SUARA USU
Kabar Kampus

Prodi Sastra Indonesia FIB USU Gelar Workshop Penulisan Puisi, Menginspirasi Mahasiswa agar Gemar Ciptakan Puisi

Oleh: Regita Ayuni Putri Ginting

SUARA USU, MEDAN. Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Sumatera Utara telah menggelar Workshop Penulisan Puisi secara daring via zoom meeting pada Senin (30/05) pukul 08.30 hingga 12.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa/i Program Studi Sastra Indonesia, Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU, Ketua Prodi Sastra Indonesia FIB USU, serta beberapa dosen dari Prodi Sastra Indonesia FIB USU.

Workshop ini menghadirkan dua pemateri yang tentunya sudah ahli di bidang puisi dan sastra, yakni Prof. Dr. Ikhwanuddin Nasution, M. Si., yang merupakan guru besar FIB USU dan juga merupakan dosen yang mengisi beberapa mata kuliah di prodi Sastra Indonesia dan pemateri kedua adalah Hasan Al Banna, yang merupakan seorang penyair, prosais, penulis esai, dan pegawai Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara.

Acara dibuka dan dipandu oleh Emma Marsella, S.S., M.Si. selaku moderator, dilanjut dengan kata sambutan oleh Dr. Dwi Widayati, M.Hum. selaku Ketua Prodi Sastra Indonesia FIB USU, dan kata sambutan oleh Dr. Dra. Thyrhaya Zein. M.A., selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU.

“Saya menyambut gembira acara ini, dengan diadakannya workshop ini, semoga kelak akan lahir penyair-penyair andal dan akan terbit sebuah antologi puisi yang ditulis oleh mahasiswa sekalian,” tutur Dekan FIB USU.

Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Ikhwanuddin Nasution, M. Si. Dalam materinya, beliau menyampaikan mengenai definisi puisi, hakikat puisi, metode, dan langkah-langkah menulis puisi. Ia juga mengajak para mahasiswa agar lebih tertarik untuk mengambil, mengkaji, dan meneliti topik tentang puisi, terutama pada tugas akhir seperti skripsi.

“Mudah-mudahan mahasiswa kita tertarik untuk mengkaji puisi, bukan hanya mengkaji novel. Selamat menulis puisi. Semoga setelah ini akan lahir sebuah antologi puisi dari workshop ini,” ungkapnya.

Dilanjutkan dengan pemaparan materi kedua oleh Hasan Al Banni. Beliau menyampaikan materi tentang perbedaan puisi dan kalimat biasa, menulis dan mengungkapkan kekhususan puisi dengan berbagai cara pandang. Materi disampaikan dengan cara yang asyik, edukatif, dan interaktif. Hasan Al Banna juga mengajak para peserta untuk praktik langsung menulis puisi 5 bait dalam 1 menit saja. Setelah waktu yang ditentukan berakhir, beberapa peserta workshop ditunjuk untuk membacakan langsung puisi yang telah dibuat. Selanjutnya, Hasan Al Banna juga menampilkan 3 puisi ciptaan mahasiswa berjudul Titik, Tentang Dulu, dan Keluh yang sebelumnya telah dibuat untuk ditelisik dan dikoreksi.

“Penyair itu harusnya tidak ingin sama dengan penyair yang lain, namun harus tetap dipertanggungjawabkan makna dan isinya. Mengarang puisi bukan asal mengarang-ngarang saja, harus ada unsur-unsur sintaksis dan sebagainya di dalamnya,” jelasnya.

Acara ditutup dengan sepatah dua patah kata oleh kedua pemateri serta penyerahan sertifikat untuk pemateri.

“Banyaklah membaca, jangan hanya membaca satu jenis puisi saja, satu penyair saja, jangan hanya bertumpu pada sedikit penyair saja, namun bertumpulah pada diri sendiri,” ungkap Prof. Dr. Ikhwanuddin Nasution, M. Si.

Hasan Al Banna ikut menambahkan “Semua kata yang diciptakan Tuhan sudah indah, tinggal kita saja yang memasang-masangkannya.”

Dra Nurhayati Harahap, M.Hum, Sekretaris Prodi Sastra Indonesia FIB USU menambahkan sekaligus menutup acara ini.

“Ternyata apa pun yang kita tekuni bisa mendatangkan rezeki kemudian, artinya, jangan mengeluh. Enjoy, lakukan, tulis, dan ekspresikanlah dengan mengikuti proses yang ada,” tutupnya.

Redaktur : Harsimren Kaur


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Pengukuhan Guru Besar Tetap Rektor Universitas Sumatera Utara

redaksi

Mengenal Salsabila Duta Intelegensia Mahasiswa USU 2022

redaksi

Pramuka USU Adakan Rekrutmen Terbuka, Harapkan Mahasiswa USU Dapat Menjadi Penggerak Sosial di Masyarakat

redaksi