semoga Gubernur dan Wakil Gubernur FT berkorelasi dengan KAM untuk kemajuan FT, mampu merajut solidaritas yang tinggi seperti nama KAM kami di dalam mahasiswa Teknik USU serta jajaran lainnya serta antara Gubernur FT dan KAM dapat berkolerasi dengan baik dan menjadi wadah aspirasi serta kreativitas mahasiswa Teknik untuk bisa berkembang dan bersaing dengan Fakultas lainnya baik di USU maupun di luar USU,” tutupnya.

Redaktur : Wiranto Asruri Siregar

Related posts

Tingkatkan Pariwisata Indonesia, HMPI USU Melakukan Aksi Tanam Bunga

suarausu

Senar Senja Menghanyutkan Penonton Pada Malam Puncak Agrifest 4.0 2019

suarausu

Hari Terakhir Pesta Demokrasi Fakultas Hukum: Menilik Pembatalan PEMIRA dari Kacamata Para Peserta!

redaksi