Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Kabar Kampus

Polemik Berlanjut, Muncul Dualisme MPMF di Fakultas Hukum

Reporter: Yohanna Febrianti/Yulia Putri Hadi

Setelah melalui banyak dinamika perpolitikan, Pemilihan Raya Fakultas Hukum USU berhasil diselenggarakan pada 7-8 Juni 2021. Kemudian pada 14 Juni 2021, sesuai hasil rekapitulasi terbanyak yakni 596 suara, KPU menetapkan Muhammad Husni Baihaqi sebagai Gubernur dan Ingcito Gusti Damanik sebagai Wakil Gubernur.

Polemik Pemira FH USU masih berlanjut dengan munculnya dualisme Ketua MPM FH yakni M Luthfi Hasibuan dari KAM Madani dan Yoseph Tyforil Hulu dari KAM Pembebasan.

Dalam penentuan kepengurusan MPM FH USU, pihak KPU memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada seluruh Anggota MPM FH untuk berunding menentukan pengurus.

Pihak KAM Madani dan KAM Erat pertama kali berinisiatif untuk mengajak KAM lainnya berdiskusi perihal penentuan hari pemilihan pengurus MPM FH USU. Dari hasil rapat disepakati bahwa pemilihan pengurus MPM FH USU pada Minggu malam (04/07).

Pemilihan itu kemudian hanya dihadiri oleh KAM Madani dan KAM Erat dengan memperoleh kesepakatan M. Luthfi Hasibuan sebagai Ketua MPM FH USU, Augusto Simanjuntak sebagai Wakil 1, dan Yohanes Khastriawin Lature sebagai Wakil 2.

“Inisiatif pembentukan kepengurusan MPM FH USU pure dari KAM Erat dan KAM Madani saja. Alasannya karena setelah menunggu sekian lama, tetap tidak ada pergerakan sama sekali dari pihak manapun. Padahal kita harus merealisasikan program kerja yang sudah dicanangkan dan menyelesaikan janji-janji yang diberikan kepada seluruh mahasiswa FH USU,” tutur M. Luthfi Hasibuan.

Augusto pun menambahkan, “untuk kelompok Yosep dan yang lainnya, sepengetahuan kami tidak ada KPU yang menginisiasi terkait pelaksanaaan pemilihan mereka. Maka dari itu, KPU berani untuk menandatangani berita acara dari kami yang melakukan forum tersebut.”

Sementara, menurut tanggapan Yoseph, rapat itu tidak sah karena suara terbanyak dari anggota di dalamnya menyatakan bahwa mereka tidak menyetujui perihal rapat tersebut dikarenakan kendala waktu yang tidak sesuai tepat karena terlalu larut malam.

“Maka dari itu pihak kami menyatakan bahwa kami tidak membuat versi sendiri melainkan menawarkan hari lain, dikarenakan pihak Lutfi melakukan rapat pada jam malam dan tidak membahas lebih dahulu mengenai mekanisme yang akan dilakukan, dengan kata lain rapat dilakukan secara tiba-tiba dan terburu-buru,” tutur Yoseph.

Karena hal tersebut, Yoseph beserta anggota dewan menawarkan waktu rapat pada hari senin sore hari (05/07), namun pihak KAM Erat dan KAM Madani tidak menghadiri rapat yang dipimpin oleh Kevin Valentino tersebut. Rapat tersebut menghasilkan Yoseph Tyforil Hulu sebagai Ketua MPM FH.

Dari segi administratif, pihak Luthfi dan jajarannya yakin sudah benar-benar kuat dan tinggal menunggu tanda tangan dari pihak dekanat, Mahmul Siregar, yang sedang dalam kondisi OTG Covid-19. Sementara, pihak Yosep telah mendapat tanda tangan dan legalitas dari Wakil Dekan 1 FH USU dan dinilai mampu mewakili suara dari pihak Dekanat untuk legalitas MPMFH.

“Kami telah mendapatkan legalitas dari wakil dekan, wakil dekan kan mewakili pihak dekanat. Sekarang Pak Dekan lagi covid, jadi kenapa tidak bisa diwakilkan dengan WD 1, begitu,” ujar Yoseph.

Sementara Luthfi menjelaskan bahwa mereka mempunyai dua berita acara lengkap dengan rekamannya, “Berita acara yang pertama disahkan beberapa poin yaitu yang pertama mengesahkan tatib, kedua menentukan kriteria pencalonan dan hal ini dipenuhi semua, sampai kepada berita acara yang ditandatangani KPU. Jadi secara administratif, kita benar-benar kuat terhadap pemilihan ini.

Gubernur dan wakil gubernur juga mengucapkan selamat kepada kami yang terpilih sebagai ketua MPM dan menunggu dalam hal berkomunikasi terkait pelantikan gubernur dan wakil gubernur yang akan kita lantik,” lanjut Luthfi.

Menurut Luthfi, ada beberapa kejanggalan pada surat dekanat yang di publikasikan oleh Yoseph. Mulai dari tidak adanya stempel dekanat pada surat keputusan yang di upload di instagram KAM Pembebasan. Tetapi kemudian stempel tersebut muncul pada instagram MPM FH USU yang dibuat oleh pihak Yoseph. Kemudian, Luthfi juga menyoroti materai 10000 di bagian tanda tangan ketua, padahal hal ini tidak perlu karena tidak menunjukkan kekuatan hukum.

Hingga saat ini, kedua pihak belum mengadakan pertemuan. Yoseph mengatakan bahwa ia telah membuka komunikasi melalui grup bersama namun belum ada tanggapan.

Redaktur: M Fadhlan Amri

 

Related posts

FISIP USU Gelar Halal Bi Halal, Kaitkan Tema Prestasi

suarausu

Meski Terkendala Biaya, Mahasiswa FK USU Akhirnya Raih Gold dan Silver Medal Ajang AIGC Singapura

suarausu

Masuk 10 Besar Peminat Terbanyak SNMPTN 2021, Mahasiswa Harap USU Tingkatkan Keterbukaan Informasi!

redaksi