SUARA USU
Kabar Kampus

Prodi Ilmu Sejarah USU Adakan Webinar Bertajuk Historiografi Gerakan Perempuan

Reporter: Okto Situmeang

Suara USU, MEDAN. Program Studi Ilmu Sejarah USU telah melaksanakan Kuliah Umum melalui platform Zoom Meeting, Senin (11/10/2021). Kuliah umum ini mengusung tema “Historiografi Gerakan Perempuan” dengan menghadirkan dua pembicara, yaitu Ita Fatia Nadia dari Ruang Arsip dan Sejarah Perempuan Indonesia, dan Mutiah Amini salah satu dosen Ilmu Sejarah UGM.

Kuliah umum ini bertujuan untuk mengajak para generasi muda untuk meningkatkan rasa cinta terhadap sejarah, khususnya pada perjuangan para kaum perempuan.

Fatia mengungkapkan banyaknya peran dari kaum perempuan dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Di masa lalu banyak ketidakadilan yang diterima oleh kaum perempuan karena tidak menjadi pemeran utama dalam sejarah. Fatia juga menjelaskan karena adanya “Konstruksi Gender dan Patriarki ” yang membuat perempuan sering menerima diskriminasi.

Mutiah juga menjelaskan bahwa agar seseorang tidak ragu-ragu membuat penelitian sejarah mengenai perjuangan Perempuan di masa lalu, “Penelitian sejarah mengenai perjuangan perempuan sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut, dan di zaman digital ini akan sangat mudah memperoleh sumber sejarah dalam menciptakan historiografi gerakan perempuan,” ungkap Mutiah.

Muhammad Khadafi salah satu peserta webinar ini berharap agar kedepannya perempuan semakin termotivasi untuk terus berkarya tanpa adanya halangan dan batasan gender, “Perempuan menjadi hebat, terus hebat, selalu hebat. Perempuan merupakan manusia yang sama hebatnya dan sama besarnya dengan laki-laki, bahkan mungkin lebih hebat lagi. Sebagai laki-laki, tentu saja tidak tahu bagaimana perspektif wanita, namun yang bisa kukatakan, teruslah menjadi hebat,” ungkapnya.

Redaktur: Wiranto Asruri Siregar

Related posts

Pendaftaran Beasiswa Rumah Kepemimpinan Angkatan X Resmi Dibuka

suarausu

Olimpiade Sosiologi 2020: Dari Penundaan Hingga Panjat Pohon Saat Ujian

redaksi

USU Lockdown, Kurniadi: Persma Harus Selalu Stay Dengan Informasi dan Kecepatan

redaksi