SUARA USU
Kabar Kampus

Peringati Hari Remaja Internasional, Inkubator Sains USU Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja.

Oleh : Adiesti Rochma Yulian

Suara USU, Medan. Dalam rangka memperingati Hari Remaja Internasional pada (12/08) lalu. UKM Inkubator Sains USU menggelar webinar dengan tema “Kupas Tuntas Kesehatan Reproduksi Remaja”. Webinar ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan remaja siswa/i SMP dan SMA terkait kesehatan reproduksi pada remaja sekaligus memperingati Hari Remaja Internasional di Indonesia yang belum bisa bersaing secara internasional. Webinar ini memberikan sosialisasi kepada siswa/i SMP dan SMA yang dihadiri 214 peserta melalui via zoom meeting yang berlangsung kondusif pada (28/8).

Webinar ini menghadirkan pembicara yang berkompeten dibidangnya, diantaranya Sri Rahayu Sanusi (Dosen Peminatan Kesehatan Reproduksi FKM USU) dan Grace Angelin Xmas Saragih (Mahasiswa Peminatan Kesehatan Reproduksi FKM USU). Yang berfokus pada isu kesehatan reproduksi, permasalah reproduksi remaja, pelecehan seksual pada Gen Z.

Sri berharap semoga webinar ini menjadi salah satu kesempatan bagi peserta agar bisa memperluas informasi mengenai isu seksualitas dan menjadi trigger untuk menahan diri dari pornografi agar tidak menimbulkan kerusakan otak.

Pada sesi pertama yang dibawakan oleh Sri dengan judul materi “ Generasi Z dan Seksualitas”. Sri banyak membahas mengenai permasalahan isu Pornografi di Gen Z. Menurut sri Pornografi di kalangan remaja tidak dapat di hindari, berdasarkan sumber Sindo 20/9 hampir 25 ribu anak Indonesia mengakses situs pornografi. Bahakan program internet yang dirancang untuk kepentingan pendidikan tak menjamin kestrerilan dari situs pornografi.

Pada akhir pemaparan materinya, Sri mengatakan ada banyak solusi yang dapat dilakukan untuk menjauhkan anak dari pornografi salah satunya membangun kepercayaan dan komunikasi antara orang tua dan anak.

Selanjutnya sesi ke-2 dengan materi yang berjudul “Media Sosial: Ruang Baru Terjadinya Pelecehan Seksual, Gen Z Harus Bagaimana?” dibawakan oleh Grace.

Grace mengatakan pelecehan seksual dapat terjadi pada siapapun baik perempuan maupun laki-laki, dapat terjadi kapanpun dan dimanapun. Pelecehan seksual paling banyak terjadi di media sosial seperti, salah satu bentuk pelecehan seksual colek dan sentuhan, cat calling dan grafity seksual. Banyak dampak pelecehan seksual yang dapat terjadi mulai dari depresi, penggunaan NAPZA, hingga memiliki keinginan bunuh diri.

“Ada banyak cara menghadapi pelecehan seksual di media sosial mulai dari block akun tak dikenal hingga melaporkan kepada pihak berwajib,” tutur Grace.

Jika kamu mengalami pelecehan seksual, kamu dapat melaporkan kepihak berwajib yaitu lembaga perlindungan pelecehan seksual, seperti WWW.KEMENPPA.GO.id.

Redaktur: Yessica Irene

 

Related posts

YOSL-OIC Ajak Mahasiswa Monitoring Biodiversity di Hutan Restorasi Halaban TNGL

redaksi

Mahasiswa 2020 Tak Perlu Khawatir Terkait Pemeriksaan Kesehatan

redaksi

Kepengurusan Suara USU Periode 2021/2022 Dimulai, Ini Harapan Pimpinan Umum Baru

redaksi