SUARA USU
Kabar Kampus

Smart Power Plant Lamp, Lampu Jalan Pembangkit Tenaga Listrik Penghasil Energi Bersih

Oleh: Mhd. Malvi

Suara USU, Medan. Tahukah kamu fakta penggunaan tenaga fosil berbahaya untuk lingkungan, bahwa konsumsi energi primer di dunia adalah 89% bahan bakar fosil yang terdiri dari minyak bumi 38%, batu bara 32%, dan gas alam 19%, Emisi gas CO2 yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga fosil berbahaya untuk udara dan lingkungan. Tentu saja ini tidak sesuai dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 dimana salah satu tujuannya yaitu ‘Energi Bersih’.

Berawal dari permasalahan itu, lima mahasiswa USU yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa(PKM) Karsa Cipta USU berinovasi untuk menghasilkan lampu pembangkit tenaga listrik penghasil energi bersih.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Andre Unedo Simamora (FT 18), Manangi Yehezkiel Manalu (FT 18), Jody Ferdinan Pangaribuan (FT 18), Reza Johannes Sinaga (FT 18), dan Quasimon D Sormin (FMIPA 18). Dalam mengembangkan inovasinya, mereka di dampingi oleh dosen pembimbing, Dr. Ir. M. Sabri MT. IPM. Asean Eng.

“Jadi seperti yang kita tahu saat ini dunia sedang bertransformasi dari penggunaan sumber energi fosil menjadi energi bersih, di Indonesia sendiri sudah mulai dilakukan penutupan pembangkit listrik batu bara. SPPL hadir dengan memberikan 100% energi bersih tanpa menghasilkan emisi, dan diharapkan SPPL bisa menjadi katalisator transformasi sumber energi bersih Indonesia dan dunia,” ujar Andre, ketua TIM PKM-KC USU.

Adapun sisten kerja dari inovasi yang dibuat oleh TIM PKM-KC USU, konsep kerjanya dengan menggunakan angin dan cahaya matahari menjadi sumber energi listrik. Di mana ada 6 komponen utama dari smart power plant lamp ini yaitu turbin angin, generator, panel surya, hybrid controller, dan baterai lampu.

Nantinya, smart power plant lamp akan diletakkan di pembatas tengah jalan, selain sebagai power plant menjadi penerang jalan juga karena desainnya seperti lampu jalan.

Kemudian cara kerja smart power lamp ini adalah sebagai berikut:

  1. Ketika mobil atau kendaraan lainnya berjalan akan menghasilkan angin, energi angin yang dihasilkan ketika mobil atau kendaraan lainnya akan diubah turbin angin menjadi energi kinetik (turbin angin yang terkena angin berputar)
  2. Energi kinetik turbin angin akan diubah generator menjadi energi listrik
  3. Panel surya mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik
  4. Daya yang dihasilkan generator dan panel surya akan disalurkan ke hybrid controller
  5. Hybrid controller menjadi pusat kendali arus listrik antara generator, panel surya, baterai dan lampu
  6. Hybrid controller akan mengalirkan daya listrik ke baterai untuk disimpan
  7. Ketika lampu dihidupkan akan menggunakan listrik yang berasal dari baterai disalurkan ke hybrid controller lalu ke lampu.

Redaktur: Yessica Irene

Related posts

How To Branding Yourself In Digital Era

redaksi

Pertama Kali di Sumut, Profesor Mengabdi FK USU Adakan Penyuluhan dan Skrining Kesehatan Menopause Secara Daring

redaksi

USU Lockdown, Jangan Risaukan Denda Pinjaman Buku Perpustakaan!!

redaksi