SUARA USU
Kabar Kampus

Program Kampus Mengajar Angkatan 4 Telah Dibuka!

Reporter : Nurjana Sihombing

Suara USU, Medan. Program Kampus Mengajar kembali membuka pendaftaran untuk seluruh mahasiswa Indonesia yang ingin mengabdi di tanah air. Pendaftaran untuk angkatan empat telah dibuka sejak 25 Mei 2022 hingga 5 Juni 2022.

Mahasiswa USU, Fitri Rosalina Harahap berkesempatan mengikuti program Kampus Mengajar angkatan tiga. Fitri  mengatakan bahwa banyak sekali manfaat yang ia dapatkan selama mengikuti program ini, “Program ini membantu saya untuk mengasah skill dalam mengajar, mengasah kepemimpinan, kematangan emosional, dan kepekaan sosial,” jelasnya.

Fitri beserta rekannya yang ditempatkan di SMPN 2 Syamtalira Aron, Aceh, mengungkapkan bahwa mereka sempat khawatir terkendala bahasa karena siswa-siswi di sekolah tersebut terbiasa menggunakan bahasa daerah baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Meskipun akhirnya hal itu dapat diatasi.

Program kampus mengajar sendiri merupakan salah satu program dari Kampus Merdeka yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud) untuk memberikan kesempatan mengabdi selama 1 (satu) semester. Bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan diri dengan mengajar di sekolah-sekolah yang ditentukan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan.

Fitri menjelaskan syarat pelaksanaan kampus mengajar, yaitu:  memiliki akun di website Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, mahasiswa aktif dari program studi S1 dan vokasi PTN atau PTS di bawah naungan Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek, merupakan mahasiswa semester empat keatas, memiliki IPK minimum 3 dari skala 4, berasal dari perguruan tinggi yang terakreditasi, berasal dari program studi dengan akreditasi minimal B, memperoleh surat rekomendasi dari program studi yang diketahui pimpinan perguruan tinggi untuk mengikuti kegiatan Kampus Mengajar, belum pernah diterima di Kampus Mengajar sebelumnya .

Kemudian dokumen yang harus dipersiapkan bagi mahasiswa yang inign mendaftar Kampus Mengajar adalah  transkrip nilai, surat keterangan sehat dari Puskesmas atau Rumah Sakit, surat rekomendasi dari perguruan tinggi asal, surat persetujuan bermaterai orangtua/wali untuk ditempatkan dimana saja, surat pakta integritas bermaterai.

Fitri memberikan tips untuk mahasiswa yang ingin lulus seleksi dokumen pada program Kampus Mengajar ini adalah dengan memastikan data diri seperti pastikan data diri seperti nama, tempat tanggal lahir, NIM, dan NIK, sesuai dengan data di PDDikti pddikti.kemdikbud.go.id, data kecamatan, kabupaten dan provinsi. Pastikan juga data di aplikasi MBKM sesuai dengan domisili kita.

Selain dokumen wajib, Fitri menyarankan bahwa sebaiknya peserta juga mencantumkan dokumen pendukung seperti pengalaman mengajar, pengalaman organisasi, atau mungkin juga dapat diisi dengan penghargaan yang pernah diraih (sebagai tambahan poin penilaian).

“Jadi, jika ingin lulus tahap pertama ini, sebaiknya memiliki salah satu dokumen pendukung. Lalu pada dokumen CV di bagian dokumen wajib diisi dengan detail pengalaman terkait apa saja kegiatan atau organisasi yang  pernah diikuti tersebut. Detail deskripsi yang ditulis merupakan hal yang dianggap penting untuk diketahui oleh mitra kampus mengajar sebagai bahan pertimbangan”, Jelasnya.

Sementara untuk tahap kedua, Fitri menjelaskan bahwa setelah lulus tahap seleksi berkas maka akan ada tahapan tes kebhinekaan dan numerasi literasi. Fitri menegaskan bahwa dalam tes ini dibutuhkan ketelitian dan sikap jujur. Nilai yang didapatkan nantinya akan menjadi penentu diterima atau tidaknya pada program Kampus Mengajar.

Redaktur : Valeshia Trevana


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial Fisip Usu, Melakukan Kunjungan Ke Yayasan Amelia Sumatera Utara Untuk Mengetahui Program Apa yang Digunakan dalam Menangani Residen

redaksi

Mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis USU Pelajari Sistematika dan Prosedur Pelayanan di UPDD SAMSAT Medan Selatan

redaksi

Berita Baik! Beasiswa VDMI Buka Registrasi

redaksi