SUARA USU
Kabar Kampus

Komunitas Kampung Sendiri Lestari Adakan Talkshow Memperingati International Day of Forests & World Water Day 2022

Reporter: Gopin Pasaribu dan Samuel Hasibuan

Suara USU, Medan. Dalam memperingati International Day of Forests & World Water Day 2022, Komunitas Lingkungan Hidup “Kampung Sendiri Lestari” mempersembahkan talkshow seputar lingkungan hidup bertemakan “Bersama Melestarikan Hutan, dalam Meminimalisir Bencana Ekologi Sebagai Dampak Perubahan Iklim Global dan Upaya Peredaman Risiko Bencana”. Kegiatan ini berlokasi di kawasan bundaran SIB Kota Medan pada Selasa, 22 Maret 2022. Rangkaian kegiatan seperti Street Art Mural, Bazaar, Pameran Foto, Musik, Teaterikal, dan juga Nonton bareng makin meramaikan acara yang memperingati Hari Hutan Internasional dan Hari Air 2022.

Penampilan awal dimeriahkan oleh sekelompok anak muda dengan julukan SASUDE (Sanggar Anak Sungai Deli) yang ikut dalam acara lingkungan hidup ini lewat alunan musik dan nyanyian.

Ketua Koordinator Boby Septian, diwakilkan oleh Imam Rizki menyampaikan bahwa Kota Medan menjadi contoh keberagaman lingkungan yang dimana terdapat hulu sungai dan kawasan hutan.

Tema Wildlife pada Street Art Mural bertujuan tetap mengkampanyekan satwa-satwa liar yang ada di hutan agar tetap terjaga. Karena tidak menutup kemungkinan banyak oknum maupun masyarakat di kota-kota besar menjadi pelaku illegal dalam pemanfaatan satwa liar dan lingkungan hidup.

Di lain sisi ada yang menarik perhatian dikarenakan busana berbahan plastik yang digunakan oleh para host. Mr. Sebastian selaku Manager Program dari yayasan Project Wings International Jerman menyampaikan “Kita harus peduli apa yang terjadi mengenai perubahan iklim dan kepunahan massal, everything can be collected and everything can be recycle. We need forest for oxygen, we need water for living and without it we cannot live. So lets clean and lets protect our planet together. Sebagai anak muda kita harus mengambil aksi untuk kedepan nya,” ujar Sebastian.

Maka dengan pemanfaatan limbah plastik atau ecobrick kita dapat kreatif menciptakan sesuatu dan tetap menjaga kebersihan lingkungan.

Acara ini dihadiri oleh pemangku kebijakan lingkungan hidup, Julfansyah selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Herianto selaku Kadis Kehutanan, Palber Turnip selaku kepala seksi SPTN V BBTNGL, Panut Hadi Siswoyo selaku Dewan Kehutanan Sumut, serta Direktur Walhi Sumatera Utara, Doni Latuparisa.

Pembahasan tentang ada apa dengan Kota Medan? Menjadi acuan talkshow acara ini yang banyak memicu perhatian terkhusus persoalan banjir, perubahan iklim, dan bencana yang terjadi selama ini.

“Bencana ekologis menjadi sebuah konsep bahwa kejadian bencana alam diakibatkan oleh campur tangan manusia. Jika berbicara tentang banjir maka kita berbicara tentang kehutanan, jangan-jangan mengalami penurunan yang signifikan,” ujar Doni Latuparisa.

Aktivis lingkungan ini menyatakan bahwa Medan diduga mengalami banyak kerusakan di hulu, sehingga tidak ada lagi daya tangkap di sungai-sungai dan daerah hilir, maka tidak dapat dihindari saat curah hujan yang tinggi.

“Banjir tidak dapat diselesaikan hanya oleh Pemko Medan saja, harus ada kolaborasi dengan Kabupaten dan seluruh masyarakat,” tutupnya.

Redaktur: Yessica Irene 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Asah Kepemimpinan, Ilmu Komunikasi USU Gelar Leadership Out Loud

suarausu

Fasilitas Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU, Masih Baik?

redaksi

Mengusung Tema ‘Save Water, Live Better’, Dies Natalis MSP ke-14 Sukses Dilaksanakan

redaksi