Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Kabar Kampus

Menyusuri Benang Hilang PEMIRA FEB

Oleh: Yulia Putri Hadi

Suara USU, MEDAN. Pemilihan Raya (PEMIRA) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara telah tertunda sejak 16 Maret 2020. Terlihat dari akun @kpufebusuofficial, proses Pemira terhenti sampai undangan terbuka pencabutan nomor urut KAM dan Cagub & Cawagub.

Sudah ada tiga Paslon Cagub-Cawagub yang lolos verifikasi, yakni Azhar Ma’ruf-M. Rayviza Siddik, Simon Veron Sihombing-Timothy Atmanegara Mea, dan Fernando Sibagariang-Dean Karosekali.

Ketua KPU FEB USU, Oktavianus Panjaitan mengatakan penyebab tertundanya PEMIRA ini adalah pandemi.

“Seharusnya PEMIRA FEB dilaksanain 26 Maret 2020, dan kita tanggal 16 Maret 2020 sudah sampai tahap pencabutan nomor KAM dan Paslon, selesai pencabutan nomor kita dapat info dari dekanat bahwa tanggal 17 akan dilakukan lockdown,” jelas Oktavianus.

Oktavianus juga menuturkan bahwa ia mengharapkan PEMIRA FEB dilanjutkan secara luring karena menurutnya prinsip PEMIRA yang baik dilakukan secara langsung, bebas, rahasia, serta jujur dan adil.

“Jadi kalau saya pribadi sih harapannya lakukan secara langsung, tapi jika memang semua ngotot harus dilaksanakan PEMIRA daring, ya mungkin tahapan dan proses yang sudah terjadi akan diulang lagi,” lanjutnya.

Hal ini sejalan dengan pandangan Ketua KAM Rabbani FEB USU, Majudin Achmad. Majudin menilai Pemira daring akan sangat rawan kecurangan dan tidak maksimal pelaksanaannya.

“Menurut saya, hal itu tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Toh juga memang Pemira yang dilaksanakan dalam kondisi online rawan akan ketidakmaksimalan bahkan beresiko kecurangan. Jadi sah-sah saja, PEMIRA FEB belum bisa dilaksanakan,” ungkap Majudin.

Pandangan berbeda diungkapkan oleh Ketua HMI FEB USU, Ary Tri Adami. Menurutnya penundaan PEMIRA begitu lama ini sangat disayangkan.

“Seyogyanya PEMIRA FEB sudah selesai digelar, mengingat KPU sudah lama terbentuk dan masa periodesasi PEMA FEB saat ini sudah selesai. Besar harapan PEMA USU dapat menyoroti dan mulai konsen untuk menyelesaikan polemik ini,” jelas Ary.

Ary juga menuturkan bahwa sejauh ini pihaknya sudah membangun komunikasi dengan Dekan, Wakil Dekan dan PEMA USU terkait pelaksanaan PEMIRA

“Melalui postingan Instagram HMI FEB USU sudah kami suarakan dengan kalimat ‘We Stand for Democracy,” tambahnya.

Redaktur: Muhammad Fadhlan Amri

Related posts

Orde Baru itu Kembali Lagi

redaksi

Ooo Ini Rupanya Alasan PKL Bandel Jualan di Trotoar USU!

redaksi

USU Terapkan Kuliah Daring, Mahasiswa : Daringnya Lebih Diperbaiki Lagi

suarausu