SUARA USU
Kabar Kampus

Mari Mengenal Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia!

Oleh: Josephine C.L. Siahaan

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah sebuah organisasi kemahasiswaan yang pertama kali berdiri di Surabaya pada tanggal 17 April 1960 atau bertepatan dengan tanggal 17 Syawwal 1379 Hijriyah. Di USU sendiri, PMII sudah berdiri sejak tahun 1960-an kemudian sempat vakum dan aktif kembali di tahun 2017 sampai sekarang.

Nah, usut punya usut ternyata masih banyak lho mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang belum tahu atau minim informasi tentang organisasi ini. Jadi, yuk! Kenal PMII lebih dalam lagi!

Struktur organisasi PMII terdari Ketua Umum, Sekretaris Jendral, dan Bendahara Umum yang dibantu 1 orang wakil. Kemudian ada 3 Ketua Pengurus Harian, yakni Ketua Bidang Internal, Ketua Bidang Eksternal, dan Ketua Bidang Keagamaan yang mana masing-masing bidang dibantu oleh satu sekretaris. PMII sendiri terdiri dari 9 bidang, yaitu Bidang Kaderisasi, Bidang Pengembangan Intelektual, Bidang Data dan Informasi, Bidang Minat dan Bakat, Bidang Hubungan Antar Lembaga, Bidang Aksi dan Advokasi, Bidang Dakwah dan Keagamaan, Bidang Hubungan dan Pengabdian Masyarakat dan Bidang Ekonomi dan Kreatif.

Kemudian, ada juga badan semi otonom yakni Korp PMII Putri (Kopri) yang terdiri dari Ketua Kopri, Wakil Ketua Kopri, Sekretaris dan Wakil Sekretaris Kopri, serta Bendahara dan Wakil Bendahara Kopri.

Candra Dwi Pratama, Sekretaris Jendral PMII Komisariat Universitas Sumatera Utara menjelaskan bahwa cakupan PMII saat ini ialah seluruh mahasiswa/i USU yang terdiri dari 15 fakultas. Namun, karena PMII USU baru diaktifkan kembali pada tahun 2017, untuk keanggotannya sendiri belum terdiri dari 15 fakultas yang ada di USU, melainkan masih terdiri dari beberapa fakultas saja.

“Saat ini ada sekitar 150-200 orang anggota di PMII Komisariat USU, sedangkan jumlah Kadernya masih minim yaitu sekitar 21 atau 22 kader,” tutur Candra.

Kendala PMII Saat Ini

Pandemi Covid-19 ternyata juga membawa kendala terhadap organisasi-organisasi pergerakan di USU, salah satunya PMII. Candra menjelaskan bahwa banyak kegiatan PMII yang belum sempat direalisasikan karena pandemi.

Kemudian sulitnya mendalami atau mencari informasi membuat semakin sedikit mahasiswa yang tertarik ikut organisasi pergerakan, belum lagi karena didukung rendahnya minat mahasiswa untuk mengikuti organisasi.

“PMII mengalami kendala yang pastinya impact dari pandemi Covid-19. Kita semua tahu ketika sistem perkuliahan tatap muka saja minat para mahasiswa untuk ikut di organisasi bidang pergerakan seperti PMII, HMI, GMNI, GMKI, dan sebagainya itu masih kurang, apalagi setelah pandemi,” tutur Candra.

Ia menambahkan bahwa kalaupun ada yang ikut organisasi politik dan pergerakan jumlahnya per fakultas tidak banyak.

“Mahasiswa zaman sekarang lebih berminat untuk bergabung di UKM atau Organisasi di bidang akademis seperti Meriam Debating Club, Peradilan Semu, Forum Studi Ilmiah, dan lainnya. Yang ikut organisasi pergerakan juga ada, tapi tidak banyak,” ungkapnya.

PMII berharap mahasiswa USU harus tahu dunia kampus bukan hanya tentang akademis atau hard skill saja. Kemampuan memimpin, public speaking, negosiasi, dan soft skill lainnya bisa didapatkan dari organisasi-organisasi.

“Maka dari itu harapannya semoga pandemi cepat berlalu agar kita bisa bertemu kembali dan melaksanakan kegiatan yang sudah direncakan pada saat tatap muka sesuai dengan tujuan awalnya”, tutup Candra.

Redaktur: Yulia Putri Hadi

 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

UKT Berkeadilan, Solusi Kenaikan UKT USU.

redaksi

Terkait Perbaikan Tata Laksana Ormawa USU, PEMA Interim Adakan Open Tender Ketua Konstituante Mahasiswa

redaksi

Tingkat Nasional, PEMA FKM Adakan Lomba LKTI Lewat Horas Public Health Fest 2021

redaksi