Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Kabar Kampus

Pemberlakuan BDR, Ini Tanggapan Mahasiswa!

Oleh: Muhammad Fadhlan Amri

Suara USU, MEDAN. Kebijakan Bekerja dari Rumah (BDR) yang diedarkan pihak rektorat Universitas Sumatera Utara menjadi riak di kalangan mahasiswa. Hal ini karena pemberlakuan BDR ini akan berdampak ke aktifitas dan keperluan administrasi mahasiswa. Terlebih saat ini sedang berlangsung pendaftaran magang untuk program Kampus Merdeka.

Berbagai respons dan tanggapan hadir ditengah-tengah mahasiswa, ada yang menyayangkan dan ada juga yang setuju dengan pemberlakuan BDR. Salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI), Saddam Zikri Dalimunthe.

Saddam mengaku sudah menduga akan ada pembatasan di ruang lingkup kampus dengan hadirnya PPKM.  Ia menyayangkan BDR, karena akan berdampak pada proses administrasi yang ia akan urus. Namun Saddam menyadari bahwa hal ini juga harus dilakukan mengingat dampak Covid-19 yang semakin teruk.

“Dari apa yang aku baca, udah ketebak sih polanya. Tapi sangat disayangkan, mahasiswa berharap banget bisa belajar tatap muka guna untuk mendapatkan manfaat perkuliahan secara penuh, dan sekarang karna kasus melonjak terpaksa dilakukan hal seperti ini lagi. Sebagai mahasiswa yang terkena dampaknya merasa cukup kecewa, apalagi dalam beberapa hari di bulan juli ini cukup banyak melakukan kegiatan administrasi di lingkungan usu, untuk melengkapi keperluan magang dari program kampus merdeka. Tapi sebagai mahasiswa juga saya sadar langkah ini prlu diambil untuk menekan laju persebaran covid-19,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Saddam berharap agar pemerintah dan masyarakat mampu bekerja sama dalam menangani dan menanggulangi pandemi dan keadaan kembali normal.

“Harapan saya bagi pemerintah, tolong berikan solusi terbaik buat rakyat agar kita sesegera mungkin bisa beralih ke situasi normal, dan mobilitas masyarakat bisa kembali seperti sedia kala, harapan untuk USU, semoga bisa dilaksanakan kegiatan pembelajaran dan kegiatan kampus lainnya secara luring dengan menggalakkan program vaksinasi pda mahasiswa secara menyeluruh dengan baik. Dan pesan saya pada seluruh masyarakat khususnya teman-teman mahasiswa, ayo divaksin, meskipun banyak berita simpang siur, setidaknya pemerintah telah memberikan vaksinasi gratis sebagai salah satu langkah pencegahan. Jangan termakan hoax kemudian menolak vaksin dan lain sebagainya,” ucapnya penuh harap.

Senada dengan Saddam, Teddy Fitra mahasiswa Fakultas Teknik mengungkapkan kekecewaannya. Ia juga berharap dan mewanti-wanti agar administrasi khususnya untuk mahasiswa tidak terganggu.

“Ya gimana lagi, imbas dari PPKM darurat pemprov kan. Asalkan urusan administrasi maba ga ribet aja sih,” ucapnya.

Gaby Rolisa, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menyoroti terkait penggunaan masker selama BDR berlangsung. Gaby juga mengherankan kenapa ada istilah baru dalam situasi seperti ini.

“Udah bagus sih, cuman keknya kurang tegas aja di bagian masker, soalnya sekarang kan udah bener-bener dianjurkan untuk double mask (masker non medis 3ply dan masker kain). Tapi ga dari awal dibuat kepanjangan BDR, jadi sempat bingung aku, apa lah BDR, di akhir baru dibuat kepanjangannya. Kenapa lah ga WFH,” pungkasnya.

Redaktur: Yulia Putri Hadi

Related posts

Di Balik Kontroversinya, Aplikasi Meet Zoom Masih Eksis Hingga sekarang

redaksi

Mahasiswa 2020 Tak Perlu Khawatir Terkait Pemeriksaan Kesehatan

redaksi

Hanya 1 Paslon di PEMIRA FT, Antusiasme Mahasiswa Teknik Sedikit?

redaksi