Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Kabar Kampus

Mulai 2 Juni, USU Berlakukan Pembatasan Kegiatan

Reporter: Salsabila Rania Balqish

Suara USU, Medan. Beberapa waktu lalu USU menerapkan wajib memperlihatkan hasil test swab untuk masuk ke gedung biro rektor. Dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan mencuci tangan rasanya tidak cukup untuk mencegah penularan virus Covid-19 yang sekarang ini sedang meningkat.

Hal ini juga diperkuat dengan beredarnya Surat Edaran tentang Pembatasan Kegiatan dan Upaya Pencegahan Peningkatan dan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Lingkungan Universitas Sumatera Utara.

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Humas Protokoler dan Promosi USU, Amalia Meutia. Dalam pemaparannya, dosen fakultas psikologi ini menerangkan bahwa kewajiban memperlihatkan hasil swab ini akan berlangsung hingga 9 Juni nanti dan mempertimbangkan kondisi pandemi nantinya. Sementara pembatasan kegiatan akan dimulai 2 Juni hingga 30 Juni 2021 nantinya.

“Jadi setelah saya konfirmasi, ternyata pemberlakuan wajib swab tadi berlangsung hingga 9 Juni, dan itu akan terus kita evaluasi sesuai dengan keadaan pandemi nantinya,” ujar Amalia, Kepala Humas dan Protokoler USU.

Amalia juga menambahkan bahwa pembatasan kegiatan ini berbeda dengan istilah Lockdown, dimana pada pembatasan kegiatan hanya akan dibagi 50% WFO (Work From Office) dan 50% WFH (Work From Home).

“Karena sudah dikeluarkan surat edaran rektor yang mengatur pembatasa kegiatan di lingkungan USU dan ini berbeda dengan Lockdown,” jelas Humas USU.

Dan dengan adanya pembatasan kegiatan ini, membuat harapan pembelajaran hybrid learning yang sempat digadang-gadang akan dilaksanakan pada bulan September mulai dikhawatirkan mahasiswa.

Namun, bukan tidak mungkin hybrid learning dapat terwujud, mengingat kesempatan USU dalam mempersiapkan seluruh kebutuhan jelang hybrid learning memiliki kesempatan yang sama besarnya pula, didukung jika kita melihat bulan September yang sebenarnya masih menyisakan dua bulan kedepan.

Dan berkaca dari universitas lain, hybrid learning ini menjadi sebuah keharusan, karena memang banyak kegiatan pembelajaran seperti praktikum dan kegiatan lain yang efektifitasannya tidak bisa tergantikan pembelajaran daring.

Seperti yang dijelaskan salah satu mahasiswi FMIPA yang mengalami kendala untuk praktikum di lab. Mengingat alat-alat yang mahasiswa punya juga tidak lengkap

“Sekarang alternatifnya belajar dengan asisten lab menggunakan zoom, untuk pembedahan dan hal lainnya kami harus mempraktikkan sendiri sedikit repot sih apa lagi alat-alatnya kurang lengkap ,” ujar Kania.

Begitu juga kendala yang dialami Mahasiswi FKG untuk praktikum di lab.

“Hambatan banget karena lagi skils lab aturannya kami tatap muka, malah jadi daring lagi,” jelas Qori

Redaktur: Muhammad Fadhlan Amri

Related posts

Perwakilan USU Raih Harapan 1 Kompetisi Debat Nasional!

redaksi

Sosialisasi Beasiswa LPDP: Siapkan Amunisi Terbaik

redaksi

Ooo Ini Rupanya Alasan PKL Bandel Jualan di Trotoar USU!

redaksi